بسم الله الرحمن الرحيم 
          
                
                
SETENGAH KATA!
KERAHKAN PASUKAN UNTUK BERPERANG, ITULAH 
SATU-SATUNYA KEWAJIBAN PARA PENGUASA UNTUK MERSEPON PEMBANTAIAN GAZA. JIKA 
TIDAK, MEREKA BENAR-BENAR TELAH MENGKHIANATI ALLAH, RASUL-NYA DAN KAUM 
MUKMIN

[Al-Islam 436] Sejak zuhur, 
Sabtu, 28 Desember 2008 M, entitas Yahudi membombardir sejumlah kawasan di 
Jalur 
Gaza dengan pesawat-pesawat tempurnya secara brutal secara terus-menerus dan 
kadangkala secara sporadis. Warga Gaza menghadapi serangan itu hanya dengan 
dada-dada mereka, dengan sikap kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. 
Mereka ’menyabung nyawa’ mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid, 
sementara ratusan lainnya terluka. Pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara 
mereka dengan aman dan tenang, tanpa sedikitpun rasa takut akan hadangan 
rudal-rudal yang akan merontokkannya atau pesawat-pesawat tempur yang 
menghadangnya. Sebab, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim telah 
menetapkan ”larangan bergerak” kepada pasukan dan pesawat-pesawat kita. Mereka 
hanya menjadikan pesawat-pesawat tempur kita sebagai pameran dan hiasan. 
Begitulah. Akhirnya, pesawat-pesawat Yahudi itu pun merasa tenang dan terbang 
dengan aman. Pesawat-pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan dengan tetap 
aman dari setiap serangan dan bahaya!
Sesungguhnya para 
penguasa itu telah melakukan kejahatan sejak mereka mengalihkan masalah 
Palestina dari agenda Islam menjadi agenda Arab, kemudian menjadi agenda 
Palestina. Mereka pun memposisikan diri sebagai pengamat yang bersikap netral. 
Tidak hanya itu, mereka berpihak kepada musuh. Bahkan mereka mempunyai 
kebiasaan 
dalam kondisi diserang, sebagaimana yang terjadi dalam tragedi Pembantaian Gaza 
saat ini. Mereka sibuk mengamati pesawat-pesawat tempur Yahudi yang terbang 
silih-berganti, lalu menghitung korban yang tewas dan terluka. Setelah itu 
mereka berlomba-lomba mengeluarkan kecaman dan penolakan keras, baik mereka 
yang 
ikut memblokade Jalur Gaza secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. 
Semuanya mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Bahkan penguasa Mesir, dari 
istananya—saat menjelang serangan Livni mengancam dan berjanji akan melakukan 
serangan, lalu pada hari berikutnya pengeboman pun mulai dilakukan terhadap 
jalur Gaza—juga mengeluarkan kecaman dan penolakan keras!
Memang, para penguasa itu sudah tidak punya rasa 
malu, baik kepada Allah, Rasul-Nya maupun kepada orang Mukmin. Mereka telah 
memblokade Jalur Gaza sebelum diblokade oleh musuh. Mereka menginginkan warga 
Gaza menjadi mayat dan tidak menginginkan mereka hidup-hidup. Karena itu, 
mereka 
menolak membuka pintu perbatasan mereka ketika denyut kehidupan itu masih ada. 
Mereka baru mau membukanya setelah darah mengalir di atas kolam. Sekarang 
mereka 
menyerukan diadakannya serangkaian pertemuan untuk ”mengkaji” respon yang harus 
diberikan terhadap Pembantaian Gaza, seolah-olah respon tersebut masih kabur. 
Sekali waktu mereka menyerukan diadakannya konferensi tingkat tinggi. Kali lain 
mereka menyerukan pertemuan tingkat menteri luar negeri. Berikutnya mereka 
menyerukan pertemuan bersama…Itulah kebiasaan yang mereka ikuti. Mereka 
berkumpul untuk sekadar makan dan minum. Kemudian mereka mengeluarkan 
pernyataan. Setan membisikkan kepada para pengikutnya bahwa itulah 
“sebaik-baik” 
perang! Tidak hanya sampai di situ, mereka pun menyandang kehinaan dan aib 
mereka dengan pergi ke Dewan Keamanan PBB. Mereka meminta negara-negara yang 
telah mendirikan entitas Yahudi dan mendukungnya dalam merampas Palestina, 
tanah 
yang diberkahi, agar negara-negara itu mengeluarkan resolusi untuk membantu 
Palestina dan rakyat Palestina:

Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka 
putuskan itu! (QS an-Nahl [16]: 59).
Sesungguhnya respon terhadap Pembantaian Gaza itu 
sudah jelas, bukannya tidak jelas; tidak membutuhkan rapat, pertemuan dan 
evaluasi. Respon itu juga tidak bergantung pada resolusi dari negara-negara 
yang 
telah mendirikan dan mendukung entitas Yahudi. Respon itu hanyalah dengan cara 
mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu untuk 
menjadi tentara. Tidak ada lagi yang lain. Para penguasa itu pun memahami hal 
itu. Namun, mereka itu ibaratnya hanyalah kayu-kayu yang menjadi alat. Mereka 
memang sangat mahir dengan hanya bersilat lidah, melakukan kebohongan dan 
penyesatan.


Semoga Allah membinasakan mereka. 
Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS 
al-Munafiqun [63]: 4).
Wahai Kaum Muslim:
Waspadalah! Jangan sampai para penguasa itu 
berhasil mengelabui Anda sehingga Anda merasa puas hanya dengan izin yang 
mereka 
berikan kepada Anda untuk melakukan longmarch, pawai, demonstrasi atau 
pengamanan yang mereka berikan. Semuanya itu sekali-kali tidak akan bisa 
menghalangi kebenaran sedikit pun. Namun, hendaknya Anda mengambil tugas berat 
Anda menuju istana-istana mereka sehingga Anda bisa memaksa mereka agar mau 
mengerahkan pasukan untuk berperang.
Lalu Anda, wahai para tentara, apakah 
Anda tidak merindukan salah satu dari dua kebaikan (yaitu, kemenangan atau mati 
syahid)? Bagaimana mungkin pembunuhan dilakukan terhadap saudara-saudara Anda, 
sementara Anda tetap berdiam diri di barak-barak Anda? Apakah para penguasa 
yang 
telah menjual agamanya dengan dunia, bahkan dengan dunia pihak lain itukah yang 
menghalangi Anda untuk menolong dan membela saudara-saudara Anda?
Allah, Allah wahai para tentara! Sesungguhnya 
Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, 
pertolongan 
dari Allah dan kemenangan yang dekat, atau surga yang luasnya seluas langit dan 
bumi yang telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan 
menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan 
menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati 
orang-orang Mukmin (QS at-Taubah [9]: 
14).
Begitulah caranya menolong warga Gaza. Begitulah 
seharusnya respon terhadap Pembantaian Gaza. Begitulah seharusnya menghancurkan 
blokade dari mereka. Begitulah Allah melegakan hati orang-orang Mukmin:

Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam 
(surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah 
Allah) (QS al-Anbiya’ [21]: 106).
Ya Allah, kami telah menyampaikan, ya Allah 
saksikanlah.
01 Muharram 1430 H                                
                                             Hizbut Tahrir
28 Desember 2008 
M
Komentar 
al-Islam:
Taliban Menyerukan Muslim Se-Dunia Melawan Israel 
(Eramuslim.com, 30/12/2008).
Ingat! Hanya dalam Khilafah Muslim 
se-Dunia bisa dipersatukan untuk melawan Israel. 
BOX:
Sebagian Daftar Kekejian Israel
Pembantaian Yehida, 1947: 13 tewas. 
Pembantaian Khisas, 1947: 10 tewas. 
Pembantaian Qazaza, 1947: 5 anak-anak tewas. 
Pembantaian di Deir Yassin, 1948: Selama serangan ini, wanita-wanita hamil 
dicabik perutnya dengan bayonet, anggota tubuhnya dipotong-potong, dan lainnya 
diperkosa. Sekitar 52 orang anak-anak disayat-sayat tubuhnya di depan mata 
ibunya, lalu mereka dibunuh secara keji. Lebih dari 280 warga Palestina syahid 
di tangan zionis. 
Pembantaian Hotel Semirami, 1948: 19 tewas. 
Pembantaian Naser al-Din, 1948: Sekelompok teroris Zionis berpakaian tentara 
Arab menembaki penduduk kota yang meninggalkan rumahnya untuk menyambut mereka. 
Hanya 40 orang yang lolos dari pembunuhan ini, dan desa tersebut terhapus dari 
peta. 
Pembantaian Tantura, 1948: 200 tewas. 
Pembantaian Mesjid Dahmash, 1948: 100 tewas. Sekitar 60.000 orang Palestina 
keluar dari negerinya, dan 350 orang lebih tewas dalam perjalanan karena 
keadaan 
kesehatan yang parah. 
Pembantaian Dawayma, 1948: 100 tewas. Sebagian besar yang terbunuh tengah 
berada di mesjid untuk melakukan shalat Jumat. Wanita-wanita Palestina 
diperkosa 
selama serangan ini, sementara rumah-rumahnya diledakkan dengan dinamit, 
padahal 
ada orang di dalamnya. 
Pembantaian Houla, 1948: 85 tewas. Tentara Israel memaksa 85 orang untuk 
masuk ke dalam sebuah rumah, kemudian rumah itu dibakar. Setelah itu, sebagian 
besar warga yang merasa takut melarikan diri ke Beirut. Dari 12.000 penduduk 
asli Houla, hanya 1200 orang yang tersisa. 
Pembantaian Salha, 1948: 105 tewas. Setelah penduduk suatu desa dipaksa 
masuk ke mesjid, orang-orang tersebut dibakar hingga tak seorang pun yang 
tersisa hidup-hidup. 
Pembantaian Deir Yassin, 9 April, 1948: Selama serangan ini, wanita-wanita 
hamil dicabik perutnya dengan bayonet, hidup-hidup. Anggota tubuh korban 
dipotong-potong, lalu anak-anak dihantam dan diperkosa. Selama pembantaian Deir 
Yassin, 52 orang anak-anak disayat-sayat tubuhnya di depan mata ibunya, lalu 
mereka dibunuh sedang kepalanya dipenggal. Lebih dari 60 orang wanita terbunuh 
lalu tubuh-tubuh mereka dipotong-potong. 
Pembantaian di Qibya, 1953: 96 tewas. Sebagian besar mayat mengalami luka 
tembak di belakang kepala, dan banyak yang tanpa kepala. Bersama orang-orang 
yang tewas di bawah reruntuhan rumah mereka, banyak wanita-wanita dan anak-anak 
tak berdosa yang juga dibunuh secara brutal. 
Pembantaian Kafr Qasem, 1956: 49 tewas. Pembantaian Khan Yunis, 1956: 275 
tewas. 
Pembantaian di Kota Gaza, 1956: 60 tewas: 
Pembantaian Fakhani, 1981: 150 tewas. 
Pembantaian Sabra dan Shatila, Lebanon, 1982: Merenggut nyawa lebih dari 
3.000 warga Palestina. Arsitek pembantaian itu adalah Ariel Sharon yang 
bekerjasama dengan kelompok Phalangis Kristen, Lebanon. (Catatan: Setelah 
Perang 
1967, Sharon menyebabkan 160.000 orang Palestina meninggalkan Yerusalem Timur 
dan menjadi pengungsi. Ketika Sharon menjadi penanggung jawab keamanan di Jalur 
Gaza, 16.000 orang diusir untuk kedua kalinya). 
Pembantaian di Masjid Aqsa, 1990: 11 syahid dan 800 terluka. 
Pembantaian di Mesjid Ibrahimi, 1994: Lebih dari 50 orang Islam tewas dan 
300 orang luka-luka. 
Pembantaian Qana, 1996: 109 tewas. Pemandangan mengerikan karena pembantaian 
ini, termasuk anak-anak yang dipenggal kepalanya, tidak akan pernah terlupakan. 

Contoh-contoh yang disebutkan di atas hanyalah 
pembantaian ketika banyak orang-orang Palestina kehilangan jiwanya dalam satu 
hari saja. Di luar ini, puluhan orang dibantai setiap harinya selama puluhan 
tahun, bahkan hingga detik ini. Ironisnya, selama itu pula para penguasa Arab 
dan Muslim hanya diam, bahkan sebagiannya bersekongkol dengan Israel dan AS.
Jelas, rakyat Palestina, juga kaum Muslim 
sedunia, tidak bisa berharap kepada para penguasa Arab dan Muslim saat ini. 
Mereka hanya bisa berharap pada Khilafah yang sudah terbukti dalam sejarahnya 
selama berabad-abad menjadi pelindung sejati umat Islam. Karena itu, sudah 
saatnya umat bergerak untuk segera menegakkan kembali Khilafah Islamiyah ‘ala 
Minhaj an-Nubuwwah! 
[Sumber:http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/30/kerahkan-pasukan-untuk-berperang-2/#comment-22836]


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke