Wacana pengijinan polwan muslim untuk menggunakan jilbab oleh Kapolda Jatim
banyak mendapat tentangan oleh mereka yang biasa berkiblat ke barat.
Padahal berjilbab adalah hak muslimah, dan di hadapan Allah menjadi
kewajiban.  Kemana toleransi yang senantiasa didengungkan?  Sementara di
barat sana, tepatnya di Norwegia para Polwan sudah diizinkan mengenakan
jilbab

 

 


Jilbab di Kesatuan Polisi Norwegia


By Republika Newsroom
Jumat, 06 Februari 2009 pukul 10:41:00 

KELTOUM HASNAOUI: Polwan yang mengenakan jilbab pertama kali dalam sejarah
Polisi Norwegia 

OSLO - Pemerintah Norwegia menyetujui peraturan baru, yakni mengijinkan
aturan seragam polisi untuk mengakomodasi jilbal. Keputusan itu langsung
saja mendapat sambutan suka cita komunitas Muslim di negara Skandinavia
tersebut.

Ini adalah bentuk sikap baik dan terbuka terhadap komunitas Arab dan Muslim
di Norwegia," ujar Brahim Belkilani, kepala Liga Islam di Norwegia," seperti
yang dilansir oleh IslamOnline.net, 5 Februari lalu.

Pemerintah mengumumkan keputusan tersebut Rabu (4/02) lalu, menyatakan jika
anggota polwan dapat mengenakan jilbab jika mereka menginginkan.

Keltoum Hasnaoui, 23 tahun, Muslim berdarah Ajazair, telah mengirimkan surat
petisi kepada Menteri Hukum dan Keadilan, yang berisi tulisan ingin bekerja
dalam kesatuan polisi tanpa melepaskan jilbabnya.

"Setelah dinasehati oleh Direktorat Kepolisian, akhirnya diputuskan aturan
untuk seragm polisi akan dimodifikasi dengan memasukan pasal membolehkan
penggunaan pentup kepala--untuk tujuan keagamaan--bersama dengan seragam,"
ujar Menteri dalam sebuah pernyataan tertulis.

Direktur Dewan Polisi Nasional, Ingelin Killengreen mengatakan keputusan
tersebut merupakan bagian upaya pengadilan untuk memberdayakan komunitas
Muslim.

"Kami pikir perlu untuk memberdayakan secara luas, dan mengembangkan
kesatuan polisi yang mencerminkan seluruh kelas masyarakat, tanpa
memperdulikan agama dan etnis. Ini lebih penting ketimbang menuntut seragam
yang netral," ujarnya.

"Sangat penting bagi seluruh elemen dalam masyarakat kami merasa sebanding
dalam hubungannya dengan polisi," imbuh Menteri lagi

Bekilani, pemimpin Muslim berharap aturan baru itu akan mendorong wanita
Muslim lain untuk bergabung dengan kepolisian.

Beberapa negara Eropa lain, yang telah mengijinkan penggunaan jilbab dalam
kesatuan polisi adalah Swedia dan Inggris.

Integrasi.

Belkilani, meyakini jika mengakomodasi kebutuhan religius umat Muslim dalam
kepolisian akan memperkuat stabilitas dalam masyarakat. "Politisi
mengirimkan pesan jelas kepada komunitas Muslim dan Arab jika kelompok ini
tidak didiskriminasi," ujarnya

Ia juga percaya jika komunitas Islam akan menikmati seluruh hak seperti
halnya warga lain di masyarakat. "Hukum memperlakukan seluruh organisasi
keagamaan tanpa perbedaan," ujar Belkilani. "

Jumlah umat Muslim di Norwegia diperkirakan berjumlah 150 ribu orang, dalam
populasi total sebesar 4,5 juta penduduk. Mayoritas Muslim berasal dari
latar belakang Pakistan, Somalia, Irak, dan Maroko. Kini terdapat hampir 90
organisasi Muslim dan Pusat Islam di seantero Norwegia./it

 

 

 

 

 

Silakan kunjungi

www.pojok-rehat.blogspot.com

matur nuwun....

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke