oleh Ihsan Tandjung

Berjuang di Era Kepemimpinan Kaum Kuffar

Keadaan yang dihadapi ummat Islam dewasa ini sangat mirip dengan keadaan
yang dihadapi Nabi shollallahu 'alaih wa sallam dan para sahabat ketika
berjuang menegakkan Islam di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Saat itu
orang-orang beriman menjadi kaum *minoritas* yang *tertindas *dan
*dibatasi*ruang geraknya. Kaum muslimin tidak memiliki bargaining
position karena
mereka masih lemah. Sedangkan yang memegang otoritas kepemimpinan ialah kaum
musyrik kuffar Quraisy Mekkah. Meskipun Nabi shollallahu 'alaih wa sallam
hadir di tengah kaum muslimin, namun Nabi shollallahu 'alaih wa sallam tidak
memiliki otoritas formal sebagai pemimpin masyarakat umum.

Keadaan ummat Islam dewasa ini mirip dengan keadaan generasi awal (para
sahabat Nabi shollallahu 'alaih wa sallam) sebelum hijrah dari Mekkah ke
Madinah. Ummat Islam dewasa ini *minoritas* menghadapi mayoritas masyarakat
dunia yang beragama di luar agama Allah Al-Islam. Jumlah seluruh penduduk
dunia enam milyar lebih. Sedangkan jumlah ummat Islam hanya sekitar 1,6
milyar. Jelas ummat Islam minoritas dibandingkan mayoritas masyarakat dunia
yang beragama di luar Islam alias kafir.

Sebagai akibatnya dunia menyaksikan ummat Islam menjadi ummat yang *
tertindas* di berbagai bidang kehidupan dan di berbagai belahan bumi Allah
ta'aala. Baik itu di negeri-negeri yang jelas-jelas berada dalam konflik
fisik seperti Palestina, Afghanistan, Irak, Kashmir, Chechnya dan Filipina.
Maupun di negeri-negeri yang tidak dalam keadaan berperang. Ummat Islam
berada pada posisi yang tidak berdaulat. Banyak hambatan yang dirasakan
datang dari kalangan jelas-jelas kafir non-muslim maupun dari kalangan *
sekularis-liberalis-nasionalis* sesama muslim.

Konsekeuensi lainnya yang dihadapi ummat Islam ialah ruang gerak mereka *
dibatasi*. Mereka tidak diizinkan untuk menampilkan Islam sebagai suatu
sistem kehidupan yang utuh dan lengkap. Semua dimensi kehidupan diharuskan
untuk berfungsi mengikuti logika sekular dan liberal bebas dari nilai agama
manapun, apalagi Islam. Kalaupun Islam dibenarkan hadir maka kehadirannya
sangat parsial dan periferal. Islam tidak dibenarkan hadir menjadi kekuatan
utama dan tunggal. Dan yang lebih memprihatinkan ialah bahwa Islam kalaupun
boleh tampil, maka ia harus tampil dengan semangat "berkoalisi" dengan
nilai-nilai lain di luar Islam.

Disinilah pentingnya kita belajar dari *Siroh Nabawiyyah* (Sejarah
Perjuangan Nabi shollallahu 'alaih wa sallam). Bagaimanakah Nabi shollallahu
'alaih wa sallam dan para sahabat berjuang ketika masih dalam keadaan lemah?
Dalam keadaan mereka menjadi kelompok minoritas, tertindas dan terbatas
ruang geraknya? Bagaimana mereka berjuang ketika masih di Mekkah sebelum
hijrah ke Madinah? Bagaimana mereka berjuang di era kepemimpinan kaum
kuffar?

Sekurang-kurangnya ada tiga ciri menonjol perjuangan mereka ketika masih di
Mekkah sebelum hijrah ke Madinah.

*Pertama, *Nabi shollallahu 'alaih wa sallam dan para sahabat menunjukkan
ke-istiqomahan yang luar biasa. Di tengah kejahiliyahan dan kemusyrikan yang
menggejala mereka tampil dengan semangat:

íóÎúÊóáöØõæäó æó áóßöäú íóÊóãóíøöÒõæäó

*"Berinteraksi (dengan masarakat) namun (menunjukkan) keistimewaan."*

Di satu sisi mereka aktif hidup di tengah masyarakatnya yang jahiliyyah dan
menyembah berhala, namun mereka sanggup mempertahankan keistimewaan,
terutama keistimewaan aqidah, keistimewaan fikrah (ideologi) dan
keistimewaan akhlak.

Mereka tidak mengucilkan diri dari masyarakat walaupun masyarakatnya
tenggelam dalam kejahiliyahan dan kemusyrikan. Mereka tidak mengisolasi diri
dari realitas masyarakat betapapun keadaannya. Namun interaksi para sahabat
di tengah masyarakat seperti itu tidak juga menyebabkan mereka
terkontaminasi dan menjadi ikut-ikutan jahiliyyah apalagi menjadi musyrik…!

*Kedua,* interaksi yang dijalin para sahabat di tengah masyarakat jahiliyyah
mengandung kejelasan misi. Yaitu misi da'wah Islam. Para sahabat di bawah
komando Nabi shollallahu 'alaih wa sallam sangat aktif, intensif dan
persuasif mengajak setiap anggota masyarakat musyrik Mekkah untuk menuju
jalan Allah ta'aala. Mereka sangat faham bahwa menjadikan setiap manusia
non-muslim mau mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan kegiatan paling
mulia dan utama bila ingin menyaksikan terjadinya perubahan hakiki
masyarakat ke arah perbaikan.

æóãóäú ÃóÍúÓóäõ ÞóæúáðÇ ãöãøóäú ÏóÚóÇ Åöáóì Çááøóåö æóÚóãöáó ÕóÇáöÍðÇ
æóÞóÇáó Åöäøóäöí ãöäó ÇáúãõÓúáöãöíäó

*"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang menyerah diri" (QS Fushilat ayat 33)*

Mereka tidak menghabiskan waktu untuk sebatas berdagang apalagi tenggelam
dalam hiburan-hiburan bersama masyarakat musyrik dimana mereka hidup. Para
sahabat sangat menginginkan keimanan menyebar dan masuk ke dalam hati setiap
orang yang ia jumpai. Karena hanya dengan iman dan Islam sajalah seseorang
akan meraih keselamatan sejati di sisi Allah ta'aala. Dan para sahabat telah
merasakan sendiri betapa manisnya iman dibandingkan dengan kepahitan hidup
sebelumnya dalam kekufuran dan kemusyrikan...!

*Ketiga, *Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam dan para sahabat ketika
masih berjuang di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah tidak sedikitpun
menunjukkan sikap kompromi terhadap sistem dan ideologi jahiliyyah.

Oleh karenanya, sebelum hijrah Nabi dan para sahabat tidak pernah menjalin
negosiasi apapun dengan kaum musyrikin. Negosiasi baru pertama kali
disepakati antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin yaitu saat Perjanjian
Hudaibiyah. Ketika itu muslimin telah hijrah dan memiliki kekuatan sehingga
bargaining position mereka diperhitungkan musyrikin.

Pernah satu kali gembong musyrikin mengajak Nabi shollallahu 'alaih wa
sallam berkompromi sewaktu masih di Mekkah sebelum hijrah, yaitu saat mereka
menawarkan untuk bersama kaum muslimin menyembah tuhan kaum muslimin yaitu
Allah ta'aala selama satu tahun asalkan selama satu tahun berikutnya kaum
muslimin siap menyembah berhala-berhala kaum musyrikin bersama kaum
musyrikin.

Apa jawaban Nabi shollallahu 'alaih wa sallam? Nabi shollallahu 'alaih wa
sallam tidak menjawab, melainkan Allah ta'aala menurunkan wahyu sebagai
berikut:

Þõáú íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáúßóÇÝöÑõæäó áóÇ ÃóÚúÈõÏõ ãóÇ ÊóÚúÈõÏõæäó æóáóÇ ÃóäúÊõãú
ÚóÇÈöÏõæäó ãóÇ ÃóÚúÈõÏõ æóáóÇ ÃóäóÇ ÚóÇÈöÏñ ãóÇ ÚóÈóÏúÊõãú æóáóÇ ÃóäúÊõãú
ÚóÇÈöÏõæäó ãóÇ ÃóÚúÈõÏõ áóßõãú Ïöíäõßõãú æóáöíó Ïöíäö

*"Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang
kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak
pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula)
menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah,
agamaku". (QS Al-Kafirun ayat 1-6) *

Sumber: Eramuslim.com. Jumat, 05/12/2008 19:13 WIB

http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/berjuang-di-era-kepemimpinan-kaum-kuffar.htm


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai US$ 1.490
Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam? Kirim email ke [email protected]! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke