Artikel Islami 10 Juli 2002 - 15:42 Proposal Nikah     \
 
 
 KADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU !! (By : 4121X13)  
 www.khamamah.blogspot.com
 [EMAIL PROTECTED]
 [EMAIL PROTECTED]  
 Latar Belakang
 Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga 
Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan 
nikmatNya kepada kita. Amin
 Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah 
diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan 
perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, 
sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha 
Melihat segala sesuatu".
 Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling 
membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang 
telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian 
Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah 
berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang 
buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
 Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh 
amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan 
maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya 
pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi 
kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin 
kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja 
belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, 
padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar 
agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
 Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang 
cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya 
torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat 
yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian 
kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar 
belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
 Dasar Pemikiran
 Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
 
   �"Dan  nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan  
orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan  
hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN  MENGKAYAKAN 
MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas  (pemberianNya) dan Maha 
Mengetahui." (QS. An Nuur  (24) : 32).
  
   "Dan segala sesuatu kami  jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat 
kebesaran Allah."  (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  
   �Maha Suci Allah  yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik 
dari apa  yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang  
tidak mereka ketahui��  (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  
   Bagi kalian Allah menciptakan  pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis 
kalian sendiri, kemudian  dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian 
anak cucu  keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik  (Qs. 
An Nahl (16) : 72).
  
   Dan diantara tanda-tanda  kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu 
isteri-isteri dari  jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram  
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya 
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda  bagi kaum yang 
berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  
   Dan orang-orang yang beriman,  lelaki dan perempuan, sebahagian mereka 
(adalah) menjadi pelindung  (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka 
menyuruh (mengerjakan)  yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan 
shalat,  menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka  
itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa  lagi Maha 
Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  
   Wahai manusia, bertaqwalah  kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah 
menjadikan kamu satu diri,  lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia 
kembangbiakkan  menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.  (Qs. An 
Nisaa (4) : 1).
  
   Wanita yang baik adalah untuk  lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk 
wanita yang baik pula  (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski 
yang  melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  
   ..Maka nikahilah wanita-wanita  (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau 
empat. Kemudian jika kamu  takut tidak akan dapat berlaku adil, maka 
(nikahilah) seorang  saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
  
   Dan tidaklah patut bagi  laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan 
yang mukminah  apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan 
ada  bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa  
mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat  kesesatan 
yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  
   Anjuran-anjuran Rasulullah  untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah 
itu sunnahku,  barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR.  Ibnu 
Majah, dari Aisyah r.a.).
  
   Empat macam diantara  sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, 
memakai wewangian,  bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  
   Dari Aisyah, "Nikahilah  olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka 
akan mendatangkan  harta (rezeki) bagi kamu��  (HR. Hakim dan Abu Dawud). 
14.�Jika  ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan  
timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan  orang yang 
menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah  SAW: "Barangsiapa diberi 
Allah seorang istri yang sholihah,  sesungguhnya telah ditolong separoh 
agamanya. Dan hendaklah bertaqwa  kepada Allah separoh lainnya." (HR.  Baihaqi).
  
   Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah  perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah 
wanita shalihat.(HR.  Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  
   "Tiga golongan yang berhak  ditolong oleh Allah�  (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban 
dan Hakim) : a.�Orang  yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak  yang 
menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda  / i yang menikah karena mau menjauhkan 
dirinya dari yang haram."
  
   "Wahai generasi muda !  Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia 
nikah, karena mata  akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR.  
Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
  
   Kawinlah dengan wanita yang  mencintaimu dan yang mampu beranak. 
Sesungguhnya aku akan  membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu  
Dawud).
  
   Saling menikahlah kamu, saling  membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah 
(keturunan).  Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat  
yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  
   Shalat 2 rakaat yang diamalkan  orang yang sudah berkeluarga lebih baik, 
daripada 70 rakaat yang  diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady  
dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  
   Rasulullah SAW. bersabda :  "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak 
menikah, dan  sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"  (HR. 
Bukhari).
  
   Diantara kamu semua yang  paling buruk adalah yang hidup membujang, dan 
kematian kamu semua  yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup 
membujang  (HR. Abu Ya��la  dan Thabrani).
  
   Dari Anas, Rasulullah SAW.  pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu 
dengan Allah dalam  keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan 
 terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  
   Rasulullah SAW bersabda :  Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian 
diantaramu.  Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan 
 menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
 
 Tujuan Pernikahan  
 
   Melaksanakan  perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  
   Melanjutkan generasi muslim  sebagai pengemban risalah Islam.
  
   Mewujudkan keluarga Muslim menuju  masyarakat Muslim.
  
   Mendapatkan cinta dan kasih  sayang.
  
   Ketenangan Jiwa dengan memelihara  kehormatan diri (menghindarkan diri dari 
perbuatan maksiat /  perilaku hina lainnya).
  
   Agar kaya (sebaik-baik kekayaan  adalah isteri yang shalihat).
  
   Meluaskan kekerabatan  (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan 
kekeluargaan)
 
 Kesiapan Pribadi  
 
   Kondisi Qalb  yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah 
istikharah.  Rasulullah SAW. bersabda : ��Man  Jadda Wa Jadda��  (Siapa yang 
bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati  rintangan itu).
  
   Termasuk wajib nikah (sulit untuk  shaum).
  
   Termasuk�  tathhir (mensucikan diri).
  
   Secara materi, Insya Allah  siap. ��Hendaklah  orang yang mampu memberi 
nafkah menurut kemampuannya���  (Qs. At Thalaq (65) : 7)
 
 Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan  
 
   Kerusakan dan  kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  
   Tertunda lahirnya generasi penerus  risalah.
  
   Tidak tenangnya Ruhani dan  perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan 
dan kasih sayang bagi  orang yang menikah.
  
   Menanggung dosa di akhirat kelak,  karena tidak dikerjakannya kewajiban 
menikah saat syarat yang Allah  dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  
   Apalagi sampai bersentuhan  dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. 
Rasulullah SAW. bersabda:  "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, 
janganlah ia  bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi  
mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan."  (HR. Ahmad) 
dan "Sungguh kepala salah seorang diantara  kamu ditusuk dengan jarum dari besi 
lebih baik, daripada menyentuh  wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani 
dan  Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min  dzalik
 
 Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai 
berikut ini :
 
   Status yang  mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, 
DR,  SE, SH, ST, dsb
  
   Pesta pernikahan yang wah / mahar  yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan 
tersendiri, bukan di  selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan 
yang  dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari  
ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha  dari� manusia  
(sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah  ridha pada 
apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia  dan di akhirat kelak.)
  
   Pernikahan dianggap penghalang  untuk menyenangkan orang tua.
  
   Masyarakat menganggap  pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru 
dengan menikah  penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin  
semangat menyelesaikan kuliah.
 
 Memperbaiki Niat :  
 Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan 
pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting 
baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
 Niat Ketika Memilih Pendamping
 Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan 
kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah 
pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena 
kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya 
karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi 
wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun 
siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau 
karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan 
menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
 "Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan 
itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin 
saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita 
karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk 
wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
 Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab 
(akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al 
Hadits).
 Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya 
perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan 
kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat 
dalam Proses Pernikahan
 Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus 
menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai 
dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah 
lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga 
termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) 
sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).  
 Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang 
paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang 
shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya 
berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. 
Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. 
Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka 
Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). 
Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa 
keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
 Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan 
mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses 
pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan 
mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." 
(HR. Bukhari dan Muslim)
 Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang 
dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya 
harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam 
pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / 
nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan 
Allah.
 Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : 
adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak 
makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini 
yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang 
demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a 
: Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga 
Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak 
bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah 
bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al 
Ahzab (33),
 Meraih Pernikahan Ruhani
 Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka 
ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, 
seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang 
sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. 
Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari 
pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. 
Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah 
dan untuk Allah.
 Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan 
Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang 
berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan 
menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan 
pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG 
JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
 Penutup
 "Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan 
oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka 
kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
 Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya 
sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
 Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai 
atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya 
sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan 
doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". 
"Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan 
jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku 
menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau 
segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN 
UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
 ==================================== 
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" 
...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di 
bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk 
meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak 
kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " 
Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
 www.khamamah.blogspot.com
 [EMAIL PROTECTED]
 [EMAIL PROTECTED]  
 Maraji / Referensi :
 
   Majalah  Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
  
   Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid,  1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru 
Algesindo.
  
   Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq,  1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
  
   Kupinang Engkau dengan Hamdalah,  Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, 
Mitra Pustaka.
  
   Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad  Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, 
Gema Insani Press.
  
   Rintangan Pernikahan dan  Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, 
Jakarta, Studia  Press.
  
   Perkawinan Masalah Orang muda,  Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 
1996, Cet. 5, Jakarta,  Gema Insani Press.
  
   Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6,  A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema 
Insani Press
  
   Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad  Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, 
Gema Insani Press.
  
   Majalah Cerdas Pemuda Islam Al  Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 
2 31 Mei 2001, Jakarta,  YPDS Al Mukhtar.
 

www.khamamah.blogspot.com
  [EMAIL PROTECTED]
  [EMAIL PROTECTED]  
 
       
---------------------------------
  Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? 
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke