Assalamu'alaikum wr wb,

Yang menulis dan memforward ini semoga bertaubat kepada Allah SWT.
Jika memang enggan berjihad, jangan mencela orang yang berjihad.
Enggan berjihad adalah satu dosa besar.

Ghibah dan menghina sesama muslim, apalagi mujahid lebih besar lagi. Seperti 
memakan mayat saudaranya sendiri.

Hendaknya ummat Islam kembali mengkaji Al Qur'an agar tidak tersesat oleh 
ulama2 Su' (ulama yang jahat dan menyesatkan ummat).

Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. 
Abu Dawud)

Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang 
ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab)

Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)

Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah 
bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)

Larangan ghibah:
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), 
karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari 
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang 
diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka 
tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. 
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." [Al Hujuraat:12] 

Celaan terhadap orang yang tidak mau berjihad dan justru mengolok-olok orang 
yang berjihad (Surat At Taubah):

[9.44] Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan 
meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. 
 Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.  

[9.45] Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang 
tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena 
itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.  

[9.46] Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan 
untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka 
Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah 
kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."

[9.47] Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah 
kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke 
muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang 
di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. 
Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.

[9.48] Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan 
mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan) mu, hingga 
datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal 
mereka tidak menyukainya.

[9.49] Di antara mereka ada orang yang berkata:
"Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan 
saya terjerumus ke dalam fitnah". Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke 
dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang 
yang kafir.  

[9.50] Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang 
karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: 
"Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi 
berperang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

[9.81] Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira 
dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad 
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah 
kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah:

"Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas (nya)", jika mereka mengetahui.

[9.82] Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai 
pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

[9.83] Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, 
kemudian mereka minta izin kepadamu untuk ke luar (pergi berperang), maka 
katakanlah: "Kamu tidak boleh ke luar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh 
memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang 
kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang 
tidak ikut berperang" 

[9.84] Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang 
mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. 
Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati 
dalam keadaan fasik.

[9.85] Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. 
Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan 
anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.

[9.86] Dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang 
munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", 
niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk 
tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang 
yang duduk".

[9.87] Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan 
hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan 
beriman dan berjihad).

[9.88] Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad 
dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh 
kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.

[9.89] Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya 
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.  

[9.90] Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu 
orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi 
berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk 
berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan 
ditimpa azab yang pedih.


Wassalam

===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


--- Pada Jum, 6/2/09, yahya sapiih <[email protected]> menulis:

> Dari: yahya sapiih <[email protected]>
> Topik: HAMAS??????
> Kepada: [email protected]
> Cc: [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], [email protected]
> Tanggal: Jumat, 6 Februari, 2009, 10:42 AM
> HAMAS Menipu Umat
> !!!<http://sunnisalafi.blogspot.com/2009/02/hamas-menipu-umat.html>
> 
> Bismillah...
> Telah kita ketahui bersama bahwa akibat serangan brutal
> Israel ke daerah
> Gaza pada awal Muharram 1430 atau akhir Desember 2008
> selama 3 pekan itu
> telah merenggut lebih dari 1.300 jiwa korban meninggal
> -semoga Alloh
> merahmati dan mengampuni mereka semua- kaum muslimin baik
> dari kalangan
> anak-anak, wanita, para pemuda dan orang tua yang
> kebanyakan dari mereka
> adalah BUKAN anggota HAMAS!!! Dan lebih dari 5000 orang
> mengalami luka
> serius dan bahkan banyak yang masih kritis -semoga Alloh
> segera memberikan
> kesehatan dan afiah serta kesabaran kepada mereka semua-
> dan tidak sedikit
> yang mengalami cacat seumur hidup, harus kehilangan
> sebagian anggota
> tubuhnya, akibat terkena serpihan 'bom aneh' Israel
> yang telah dilarang
> penggunaannya. Belum lagi ditambah trauma dan gangguan
> kejiwaan masyarakat
> Gaza akibat perang itu.
> Tapi anehnya, setelah Israel menghentikan serangannya dan
> menarik pasukannya
> yang telah memporakporandakan ribuan bangunan bertingkat
> yang dihuni oleh
> beberapa keluarga itu, serta merta pihak HAMAS mengklaim
> bahwa mereka telah
> mendapatkan KEMENAGNGAN BESAR pada perang kali ini,
> SUBHAANALLOH!!!
> Kemenangan macam apa yang mereka 'rayakan' itu? Dan
> mengapa pernyataan
> Pimpinan HAMAS disambut dengan meriah di IRAN?
> Coba perhatikan, bandingkanlah antara jumlah korban
> meninggal dan kerusakan
> dari kalangan kita kaum muslimin di Gaza dan berapa banyak
> korban dan
> kerugian dari pihak Israel baik tentaranya atau pun warga
> sipil yang
> terbunuh akibat "perlawanan" HAMAS dengan
> roket-roketnya yang tak terarah
> itu? Tidak sebanding.
> Kemudian, tahukan Anda, dimana Pemimpin HAMAS dan wakilnya
> saat Israel
> menggempur Gaza? Apakah mereka berada di front terdepan
> membalas serangan
> Israel tersebut dengan melontarkan roket-roket ke arah
> pihak Israel ataukah
> dimana mereka saat itu?
> Menurut informasi yang Ana dengar dari salah seorang ikhwan
> salafi di Kuwait
> yang punya saudara di Gaza, beliau menanyakan keadaannya di
> sana, maka
> diberitakan bahwa jumlah korban dari pihak Israel tidak
> sampai 50 orang dan
> dari anggota HAMAS 22 orang meninggal. Inilah yang menjadi
> acuan
> "kemenangan" HAMAS itu karena jumlah anggota
> mereka yang terbunuh tidak
> melebihi jumlah dari pihak Israel. Tapi, bagaimana dengan
> ribuan penduduk
> sipil yang jadi korban, apakah mereka tidak perhitungkan
> karena bukan
> anggota HAMAS?
> Dan saat serangan Israel ke Gaza selam 3 pekan itu,
> ternyata pemimpin HAMAS
> malah bersembunyi di sirdab/ruangan bawah tanah di Gaza dan
> wakilnya
> berlindung di Syiria!!! Saat ada serangan Israel itu,
> Pimpinan HAMAS pun
> segera menyerukan kepada seluruh anggotanya agar
> BERSEMBUNYI dan jangan
> keluar rumah. Sementara sekitar 2,5 juta penduduk Gaza
> sangat ketakutan
> dengan situasi saat itu dan merekalah yang menjadi korban.
> Lihatlah!
> Kemudian, kisah teman tadi melanjutkan, bahwa ada seorang
> salafi di Gaza
> yang menasehati salah satu dari kelompok HAMAS agar jangan
> menembakkan roket
> dari wilayah pemukiman penduduk yang sangat padat -bahkan
> terpadat di dunia
> itu- karena Israel dapat mendeteksi dari mana roket itu
> meluncur sehingga
> kemudian akan membalasnya dengan serangan udara yang
> membabi buta,...tapi
> apa jawaban dari salah satu anggota HAMAS itu? dia bilang:
> "Diam kamu!!!
> atau aku bunuh kamu!!!" sambil menodongkan pistol ke
> dada ikhwan salafi
> tadi. Begitukah sikap mereka kepada sesama muslim yang
> memberikan nasehat
> demi keselamatan orang banyak/masyarakat umum itu? Pantas
> saja mereka dapat
> dengan mudah membunuh sesama saudaranya muslim dari
> kelompok Fatah yang
> berseberangan faham dan berebut kekuasaan di Gaza seperti
> yang terjadi
> beberapa bulan yang lalu.
> Dan ada satu hal yang mengejutkan lagi bahwa pada tanggal 4
> Februari 2009
> kemarin, sebagian Polisi HAMAS telah menyerang salah satu
> gudang PBB dan
> merampas paksa sebagian barang bantuan untuk rakyat Gaza
> yang sangat
> dibutuhkan seperti selimut yang sangat dibutuhkan karena
> sekarang ini masih
> musim dingin yang menyengat dan bahan makanan yang
> rencananya akan dibagikan
> kepada penduduk. Padahal beberapa hari setelah pasukan
> Israel menarik diri,
> HAMAS membagikan uang kepada korban akibat serangan Israel,
> tapi mengapa
> mereka sendiri malah merampok gudang PBB?
> Benar-benar keberadaan HAMAS dengan model
> 'perjuangannya' ini telah
> menyengsarakan dan menyisakan kepedihan serta kesedihan
> ribuan masyarakat
> dan anak-anak walaupun mereka berusaha untuk menarik
> simpati dunia luar yang
> pada dasarnya mereka telah melakukan penipuan besar kepada
> umat Islam. Bukan
> maslahat yang diperoleh dengan tindakan HAMAS ini tapi
> bahkan sebaliknya,
> mafsadat dan kerusakan yang ditimbulkan. Itulah salah satu
> akibatnya jika
> mereka tidak menerima nasehat para ulama, mereka bergerak
> sendiri sesuai
> dengan nafsu mereka yang kurang pertimbangan dan menentang
> pemerintahannya
> yang sah.
> Semoga kaum muslimin di seluruh dunia bisa mengambil
> pelajaran dari
> peristiwa ini dan membuka mata hati untuk memposisikan diri
> sesuai dengan
> nasehat para ulama disaat kaum muslimin dalam keadaan lemah
> dan tidak
> tertipu dengan model gerakan seperti kelompok HAMAS ini.
> Wallohul Musta'an.
> 
> source : http://sunnisalafi.blogspot.com/


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke