Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :  “Barangsiapa memohon dengan 
jujur kepada
Allah agar Mati Syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para 
Syuhada walaupun ia
mati di atas ranjang”.  (HR Muslim)

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :  ”Barangsiapa yang 
mempersiapkan dirinya
untuk berperang di jalan Allah maka sesungguhnya dia telah berperang”. (HR 
Bukhori Muslim)

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :  “Barangsiapa mati dan tidak 
pernah
berperang (di jalan Allah) dan tidak pernah Bercita-Cita untuknya,  maka ia 
mati dalam salah satu
cabang Kemunafikan”.  (HR Muslim)

***

Salah satu fenomena menonjol yang terlihat pada kebanyakan warga Gaza ialah 
kecintaan mereka akan
‘ Mati Syahid ‘.  Setiap kali seorang anggota keluarga diwawancarai mengenai 
nasib
keluarganya, maka ia otomatis menjawab :  ” Abang saya telah syahid ketika kena 
mortir Yahudi
”.  Istilah ‘Syahid’ untuk mengungkapkan kematian anggota keluarga tampaknya 
sudah menjadi
kebiasaan di kalangan warga Gaza.  Entah ini merupakan keberhasilan Hamas dalam 
mempersiapkan
warga Gaza menghadapi keadaan seperti yang mereka alami dewasa ini atau memang 
ini sudah menjadi
pemahaman mendarah daging bangsa Palestina.  Apapun, yang jelas ini merupakan 
‘Nilai Mulia’
menurut ajaran Islam.
 
Dalam banyak hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sering menyebut-nyebut 
tentang orang-orang
Syam. Wilayah Syam adalah suatu kawasan yang dewasa ini meliputi empat negeri 
yakni Palestina,
Jordania, Suriah dan Lebanon.  Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan 
bahwa  ‘pasukan
yang terkonsolidasi dengan baik’  di akhir zaman keberadaannya bakal ada di 
wilayah Syam.
 
Seorang Muslim akan memiliki ‘kesiapan’ apalagi ‘kecintaan’ untuk ‘mati syahid’ 
,
bilamana ia memahami  ‘kewajiban jihad’  di jalan Allah. Hanya mereka yang 
memuliakan
kewajiban jihad-lah yang dapat memiliki kerinduan untuk mati syahid.  

Itulah sebabnya dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam 
menggambarkan  ‘ betapa
pentingnya setiap lelaki Mukmin ’  bercita-cita untuk terlibat dalam perang di 
jalan Allah. Dan
‘ betapa besarnya bahaya bagi seorang Mukimin ‘  yang tidak pernah berperang di 
jalan Allah
dalam hidupnya atau sekurangnya  ‘ memancangkan cita-cita ‘  untuk berperang di 
jalan Allah
dalam sepanjang hidupnya.

 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ
نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

Dari Abu Hurairah ia berkata : bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam 
:  “
Barangsiapa mati dan tidak pernah berperang (di jalan Allah) dan tidak pernah 
bercita-cita
untuknya, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan ”. (HR Muslim 3533)

Hadits di atas bukan berarti Islam menganjurkan ummatnya untuk bermental haus 
darah. Tetapi hadits
tersebut mengarahkan seorang Muslim untuk menghayati betapa mahalnya  Ni’mat 
Iman Islam sehingga
ia diharapkan siap mengorbankan segalanya demi menegakkan Islam hingga 
nyawanya, bilamana
tuntutannya demikian.

Mengapa kebanyakan warga Gaza memperlihatkan kemantapan jiwa dalam situasi 
perang yang telah
menelan korban hingga lebih 1200 nyawa dan lebih 5000 terluka ?.  Tampaknya hal 
ini disebabkan
karena nilai-nilai jihad di jalan Allah sudah cukup hebat  ‘tersosialisasi‘  di 
antara
kebanyakan warganya.  Kesadaran bahwa upaya membebaskan diri dan tanah-airnya 
dari cengkeraman
penjajahan Israel telah menyatu dengan panggilan jihad di jalan Allah.  
Kesadaran inilah yang
sepatutnya kita teladani dari bangsa Palestina.  Suatu bangsa yang telah 
mengajarkan dunia betapa
mulianya  hubbul-jihad wasy-syahadah  (cinta jihad dan mati syahid).

Saudaraku, inilah di antara pelajaran berharga di balik peristiwa mengenaskan 
yang terjadi di
salah satu jengkal tanah suci, yakni Gaza. Tampaknya kebanyakan warga Gaza 
telah memahami bahwa
kematian hanya akan datang sekali bagi setiap orang.  Maka mereka berusaha 
untuk menjemputnya
dengan seni kematian, yaitu mati mulia alias mati syahid. 

Artinya, bangsa ini telah lama meninggalkan penyakit wahan. Suatu penyakit yang 
menjangkiti
kebanyakan manusia modern dewasa ini.  

Sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى
عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى
قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ
يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ
وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ
وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ
الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي
قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ
اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا
وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“ Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang 
memperebutkan
makanannya ”.  Maka seseorang bertanya :  ” Apakah karena sedikitnya jumlah 
kita ? ”.  ”
Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah 
mencabut rasa gentar
dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati 
kalian penyakit
Al-Wahan ”.  Seseorang bertanya :  ” Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu ? ”.  
Nabi
shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :  ” Cinta dunia dan takut akan kematian 
”. (HR Abu
Dawud 3745)

Saudaraku, kita sungguh berhutang budi kepada bangsa Palestina warga Gaza. 
Melalui pengorbanan
mereka menghadapi kebrutalan mesin pembunuh massal pasukan Yahudi Zionis Israel 
kita semua, secara
langsung maupun tidak langsung, memperoleh  ‘ pendidikan ‘  mengenai pentingnya 
memelihara ‘
kecintaan berjihad dan kerinduan untuk mati syahid ‘.

Ya Allah, peliharalah iman dan pengorbanan saudara-saudara kami di Gaza.  
Jadikanlah kami seperti
mereka dalam hal kesiapan untuk berkorban di jalanMu.  Ya Allah, jadikanlah 
kami mencintai jihad
di jalanMu dan merindukan mati syahid sebagaimana bangsa Palestina warga Gaza.
  
Merindukan Mati Syahid.
http://www.eramuslim.com/suara-langit/undangan-surga/merindukan-mati-syahid.htm

***

”...Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sungguh aku akan mengirimkan 
suatu kaum
(pasukan) yang Mencintai Kematian sebagaimana kalian Mencintai Kehidupan...”.
(kutipan penggalan suratnya Kholid bin Walid yang ditujukan kepada para 
pemimpin kaum kafir
penentang Islam).

***

Aku yang siapkan generasiku
Aku yang lahirkan generasiku
Aku yang besarkan generasiku
Aku yang akan hantar generasiku menjemput syahidnya

Aku yang akan melakukan itu semua
Aku kesal kau lumpuhkan generasiku
Aku kesal kau bunuh generasiku
Aku kesal kau kerdilkan generasiku
Tapi aku sangat puas ketika generasiku syahid untuk menghancurkanmu
Dan aku tetap akan menyìapkan puluhan, ratusan, jutaan dan milyaran generasi 
untuk syahid
dijalanNya.

Aku tidak akan menyebut ini hanya sebagai krisis kemanusiaan
Aku juga tidak akan menyebutkan semua ini hanya perang internasional
Aku juga tidak peduli apa resolusi dari PBB
Karena aku tau, kau yahudi yang tetap akan yahudi
Dan aku pastikan, aku dan generasiku adalah pencarì syahid diseisi langit dan 
bumi milikNya

Aku akan meratap kepada Tuhanku
Aku akan meminta kepada Tuhanku
Aku akan memohon kepada Tuhanku
Agar kau dihancurkan sampai tak tersisa
Agar kau dibumihanguskan sampai tak berasap
Agar kau dihilangkan dari muka bumi

Kau sakitì generasiku
Maka kau telah merobek hati kami
Kau larang kami bertemu dengan Tuhan kami
Maka kau telah mengusik ketenangan jiwa-jiwa kami

Bersiap-siaplah generasiku
Tidak dalam terbangun dan tertidur.....bersiap siagalah
Kita hantarkan batu-batu pilihan Tuhan
Kita hantarkan tembakan-tembakan pilihan Tuhan
Kita hantarkan do'a-do'a kehancuran untuk mereka

Bangunlah generasiku digelap dan senyapnya lailmu
Bangunlah generasiku didinginnya subuhmu
Bergeraklah generasiku diterbitnya Duhamu
Berlarilah mengejar mereka direkahan mentariNya
Lemparkan batu-batu Tuhanmu ditinggi sinaran matahariNya
Kumpulkan cinta dan asamu diremangnya senja,
Dan bukalah hati, pendengaran dan matamu digelap malamNya
Dan bersamalah selalu dalam alunan surat cintaNya
Karena kita akan bertemu kembali dengan lail, subuh, duha, mentari dan matahari 
esok hari..
Dan karena akulah yang akan membangunkanmu kembali wahai generasiku....

Kutukan Para Bunda untuk Israel.
http://www.warnaislam.com/umum/puisi/2009/1/22/180/Kutukan_Para_Bunda_Israel.htm

***

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda :  “Hampir tiba masanya kalian 
diperebutkan
seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya ”.
Maka seseorang bertanya :  ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita ?”.
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menjawab : ”Bahkan kalian banyak, namun 
kalian seperti
buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian 
terhadap kalian. Dan
Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn”.
Seseorang bertanya :  ” Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu ? ”.
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menjawab : ”Cinta dunia dan takut akan 
kematian”.
(HR Abu Dawud)

***



Kirim email ke