Dari Moderator:

Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir 
menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan 
alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?" [An Nisaa':144]
 
Jika orang Islam berharap pada Obama akan membawa perbaikan pada mereka, itu 
melanggar firman Allah. Bagaimana pun juga lobby Yahudi seperti Rahm Emanuele 
yang jadi Kastaf Gedung Putih menyetir para presiden AS. Obama sendiri 
mengatakan AS akan terus melindungi Israel dari ancaman. Tapi dia tidak 
mengatakan akan melindungi ummat Islam di Palestina. Sebaliknya Israel bersama 
AS, Perancis, dan Mesir berusaha melucuti senjata Hamas dengan menyetop 
"penyelundupan senjata" ke Gaza.

Jika Palestina sudah tak punya senapan dan roket, bayangkan jadinya jika tank2, 
pesawat2 tempur Israel, dan roket2 Israel menyerbu Palestina? Akan ada banjir 
darah tanpa rakyat Palestina mampu melawan sementara AS dan ummat Islam lainnya 
akan diam seperti kemarin. 

Wassalam

Aneh bib ajaib itu orang Islam Indonesia. Amerika Serikat yang punya presiden 
baru, banyak warga
Muslim di Republik Indonesia yang bangga bahkan bergembira berpesta sambil 
begadang menonton
pelantikannya. 

Dalam pidatonya sehari setelah pelantikannya sebagai presiden, Obama menyatakan 
bahwa  ‘ operasi
militer Israel di Palestina ’  sebagai bagian dari  ‘ upaya menjaga perdamaian 
dunia ’ .
Hamas pun dituding sebagai penyebab utama konflik yang terjadi di Jalur Gaza 
itu.  Obama seolah
ingin memutar balik opini tersebut dengan mengatakan bahwa Hamas-lah yang 
teroris dan dengan itu
Amerika akan selalu melindungi Israel.

Jelas, nyata sekali Obama tak berbeda dengan para pendahulunya yang selalu 
mendukung Yahudi
Israel. Obama tetaplah seorang Amerika yang tak layak dijadikan tumpuan harapan 
umat Islam. 

Wahai ummat Islam, sadarlah. Hentikan euforia terhadap Obama sang presiden baru 
AS itu, mungkin
lebih baik jika disiapkan saja sepatu-sepatumu untuk dilemparkan ke wajah Obama 
dalam kesempatan
bertatap muka dengannya.

Wallahu’alambishshawab.

***

Jelas sudah siapa Obama sesungguhnya. Presiden baru Amerika Serikat bernama 
lengkap Barrack
Hussein Obama itu secara terang-terangan mendukung operasi militer Israel di 
Palestina sekaligus
menyebut Hamas sebagai penggangu ketertiban dunia.

Dalam pidatonya sehari setelah pelantikannya sebagai presiden, Obama menyatakan 
bahwa operasi
militer Israel di Palestina sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia. 
Hamas pun dituding
sebagai penyebab utama konflik yang terjadi di Jalur Gaza itu. 

Jelas, nyata sekali Obama tak berbeda dengan para pendahulunya yang selalu 
mendukung Yahudi Israel
dan tak pernah sedikit pun berniat membenahi kondisi di Timur Tengah. Obama 
yang sejak
pencalonannya sebagai presiden AS dielu-elukan dan diharapkan layaknya dewa 
penyelamat dunia dari
tingkah pongah AS. Obama yang bernama tengah Hussein seolah memiliki kedekatan 
dan punya empati
terhadap dunia Islam. Obama yang mengukir sejarah sebagai presiden AS pertama 
berkulit hitam
diyakini sebagai simbol perubahan besar negara itu, dan Obama yang dalam banyak 
kesempatan pidato
pencalonannya banyak memukau dunia internasional. 

Ternyata Obama tetaplah seorang Amerika yang tak layak dijadikan tumpuan 
harapan. Salah besar
mengharapkan Obama menjadi penyelamat dunia. Nama Hussein adalah nama mulia 
karena cucu Nabi
Muhammad bernama itu, namun dijadikan nama tengah Obama, seolah pudar kemuliaan 
nama Hussein.

Obama sama sekali tak berminat mendekati dunia Islam, terlebih berpihak. Kulit 
hitam atau putih,
tak berpengaruh apapun, ia tetaplah Amerika. Pidato-pidato yang memukau dunia, 
kini terkuak hanya
sebatas pemanis bibir.

Yang aneh itu orang Indonesia. Amerika Serikat yang punya presiden baru, kok ya 
warga Republik
Indonesia yang bangga. Hanya karena Obama pernah bersekolah dan tinggal di 
Menteng Dalam, Jakarta,


Gegap gempita pelantikan Obama melebihi kemeriahan ketika SBY dilantik. Obama 
yang punya keluarga
orang Indonesia, punya kakak angkat yang juga orang Indonesia, dibanggakan 
banyak orang di negeri
ini seolah merasa ada orang Indonesia yang bisa memimpin AS. Seketika semua 
orang merasa sangat
mengenalnya, dekat dengannya dan mengaku menjadi sahabatnya. Padahal, 
perjumpaan dengan Obama
hanya satu dua tahun saja, itupun ketika di Sekolah Dasar, di usia yang 
kebanyakan orang sudah
melupakannya. Jika Obama tak mencalonkan dan akhirnya menjadi presiden, apakah 
mereka masih ingat
pernah satu kelas dengan lelaki kulit hitam afro amerika itu ?.

Kemudian mereka yang pernah kenal dan merasa dekat dengan Obama ikut menggelar 
pesta pelantikan
Obama di Jakarta. Padahal Obama sendiri di AS sedang sibuk dan khidmat dalam 
euforia hari
pertamanya memegang tampuk kekuasaan. Apakah Obama tahu ada orang-orang di 
Indonesia yang
menggelar pesta pelantikannya di Jakarta ?. Apakah Obama mengenal teman-teman 
SD-nya ?.

Semua media negeri ini  –sama halnya dengan ribuan media di seluruh dunia-  
menampilkan foto
Obama lengkap dengan profilnya, mulai dari pencalonan dan lebih-lebih saat 
pelantikannya sebagai
presiden. Tajuk utama semua media, “Obama Harapan Baru Dunia”, padahal disaat 
yang sama
beberapa media Islam sudah mengingatkan agar jangan terlalu berharap kepada 
Obama.

Kini, setelah menjabat presiden AS, Obama benar-benar membuka topengnya. 
Menunjukkan wujud aslinya
dibalik manis senyumnya yang memesona itu, bahwa ia, Barrack Hussein Obama, 
adalah musuh baru bagi
ummat Islam di belahan bumi manapun. Karena secara terang-terangan ia mendukung 
penuh agresi
Israel di Palestina, itu sama artinya Obama memposisikan kaki dan hatinya 
berdiri berdampingan
dengan Israel. Sedangkan Yahudi Israel adalah musuh bersama dan utama bagi 
ummat Islam.

Wahai ummat Islam, sadarlah. Hentikan euforia terhadap Obama sang presiden baru 
AS itu, siapkan
sepatu-sepatumu untuk dilemparkan ke wajah Obama dalam berbagai kesempatan 
bertatap muka
dengannya.

Obama, Musuh Baru Ummat Islam.
http://www.warnaislam.com/rubrik/monolog/2009/1/24/30240/Obama_Musuh_Baru_Ummat_Islam.htm

***

Obama sudah menunjukkan kepada dunia siapa dia sebenarnya dan bagaimana 
sikapnya terhadap teroris
internasional, Israel.

Dalam sebuah pidato pasca pelantikannya kemarin, Obama dengan tegas mengatakan 
bahwa Amerika akan
selalu melindungi dan berpihak kepada Israel.  Hal ini sudah cukup 
menggambarkan bagaimana sikap
Obama kedepan terhadap permasalahan Palestina. "Kami tidak ingin Hamas terus 
menerus melepaskan
roketnya ke Israel, karena ini merupakan kajahatan terorisme".

Obama mejelaskan bahwa Hamas adalah teroris karena telah melakukan penyerangan 
terus menerus
terhadap Israel, dan hal ini tidak bisa dibiarkan. Sehingga Amerika harus 
melindungi Israel.

Di lain pihak, sikap Obama atas jutaan warga Gaza yang telah menderita akibat 
gempuran Israel
sejauh ini hanyalah ungkapan simpati. "Saya bersimpati atas apa yang terjadi di 
Gaza, atas krisis
air bersih dan makanan serta rusaknya sejumlah bangunan".

Dikala seluruh negara mengutuk Israel atas aksi kejinya dan justru menuduh 
Israel sebagai penjahat
perang dengan segala senjata terlarangnya, Obama seolah ingin memutar balik 
opini tersebut dengan
mengatakan bahwa Hamas-lah yang teroris dan dengan itu Amerika akan selalu 
melindungi Israel.

Dengan demikian sejumlah pengamat yakin bahwa memang kebijakan luar negeri 
Amerika terkait masalah
Palestina dan konflik Timur Tengah, tidak akan berbeda dengan pendahulunya, 
Bush.

Obama: Sikap Amerika Adalah Melindungi Israel.
http://www.warnaislam.com/berita/dunia/2009/1/24/17220/Obama_Sikap_Amerika_Adalah_Melindungi_Israel.htm

***

Cap biadab mungkin sulit dihapuskan dari kelompok teoris Israel itu meskipun 
seandainya pejabat
tinggi zionis itu dihukum mati. Alasannya, sehari saja mengumumkan  gencatan 
senjata dan
meninggalkan Gaza, nyatanya Kapal-kapal AL Israel masih menembaki para nelayan 
Palestina pada
Kamis (22/1/2009). Tembakan itu terjadi dari arah laut ke darat. Kapal-kapal AL 
Israel terus
menembaki para nelayan Palestina. Sementara suasana di Kota Gaza sendiri 
mencekam, meski beberapa
warga tampak kembali beraktifitas. Mereka belum bisa hidup normal, karena 
kesulitan air, bahan
makanan dan kebutuhan hidup lainnya.

Sebelumnya seperti dilaporkan AFP, Israel menarik seluruh pasukannya dari Jalur 
Gaza pada Rabu,
setelah 22 hari melakukan kebiadaban dan terror terhadap pejuang Hamas dan 
telah menewaskan
sekitar 1.300 warga sipil, anak-anak dan kaum perempuan yang tidak berdosa. 
Penarikan itu dimulai
pada Ahad (18/1/2009) setelah Israel mengumumkan gencatan senjata dan para 
pejuang Palestina juga
melakukan hal yang sama.

Hamas memberikan waktu seminggu kepada Israel untuk menarik semua pasukan dan 
membuka
tempat-tempat penyeberangan ke Gaza atau menghadapi risiko serangan-serangan 
baru. Israel kemudian
mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan pasukan telah kembali ke wilayah 
Israel ,
mengakhiri Operasi "Cast Lead".

Kementerian kesehatan Palestina menyebutkan,  lebih dari 1.300 orang tewas, 
termasuk 410 anak-anak
dan sekitar 100 wanita selama agresi militer Israel . Sekitar 5.300 orang 
cedera, 1.855 dari
mereka adalah anak-anak dan 795 wanita. Biro statistik Palestina melaporkan 
4.100 rumah hancur
total dan 17.000 lainnya rusak dalam serangan itu.

Teroris Israel Bombardir Nelayan Palestina.
http://www.warnaislam.com/berita/dunia/2009/1/22/59820/Teroris_Israel_Bombardir_Nelayan_Palestina.htm

***

Sekitar 1000 orang warga masyarakat Bangil - Pasuruan bersama Hizbut Tahrir 
Indonesia menggelar
nonton bareng tragedi pembantaian saudara mereka yang ada di Gaza Palestina 
pada malam Ahad 17
Januari 2009, warga masyarakat berdatangan hadir membajiri kegiatan tersebut. 

“Saya nggak tega ada anak yang mati terus dipanggul ayahnya masih berlumuran 
darah. Israel
sungguh kejam”, ujar Azizah, salah satu warga yang sempat menitikkan air mata. 
Azizah tidak
sendiri. Alwi dan Muhammad, dua siswa dari madrasah ibtidiyah ini juga sempat 
mengusap kedua
matanya. Kelopak matanya masih terlihat sembab. “Saya menangis karena melihat 
banyak anak-anak
yang mati. Kasihan mereka”, cetus Alwi sambil mengusap kedua matanya. 

Namun suasana itu di Pasuruan sangat berbeda dibanding dengan suasana 
dikalangan warga zionist
Israel yang penuh dengan suka cita.  Dua orang anggota Yahudi Ultra-Orthodox 
terlihat menggunakan
teleskop untuk melihat bombardi senjata-senjata canggih yang ditembakkan Israel 
di wilayah Jalur
Gaza. Mereka beramai-ramai mendatangai Horseman's Hill, dekat Sderot, Israel. 
Untuk melihat
langsung serangan Israel dari jarak dekat.

Banyak warga Israel lain melakukan hal sama. Mereka menjadikan pemandangan 
‘pembantaian
massal’ sebagai hiburan. Mereka berjalan-jalan, mengajak anak-istri untuk 
berpiknik dan nonton
bareng-bareng. 

Mungkin “pambantaian massal’ seperti ini perlu pula mengajak keluarga atau 
anak-anak. Bisa
untuk hiburan atau menanamkan pada hati mereka, "Besok kamu juga bisa seperti 
ini nak ?".  Jika
perlu, ‘pembantaian massal’ seperti ini bisa untuk koleksi gambar, berfoto dan 
mengabadikan
menjadi koleksi video pribadi.

Sambil minum cocacola  :  Yuk ! . Nonton Bareng Keluarga “Pembantaian Gaza".
http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5732_0_12_0_M
***

Aku yang siapkan generasiku
Aku yang lahirkan generasiku
Aku yang besarkan generasiku
Aku yang akan hantar generasiku menjemput syahidnya

Aku yang akan melakukan itu semua
Aku kesal kau lumpuhkan generasiku
Aku kesal kau bunuh generasiku
Aku kesal kau kerdilkan generasiku
Tapi aku sangat puas ketika generasiku syahid untuk menghancurkanmu
Dan aku tetap akan menyìapkan puluhan, ratusan, jutaan dan milyaran generasi 
untuk syahid
dijalanNya.

Aku tidak akan menyebut ini hanya sebagai krisis kemanusiaan
Aku juga tidak akan menyebutkan semua ini hanya perang internasional
Aku juga tidak peduli apa resolusi dari PBB
Karena aku tau, kau yahudi yang tetap akan yahudi
Dan aku pastikan, aku dan generasiku adalah pencarì syahid diseisi langit dan 
bumi milikNya

Aku akan meratap kepada Tuhanku
Aku akan meminta kepada Tuhanku
Aku akan memohon kepada Tuhanku
Agar kau dihancurkan sampai tak tersisa
Agar kau dibumihanguskan sampai tak berasap
Agar kau dihilangkan dari muka bumi

Kau sakitì generasiku
Maka kau telah merobek hati kami
Kau larang kami bertemu dengan Tuhan kami
Maka kau telah mengusik ketenangan jiwa-jiwa kami

Bersiap-siaplah generasiku
Tidak dalam terbangun dan tertidur.....bersiap siagalah
Kita hantarkan batu-batu pilihan Tuhan
Kita hantarkan tembakan-tembakan pilihan Tuhan
Kita hantarkan do'a-do'a kehancuran untuk mereka

Bangunlah generasiku digelap dan senyapnya lailmu
Bangunlah generasiku didinginnya subuhmu
Bergeraklah generasiku diterbitnya Duhamu
Berlarilah mengejar mereka direkahan mentariNya
Lemparkan batu-batu Tuhanmu ditinggi sinaran matahariNya
Kumpulkan cinta dan asamu diremangnya senja,
Dan bukalah hati, pendengaran dan matamu digelap malamNya
Dan bersamalah selalu dalam alunan surat cintaNya
Karena kita akan bertemu kembali dengan lail, subuh, duha, mentari dan matahari 
esok hari..
Dan karena akulah yang akan membangunkanmu kembali wahai generasiku....

Kutukan Para Bunda untuk Israel.
Rinda Arsianah.
http://www.warnaislam.com/umum/puisi/2009/1/22/180/Kutukan_Para_Bunda_Israel.htm


***

  
---------------------------------
  
  Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah
  klik
  http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org
    
---------------------------------
  



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke