Dari Moderator: Seruan Raja Arab untuk melawan Israel cukup bagus. Namun itu tidak akan bisa dilakukan jika Raja Arab membiarkan tentara AS (yang merupakan pendukung Israel) berada di tanah Arab.
Raja Abdullah pertama-tama harus bisa menyingkirkan tentara AS dari tanah Arab Saudi, baru dia bisa menyeru persatuan Arab melawan Israel. Berikut berita dan foto2 dari EraMuslim.com tentang kemesraan tentara Arab dan AS. Bagaimana negara2 Arab bisa melawan Israel jika mereka berteman dengan AS pendukung Israel nomor satu? http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tentara-the-united-states-of-saudi-arabia.htm Mesranya, Tentara AS dan Saudi Raja Abdullah, pemimpin Arab Saudi dikenal dekat dengan AS. Bahkan terhadap mantan presiden AS George W. Bush, Raja Abdullah banyak memberikan bantuan secara finansial dan juga keleluasaan dalam menentukan kebijakan militer AS dan Barat di Arab Saudi yang juga berimbas pada kawasan Timur Tengah. Tidak jauh dengan rajanya, tentara Arab Saudi pun mau tak mau menjadi akrab dengan tentara AS. Ibaratnya, guru kencing berdiri, ya murid pun kencing berlari. Mereka sering mengadakan acara bersama. Mulai latihan perang bersama, sampai acara santai. Berikut foto-foto yang menunjukan betapa "mesranya" hubungan antara tentara AS dan Arab Saudi. Wassalam RIYADH,KOMPAS.com-Raja Arab Saudi Abdullah menyerukan persatuan Arab dan Palestina melawan "agresi" Israel ketika ia membuka sidang Dewan Shura (konsultatif) baru kerajaan itu, Selasa (24/3). Berbicara satu pekan sebelum pertemuan puncak Liga Arab di Qatar, Abdulah mengatakan pada badan yang memiliki 150 anggota yang ditunjuk itu bahwa perbedaan di antara negara-negara Arab dan Islam telah dieksploitasi oleh Israel dan menyebabkan situasi buruk di kawasan itu. Namun ia menambahkan bahwa perselisihan yang mendalam di antara kelompok-kelompok Palestina sebagai tantangan bagi persatuan Arab. "Tantangan yang dihadapi negara Anda, pada tingkat domestik dan tingkat negara-negara Arab dan Islam...minta sebanyak dua kali tanggungjawab dalam menghadapi tantangan karena tantangan itu muncul satu setelah yang lainnya, termasuk agresi Israel yang membuat kerusakan di tanah tersebut (Gaza)," katanya. "Kekhawatiran khususnya adalah perselisihan Palestina di antara saudara-saudara yang lebih serius dalam membahayakan urusan kita ketimbang agresi Israel," kata raja. Agresi 22 hari Israel yang menewaskan ribuan warga Gaza pada Desember dan Januari lalu telah memperdalam perselisihan antara penguasa wilayah itu Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang didukung-Barat. Agresi itu juga menciptkan keretakan di dunia Arab antara pemerintah seperti Qatar dan Suriah yang menyuarakan dukungan pada Hamas, dan Arab Saudi serta Mesir yang berpihak dengan tegas pada Abbas. Arab Saudi sejak itu mendorong keras rekonsiliasi Arab, menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Suriah, Mesir dan Kuwait untuk pertemuan puncak 11 Maret dalam upaya untuk menyelesaikan perbedaan sebelum pertemuan puncak Arab yang ditetapkan pada 29 dan 30 Maret. Kerajaan itu juga telah minta berulang kali pada gerakan Islam Hamas untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin Palestina. Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]

