BERTAUBAT DAN HAKEKATNYA BERTAUBAT A’udzu billahis sami’il ‘aliimi minasy
syaithanir rajiim.Bismillahirrahmanirrahim.Assallamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya
Allah dirahmati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Ketahuilah, bahwa setiap orang
yang hidup didunia ini pasti mempunyai dosa, kecuali Nabi Muhammad s.a.w.,
karena Allah SWT telah mengampuni segala dosa-dosanya. Bagaimana dengan kita
yang berlumuran dengan dosa ini, Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa
manusia semuanya, walaupun dosanya seluas samodra, setinggi gunung (artinya
dosanya banyak sekali) asalkan, manusia itu masih beriman, bertakwa dan tidak
berbuat syirik, karena dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Manusia
yang beriman berhenti berbuat dosa dan bertaubatan nasuha, bertaubat yang
semurni-murninya dan kembali kejalan Allah, kembali ke aturan Allah.
Selanjutnya menta’ati Allah dan Rasul-Nya dan
segala Ketentuan-ketentuan-Nya. Bertaubat yang artinya berhenti total dari
berbuat dosa dan berjanji tidak akan mengulangi berbuat dosa lagi walaupun ada
sarana ada kesempatan untuk berbuat dosa dan segera kembali ke jalan yang
benar yaitu menta’ati Allah dan Rasul-Nya dan segala aturan maupun
ketentuan-ketentuan-Nya, yang tercatat didalam Al Qur’an dan Hadits-hadits yang
shahih dan segera memuhji dan mencari ridho Allah dan berbuat amal salih
sebanyak-banyaknya.. Setelah bertaubat lalu mengadakan perbaikkan pada dirinya
sendiri dan mencari amal salih yang sebanyak-banyaknya untuk menutup segala
dosa-dosanya dan untuk bekal ke negeri akhirat nanti. I-Peringatan, perintah
Allah SWT agar manusia mau mengakui dosanya, bertaubat yang semurni-murninya
dan segera kembali kejalan Allah dan Rasul-Nya: A-Allah SWT menerima taubat
manusia dan mengampuni segala dosa-dosanya. [9.104] Tidakkah mereka mengetahui,
bahwasanya Allah menerima tobat dari
hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat
lagi Maha Penyayang? B-Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan yang
menyucikan diri. Qs.2:222 [2.222] Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. II-SYARAT-SYARAT
DITERIMANYA TAUBAT.Menyadari bahwa kesalahan/keterlanjuran itu sesungguhnya
adalah perkara-perkara yang tidak disukai oleh Allah SWT, hanya ketika itu
benteng iman yang kita miliki sedang rapuh, sehingga godaan syetan dan hawa
nafsu kita pengaruhnya lebih besar, apalagi sedang terhimpit oleh ekonomi dan
lain sebagainya, keluarga yang tidak harmonis, lihat anak-anak baru gede (abg)
cantik-cantik yang suka seronoh, paha mulus yang dipamerkan, isis BRA yang
dipamerkan nah akhirnya iman yang tidak kuat, sehingga melakukan perbuatan
dosa. Koropsi, suap menyuap, markup, manipulasi dan sebagainya. Segera berhenti
dan bertaubatlah. 1-Orang-orang yang
beriman saja yang diterima taubatnya, orang-orang kafir dan orang-orang
musyrik tidak akan diterima taubatnya. Qs.66:8; 2- Taubatan nasuha, bertaubat
yang semurni-murninya taubat. [66.8] Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah
kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan
menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan
Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka
memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya
Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami;
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". Qs.66:8 ini ditujukan
kepada orang-orang yang beriman. 3-Karena kejahilannya (tidak mengetahui
hukumnya) [4.17] Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi
orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan,
yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima
Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Kejahilan
maknya tidak mengetahui hukumnya). Al Qur’an, Surat Al An ‘Aam, surat ke 6,
ayat 54 sbb: “Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang
kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas
diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan
di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya
dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang”. Qs.6 : 54 4-Karena kebodohannya:Al Qur’an, Surat An Nahl, Surat ke
16, ayat No.119 sbb: Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi
orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka
bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhanmu sesudah
itu benar-benar Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Qs. An Nahl (16):119 5-Mengetahui berbuat dosa, lalu
berhenti:Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri, mereka ingat akan Allah, mereka tidak meneruskan perbuatan
kejinya itu, sedang mereka mengetahui, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka [3.135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji
atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain
daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang
mereka mengetahui. Keterangan:Manusia berbuat dosa karena tidak mengetahui
hukumnya, setelah mengetahui bahwa perbuatannya melanggar hukum-hukum Allah dan
Rasul-Nya dan mengakui telah berbuat dosa maka segera hentikan perbuatan dosa
itu, segera bertaubat dan mohon ampunan kepada Allah SWT. 6-Menyesali,
menyadari berbuat dosa, sadar bertaubat & memohon
ampun.Al Qur’an, Surat An Nisaa’, Surat ke 4, ayat No. 110 sbb:Dan barang
siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon
ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. Qs.An Nisaa’(surat ke 4) ayat:110 Al Qur’an, Surat An Nisaa’, Surat
ke 4, ayat No.64 sbbSesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang
kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk
mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang. QS.An Nisaa’ (4): 64. 7-Sebelum ajalmu dijemput oleh
MalaikatBertaubatlah yang semurni-murninya taubat. Bertaubat menjelang ajal
tidak akan diterima oleh Allah, apalagi bertaubat di Neraka tiada gunanya,
tinggal penyesalan selama-lamanya. Didunia inilah tempat penyucian dosa,
dineraka adalah kekal.Taubat harus dilakukan di dunia semasa manusia masih
hidup.Al Qur’an, Surat Al Maa-idah, surat ke 5 ayat No.39
sbbMaka barang siapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah
melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima
taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.Al
Maa-idah (5): 39 8-Berlaku Islah Yaitu meningkatkan amal-amal saleh dan
Istiqomah dalam agama Allah (Dinullah). Meningkatkan amal perbuatan yang baik.
Qs.4: 146“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan
berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka
karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak
Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”.
Qs.An Nisaa’ (4): 146 [25.70] kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan
mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [25.71] Dan orang yang
bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka
sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
9-IstiqomahTegar dalam prinsip; Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar,
sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta
kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan.Qs.Hud (11):112 “Dan sesungguhnya Aku (Allah) Maha Pengampun
bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang
benar”. Qs.Thaahaa (20): 82 III-ALLAH SWT MENGAMPUNI DOSA-DOSA SEMUANYA, BILA
MAU BERTAUBATAN NASUHA DAN BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH. [39.53] Katakanlah: "Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39.54]
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum
datang azab kepadamu
kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). IV-PENGAMPUNAN DOSABeriman dan
beramal saleh akan dihapuskan dosa-dosanya. [29.7] Dan orang-orang yang beriman
dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka
dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang
mereka kerjakan. Al Qur’an, Surat Asy Syura, Surat ke 42, ayat No.25, 26
sbb:Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan
kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan Dia
memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh
dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang
kafir bagi mereka azab yang sangat keras. QS Asy Syura (42): 25, 26. Allah
SWT menghapus segala kesalahannya walaupun sebanyak buih dilautan:Dari Abu
Hurairah r.a. katanya Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca kalimat tahlil:
Laa ilaaha illallahu wadahu laa syariikalah, lahul
mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alla kulli syai-in qadiir. (Tidak ada Tuhan
selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan
(kekuasaan) dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala-galanya.) Dibaca seratus
kali dalam sehari, maka dia beroleh pahala sebanyak pahala memerdekakan sepuluh
orang budak, dan dicatat untuknya seratus kebajikan, serta dihapus daripadanya
seratus kesalahan (dosa), dan pada hari itu dia terpelihara dari godaan setan
sampai petang. Dan tidak seorangpun yang melebihi amalnya kecuali orang yang
membacanya lebih banyak dari seratus kali. Dan siapa membaca: Subhanallahi wa
bihamdih seratus kali dalam sehari, dihapus segala kesalahannya walaupun
sebanyak buih dilautan.” Hadits Shahih Muslim No. 2313 VI-YANG TIDAK DITERIMA
TAUBATNYABertaubat menjelang ajal, baru mau bertaubat ketika didatangi oleh
Malaikat maut dan mau bertaubat ketika sakaratul maut datang, maka tidak akan
diterima taubatnya oleh Allah SWT:
1-Ajal datang baru mau bertaubat, tidak diterima taubatnya: [4.18] Dan
tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan
(yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah)
ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima
tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang
itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. 2-Taubatnya Fir’aun menjelang ajal
tidak diterima taubatnya oleh Allah SWT: [10.90] Dan Kami memungkinkan Bani
Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya,
karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah
hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan
Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang
berserah diri (kepada Allah)". [10.91] Apakah sekarang (baru kamu percaya),
padahal sesungguhnya kamu telah
durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
[10.92] Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi
pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan
dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. VII-ORANG-ORANG YANG
MELAKUKAN, PERBUATAN SYIRIK ATAU ORG-ORG MUSYRIK TDK AKAN DITERIMA
TAUBATNYA. [4.48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang amat sangat besar. [4.116] Sesungguhnya Allah tidak
mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa
yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang
mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat
sejauh-jauhnya. VIII-BERTAUBAT SETELAH MATI
TIADA GUNANYA!Taubat dilakukan dengan segera mungkin, bukan diulur-ulur
waktunya, keburu ajalmu dijemput Malaikat lho. [30.57] Maka pada hari itu
tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang lalim permintaan uzur mereka, dan
tidak pula mereka diberi kesempatan bertobat lagi. [4.18] Dan tidak (pula
diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi
orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. PENJELASAN:BERTAUBAT
ARTINYA KEMBALI KEJALAN ALLAH, KEMBALI KE ATURAN ALLAH SWT.Bertaubat yang
artinya berhenti dari berbuat dosa dan berjanji tidak akan mengulangi berbuat
dosa lagi walaupun ada kesempatan untuk berbuat dosa dan segera kembali ke
jalan yang benar yaitu menta’ati segala aturan maupun ketentuan-ketentuan
Allah dan Rasul-Nya yang tercatat didalam Al Qur’an dan Hadits-hadits yang
shahih dan segera memuhji dan mencari ridho Allah dan berbuat amal salih yang
banyak. Setelah bertaubat lalu mengadakan
perbaikkan pada dirinya sendiri dan mencari amal salih yang sebanyak-banyaknya
untuk bekal ke negeri akhirat nanti. Sesuai perintah Allah Yang tercatat
didalam Al Qur’an seperti tersebut diatas. Allah SWT Maha Rahman dan Maha
Rahim, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya apabila manusia mau bertaubat yang
semurni-murninya dan segera kembali ke jalan Allah, yaitu menta’ati Allah dan
Rasul-Nya. Apabila Allah SWT menerima taubat manusia, bermakna Allah mengampuni
dosa-dosa manusia, pengampunan dosa, pemutihan dosa ketika masih sadar, beriman
dan bertakwa, selama tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan syirik atau
menyekutukan Tuhan.. Hanya manusia yang sombong yang tidak mau bertaubat,
manusia inilah nanti sebagai penduduk neraka yang
kekal. Saran-saran:Perbanyaklah sholat tahajud, Istighfar (bertaubat dan mohon
ampunan), berdzikir diwaktu malam hari, untuk menebus dosa-dosa kita yang telah
lalu, agar dosa-dosa kita dihapus atau diampuni oleh Allah
Azza Wa Jalla, setidaknya agar balance timbangan kita, perbanyak sholat
tahajud dan banyak bedzikir dimalam hari akan memperberat timbangan amal salih
kita, insya Allah. Tidak ada dosa kecil kalau setiap sa’at dikerjakan, tidak
ada dosa besar kalau segera berhenti dari berbuat dosa, dan segera bertaubat,
membaca istighfar karena ingat akan dosa yang dikerjakannya. Disini saya
mengajak Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang merasa
(barangkali) telah berbuat dosa besar maupun kecil segera hentikan dan
bertaubatlah, Allah SWT masih membuka pintu taubat yang selebar-lebarnya,
bertaubatlah jangan di-undur-undur nanti keburu malaikat menjemput ajalmu,
kalau malaikat sudah datang, berarti pintu taubat sudah ditutup, sudah closing,
tiada ma’af lagi bagimu. Saya menghimbau kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu,
Saudara-saudara dan Adik-adikku yang barangkali telah melakukan perbuatan yang
dilarang oleh agama maupun oleh pemerintah, segeralah
berhenti dan bertaubatlah segera, ingatlah akan siksa neraka jahanam yang
sangat dahsyat siksanya dan kekal selamanya. Apalah artinya kesenangan yang
hanya beberapa menit, beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa
tahun, kesenangan di dunia, kehidupan didunia paling lama kurang lebih 75
tahun, ingatlah saudaraku di alam kubur ratusan ribu tahun, di Padang Mahsyar,
di Yaumul Hisab?, di Akhirat, (dineraka kekal selamanya). Satu hari diakhirat =
1000 tahun didunia. Qs.Al Hajj (22), ayat No.47 Semoga tulisan ini bermanfaat
bagi yang membaca, menghayati dan yang mengamalkannya, dan semoga kalau mati
sudah dalam keadaan bertaubat dan berserah diri kepada Allah Azza Wa Jalla,
semoga Allah mengampuni dosa-dosa orang yang mau bertaubat dan mendapat surga
yang Allah SWT telah janjikan kepada hambanya yang mau bertaubat dan berserah
diri, Amien, insya Allah. Saya hanya sebatas menyampaikan apa yang baru saya
ketahui dari beberapa ayat-ayat Al
Qur’an dan Hadits Shahih. Allahu a’lam. Alhamdulillahi Rabil’alamin. Billahi
taufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jakarta, 28
Desember 2007Sukarman. Sumber bacaan: Al Qur’an dan Terjemah; Hadits Shahih
Muslim. Multi level amal saleh:Tidak ada paksaan, tidak ada sanksi, bila anda
mendapat copy artikel (naskah) ini dan anda mau beramal salih yang salih yang
banyak, mohon artikel (naskah) ini di print dan di fotocopy, atau di forward
kepada sanak saudara yang sebanyak-banyaknya, dan berikan kepada sanak-saudara
anda, sahabat anda, handai taulan anda, dan sebagainya, agar dibaca dan
diamalkan didalam kehidupannya sehari-hari. Semoga bermanfaat bagi yang
mengamalkannya, semoga selamat didunia sampai di akhirat (surga). Insya Allah,
Amin. Catatan:
Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan
Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox
[Non-text portions of this message have been removed]