Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
 
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : "Sesungguhnya mukmin itu bersaudara…".
Mukmin adalah orang-orang yang beriman. Iman diatas segalanya.
 
Rasulullah bersabda fimaa ma'na :"Sesama muslim itu bersaudara, apabila merasa 
sakit yang satu, yang lainpun ikut merasakannya".
 
Dalam hal lain, Rasulullahpun bersabda lagi :"Allah berada dalam naungan 
hambaNya, selagi hamba tersebut selalu menolong saudaranya".
 
Kondisi keimanan dan rasa kasih sayang, persaudaraan terhadap sesama muslim, 
mungkin kian hari kian berkurang. Tidak semasa Rasulullah dan para sahabat, 
serta ulama terdahulu.Kalau dipikir-pikir sih, wajar aja semakin banyak bencana 
yang menimpa ummat Islam masa kini, dibandingkan zaman sahabat yang penuh 
dengan kedamaian, ketenangan. Padahal, kalau kita fakir-fikir lagi, bukan tidak 
ada dizaman sahabat pencurian, terbukti ada hukum potong tangan. Perzinahan, 
terbukti ada hukum rajam/cambuk, dan kejahatan lainnya.
 
Namun, dari sisi kemanusiaan, rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama 
muslim, mungkin jauh lebih tinggi semasa sahabat dulu, ketimbang masa sekarang. 
Masa sekarang bukan kekurangan rasa kasih sayang sesama, rasa 
Iitsar(mementingkan kepentingan orang lain, diatas kepentingan diri sendiri), 
sudah sangat berkurang.Yang ada jusntru makan sesama. Dracula makan Dracula, 
tikus menggigit tikus pula, karena sama-sama Dracula dan tikusnya, jenisnya 
saja kali yang bertingkat, mulai dari bawahan, hingga pihak atas, istilah orang 
Jowonya, "Podo AaEee".
 
Mungkin, kita masih ingat kisah seorang sahabat yang rela memberikan istrinya 
kepada teman yang sudah dianggap saudaranya untuk dinikahi oleh sahabat yang 
diinginkannya itu. Bukan sekedar harta benda mereka berkorban, namun istri yang 
tercinta, istri yang disayanginya. Orang seperti ini wajar sekali mendapat 
pujian dari Allah Ta'ala dan RasulNya.
 
Allah Ta'ala sudah menegaskan dalam kalimat penidakan (LAN)= (Sekali-kali 
TIDAK). Dalam firmanNya :"Sekali-kali kamu tidak mendapatkan derajat suatu 
kebaikan, sehingga kamu menafkahkan/memberikan apa-apa yang kamu cintai".
 
Luar biasa ayat ini. Kalau difikir-fikir, siapa sih yang rela memberikan harta 
benda,  serta orang yang dicintainya demi kepentingan saudaranya ?
 
Okaylah, mungkin, kita masih belum mampu setingkat memberikan sesuatu yang 
paling kita cintai, sehingga kita masih belum bisa kederajat dikatakan 
KEBAIKAN, minimal kita jangan sampai menggerogoti, memakan harta orang lain, 
yang bukan menjadi hak kita. Kalau kita mampu ketingkat tidak mau memakan yang 
bukan harta kita, kita naikkan sedikit derajat kita untuk mencoba menolong 
sesama dengan apa yang ada pada kita. Yang diberikan itu hakikatnya itulah yang 
kekal, justru yang kita makan itu sebahagian besarnya, menjadi kotoran di WC 
sana, sangat sedikit yang menjadi darah daging kita.
 
Mungkin, jarang diantara kita membiasakan diri terbiasa bersikap iitsar. 
Diantara kita mungkin banyak bersikap baik, suka menolong, tetapi baru sebatas 
sikap :"Sepanjang untuk diri sudah tercukupi, baru memikirkan mencukupi dan 
membantu orang lain". Ini masih lumayanlah, yang paling parah, memang PELIT. 
Dia akan selalu merasa untuk kebutuhannya saja tidak pernah cukup-cukupnya, 
malah kurang terus. Yakinlah, kalau hal ini yang kita rasakan, maka memang akan 
seperti itulah dia terus menerus, tidak akan pernah merasa cukup, dan merasa 
kurang terus, sehingga untuk memberikan kepada orang lainpun akan terhambat 
terus.Lebih kronis lagi dari diatas, adalah mereka yang suka memakan, meminta, 
bahkan merampas harta siapapun yang dapat dimakannya, selagi ada 
kesempatan(Jadi ingat acara berita di televisi,  :"Ingat,..Waspadalah, 
kejahatan terjadi karena ada kesempatan".
 
So, What happen today? I don't know. Rasa`persaudaraan sesama muslim mungkin 
semakin hari semakin menipis. Rasa egois, mementingkan diri sendiri, pikiran 
bagaimana memajukan dan membahagiakan, menyenangkan diri sendiri, anak istri, 
tak peduli lagi dengan saudara muslim lainnya, tetangga, bahkan saudara 
kandung, teramat miris, orang tua sendiripun sering terlupakan. Ini realita 
zaman yang katanya semakin canggih dan moderen. Kalau menurut saya sih, apanya 
yang canggih, apanya yang moderen? Mungkin kejahatan dan keegoisannya yang 
lebih moderen dan menonjol.
 
Bagaimanakah mengatasi semua ini?
 
Sebenarnya gampang saja sih, kalau ada kemauan dan tekad yang kuat. Bersikaplah 
Qana'ah(puas dengan apa yang ada) dan bersyukur pada Allah Ta'ala, serta 
pikirkan bahwa rezeki orang lainpun ada ditangan kita, hak orang lainpun ada 
bersama setiap rezeki kita.Tumbuh suburkan dihati kita rasa kasih sayang pada 
sesama, jangan pernah tamak, dan mau segalanya untuk kita. Dunia ini hanya 
sebentar, tak lama lagi kita tua, kita akan menemui sang khaliq, untuk kemudian 
mempertanggungjwabkan semua perkataan dan perbuatan kita, serta menerima segala 
ganjaran amalan ibadah kita. Ingat, segala amal ibadah akan tergantung 
diakhirat sana, sepanjang kita masih punya hutang-hutang (hutang harta, 
kedzaliman pada orang lain, janji, dan segala yang ada sangkut pautnya dengan 
manusia yang belum terselesaikan didunia).
 
Allah Ta'ala dan rasulNya, selalu mengingatkan kita, bahwa darah sesama muslim 
itu tidak boleh didzalimi, tidak boleh dicaci, maki, dihina, difitnah, 
selesaikan segera bila kita pernah berlaku dzalim pada orang lain, ataupun 
pernah mencaci maki, menghina dan memfitnah orang lain. Kalau tidak 
diselesaikan, maka siap-siaplah dituntut diakhirat sana, kalau tak dosa dia 
yang kita tanggung sebanyak fitnahan, cacian, ejekan, makian kita padanya, atau 
pahala kita selama didunia akan diambil untuknya. 
MAU?? Sudah capek-capek beramal, beribadah, berbuat baik pada orang lain, 
eh..kagak taunya ada hutang, ada kata-kata kasar kita, hinaan kita, ejekan kita 
pada orang lain menghalangi semua itu. Oleh sebab itu, biasakanlah menyayangi 
sesama muslim itu.Karena Allah berfirman dengan kata penekanan(takkid) 
:"Sesungguhnya Muslim itu bersaudara".
 
Wassalamu'alaikum. Rahima. 30 Januari 2009, Bukittinggi.  
 
 
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai US$ 1.490
Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi lengkap di:
http://www.syiarislam.wordpress.com
http://www.media-islam.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke