Assalamualaikum semua,
Di mailis mailis, baik disini maupun di mailis tetangga hampir setiap hari
puluhan atau mungkin ratusan email bertebaran membahas tentang krisis ekonomi
global. Banyak sekali ulasan dengan latar belakang disiplin ilmu yang
melatarbelakanginya. Ada yang membahas krisis dari sisi politik, ekonomi,
budaya, sosial dan agama.
Disini saya membatasi hanya pada aspek kemanusiaan, dan apa yang saya ketahui
dari kehidupan sehari hari masyarakat di lingkungan tempat tinggal saya.
Kebetulan sekali saya tinggal dan berkantor di daerah manggarai, dekat
setasiun manggarai, jakarta selatan. Daerah kumuh, dengan kehidupan sosial
masyarakat yang kurang baik. Banyak orang beranggapan disini sarangnya
perjudian, pelacuran, orang2 gembel, pemabuk, tawuran dan lain hal negatif
lainnya. Walaupun tidak seluruhnya benar, namun kondisi kumuh sudah melekat di
benak masyarakat luas.
Ratusan atau bahkan ribuan pemulung, pengemis, pengamen dan gembel tinggal
di daerah ini. Mereka tinggal di bantaran kali yang keruh dan bau. Namun
kondisi hidup dan sosial ekonomi memaksa mereka untuk beradaptasi pada
lingkungan yang tidak sehat.
Hampir setiap hari saya berkawan dan berkumpul dengan para pemulung. Oleh sebab
itu saya bisa merasakan bagaimana sulitnya tekanan ekonomi dan dampak krisis
global ini terhadap kehidupan mereka. Bagi kita, mungkin krisis ini belum
terlalu berasa, tapi bagi mereka sungguh luar biasa dampak yang ditimbulkannya.
Berikut ini ilustrasi (kondisi real) dari harga barang hasil pulungan sebelum
dan setelah krisis. Sebelum krisis, besi bekas hasil mulung bisa dijual dengan
harga Rp. 6.000,-/kg, namun sekarang ( setelah krisis) besi bekas hanya laku
Rp. 5.000,-/kg. Adapun jenis barang hasil mulung yang lain adalah sebagai
berikut :
Botol aqua dari Rp. 12.000,-/kg =====> menjadi Rp. 2.000,-/kg
Aluminium dari Rp. 13.000,-/kg =====> menjadi Rp. 7.000,-/kg
Tembaga dari Rp. 62.500,-/kg =====> menjadi Rp. 25.000,-/kg
Coba kita bayangkan, bahwa seorang pemulung biasanya dalam sehari (kondisi
normal) bisa memulung botol2 aqua 4-5 kg saja. Itu artinya pendapatan mereka
sekarang hanya berkisar antara Rp. 8.000 s/d Rp 10.000 per hari. Bagaimana
mungkin seseorang mereka bisa hidup layak dengan penghasilan segitu ?
Mungkin sekali waktu ketika riejeki baru bagus, mereka bisa mendapatkan
aluminium hingga 10 kg, yang berarti mereka mendapatkan Rp. 130.000 dalam
sehari. Tapi harus diingat, bahwa kondisi seperti ini belum tentu sekali dan
satu bulan.
Melihat kondisi riil dilapangan ini, maka hendaknya kita bersyukur kepada
Allah SWT bahwa kita masih diberi karunia, rahmad dan rejeki yang lebih..
Dengan kelebihan rejeki ini hendaknyalah kita sisihkan sedikit untuk sesama.
wassalam
lambang s
<=================================>>
Solusi kiriman (cargo) cepat via kereta express !!!
Dijamin esok sampai tujuan, harga paling MURAH
Klik aja disini ======>> www.csmcargo.com
Cargo lintas JAWA - KALIMANTAN - SULAWESI - BALI - MATARAM
<=================================>>
[Non-text portions of this message have been removed]