Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saudara-2ku seiman dan seakidah, berikut ini adalah ajakan untuk berpikir
jernih dan cerdas dalam upaya memilih calon-calon pemimpin negeri kita.
Yang jelas Allah SWT melarang umat Islam untuk memilih pemimpin dari kalangan
nasoro dan yahudi, silahkan lihat surat Al Maidah ( tolong koreksi bila saya
salah).
DULU, kita memilih partai, dan urutan no caleg menjadi penentu apakah caleg
tersebut lolos menjadi anggota dewan. Artinya, meskipun caleg dengan nomor
urut atas jumlah suaranya kurang, tetap saja sangat besar peluangnya
menjadi anggota dewan, karena limpahan suara dibawahnya yang kurang atau
kelebihan suara urutan di bawahnya. Ini sama saja membeli kucing dalam karung.
Data menunjukkan, bahwa kebanyakan urutan atas caleg pada partai-2 yang
berazas nasionlis, banyak didominasi orang-2 non-muslim. Siapakah yang
menentukan jadi atau tidaknya menjadi caleg tsb menjadi anggota dewan ?
Jawabannya tentu UMAT ISLAM. Karena, melalui jaringan gereja, umat nasoro
diarahkan untuk memilih partai dari kalangan partai nasoro.
SEKARANG, dengan adanya putusan MK saat ini, keadaan menjadi banyak berubah.
Karena dengan putusan MK tsb, kita tidak lagi memilih partai, tetapi memilih
langsung caleg. Sehingga tidak ada jaminan urutan nomor atas pasti menjadi
anggota dewan. Ini harus dimanfaatkan umat Islam.
Sehingga, pada tanggal 9 April nanti :
- Jangan golput. Karena akan mengurangi porsi umat Islam yang akan menjadi
pemimpin kita, sekaligus memberikan peluang yang besar kaum nasoro menjadi
petinggi-2 negara kita. Karena, lagi-2 melalui jaringan gereja, mereka melarang
umatnya golput. Mau .....?
- Dengan adanya putusan MK tsb, apapun partai yang dipilih, pastikan caleg yang
anda pilih adalah caleg beragama ISLAM.
- Bagi saudara-2ku yang masih mempunyai kepedulian terhadap negara kita ini,
mohon sampaikan dan sebarluaskan himbauan ini ke siapa saja yang anda kenal.
terutama teman dan kerabat.
5 TAHUN KE DEPAN INDONESIA SANGAT BERGANTUNG DARI KITA SEMUA. SELAMAT BERJUANG.
Semoga bermanfaat, dan diridhoi Allah SWT.
Wass. Wr. Wb.
Anti
[Non-text portions of this message have been removed]