Surat Terbuka Untuk Raja Arab Saudi, Perdana Menteri Turki dan Presiden
Indonesia yang hadir pada Pertemuan Puncak G20 di London tanggal 2 April 2009
Sejak tahun 1999, G20 telah menjadi organisasi terdepan yang merancang
arsitektur keuangan yang pada saat ini telah tumbang di depan mata. Hal ini
telah menjadi sebuah kesalahan dalam kebijakan ekonomi dan keuangan yang telah
memicu krisis ekonomi internasional yang terburuk sejak terjadinya Depresi
Besar. Pertemuan Puncak itu tidak hanya memalingkan perhatian sementara para
pengelola keuangan sedang kalang kabut tak tentu arah tapi juga secara positif
mendorong pasar bebas menjadi tidak terkendali yang telah menyebabkan situasi
buruk yang terjadi di depan kita. Namun pada saat ini, organisasi itu mengklaim
diri sebagai organisasi yang akan menyelamatkan dunia dari kehancuran keuangan,
suatu klaim yang akan menjadi bahan tertawaan jika tidak dikarenakan oleh
situasi yang kita saksikan pada hari ini.
Menjadi sangat ironis ketika Pertemuan Puncak G20 yang terakhir itu sedang
berlangsung di London yang merupakan rumah spiritual dari bank-bank terbesar di
dunia dan dan modal derivatif dunia, dua instrument yang membawa dunia ini
terpuruk. Alih-alih menanggulangi penyebab gagalnya sistem kapitalis
modern,negara-negara G20 pada saat ini malah melakukan perubahan kosmetik
sementara dunia sedang terbakar.
Alih-alih ingin memulihkan stabilitas keuangan di seluruh dunia, kebijakan yang
mereka buat malah meningkatkan ketidakstabilan di pasar global dari hari ke
hari. Dan alih-alih mendapatkan harapan baru bagi semua negara, G20 terus
melanjutkan politik untuk membantu kaum elit diatas pundak masyarakat jelata.
Sementara triliunan dollar telah digelontorkan untuk memberi talangan keuangan
bagi bank-bank dan perusahaan-perusahaan asuransi, sehingga bagian dunia yang
miskin menjadi semakin miskin dan bagian dunia yang sakit menjadi semakin
sakit. Pasar uang dan ekonomi global terus menghadapi tantangan global yang
serius dan kekejaman yang terus-menerus dikarenakan krisis ini dan
ketidakpastian menunjukkan perlunya tindakan mendesak.
Namun tindakan yang diperlukan itu bukanlah dengan mengulangi kesalahan yang
menyebabkan kita masuk ke dalam krisis ini pertama kali. Apa yang menyebabkan
kita berada dalam kekacauan ini adalah pemberian peminjaman yang serampangan,
namun pada hari ini negara-negara G20 mengemis kepada bank-bank untuk
melanjutkan pemberian pinjaman itu. Apa yang menyebabkan kita masuk dalam
kekacauan ini adalah kebijakan moneter yang nekat, namun pada hari ini
bank-bank sentral melalui kemudahan kuantitatif dan uang cetak yang merendahkan
nilai mata uang kertas mereka sendiri seakan-akan tidak ada lagi hari esok. Apa
yang menyebabkan kita masuk dalam kekacauan ini adalah budaya keserakahan dan
berlebih-lebihan, keuangan setara dengan Sodom dan Gomorah, namun sekarang
bunga khusus sedang diberikan oleh para pembayar pajak untuk membeli asset-aset
murah perbankan yang sudah ditalangi oleh para pembayar pajak itu .
Apa yang menyebabkan kita masuk dalam kekacauan ini adalah kegagalan regulator
dengan proporsi yang besar, namun otoritas regulator yang sama dari
departemen-departemen keuangan, bank-bank sentral, badan-badan pengawas
keuangan dan IMF sedang disodorkan sebagai bagian dari solusi! Apa yang kita
harus benar-benar pahami adalah akar dari krisis keuangan internasional dan
mengidentifikasi pelajaran yang harus kita ambil untuk menghindari hal ini
terjadi lagi. Tetapi kita malah sedang disuapi dengan diet orang yang anemia
dan kebijakan-kebijakan retorika yang sifatnya polesan. Namun apa yang kita
perlu lakukan secara mati-matian adalah dengan mengambil kesempatan ini untuk
benar-benar merubah secara menyeluruh seluruh sistem keuangan internasional.
Negara-negara anda juga sedang menghadapi kepurukan ekonomi, Arab Saudi
menghadapi defisit dan mengalami defisit luar negeri yang signifikan dan
mengalami kerugian dengan membanjirinya minyak, Turki yang pernah dibanggakan,
harus mengandalkan dana talangan dari IMF sedangkan Indonesia yang paling
banyak penduduk Muslimnya,harus mengemis kepada Barat untuk mendapatkan mata
uang asing untuk membayar tagihan luar negeri. Umat Muslim tidak dapat
melanjutkan jalan yang menyebabkan bencana ekonomi yang sama. Model ekonomi
Islam adalah model yang telah dicoba dan dipercaya, yang telah menseimbangkan
naluri-naluri individual dengan kebutuhan masayarakat, yang meletakkan kemajuan
ekonomi sejajar dengan kemajuan spiritual, yang mempromosikan perdagangan
sambil tidak lupa bahwa kekayaan terbesar masyarakat adalah nilai-nilai dan
keyakinannya.
Hizbut-Tahrir menyerukan kepada kaum Muslim dunia tiga hal:
1 Kaum Muslim dunia harus membuat model ekonomi alternatif.. Negara Khilafah
adalah satu-satunya kendaraan untuk membentuk sistem ekonomi Islam dan pada
hari ini memberikan sebuah kesempatan unik untuk bisa menunjukkan pada dunia
bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengelola urusan ekonomi. Ketika dulu
Muslim dunia menerapkan Islam Islam secara keseluruhan dan bersatu, mereka
menjadi kekuatan raksasa dalam urusan global, yang pernah memimpin dalam bidang
sains, kesejahteraan, kesehatan dan yang berjasa mengeluarkan Eropa dari zaman
kegelapan.Pada hari ini,kita merupakan seperempat dari populasi dunia, kita
memiliki dua pertiga minyak dunia, kita memiliki militer yang jika digabungkan
menjadi lebih dari 5 juta personil namun suara kita masih tidak signifikan dan
tanah kita masih diduduki. Adalah para pemimpin, termasuk anda, yang merupakan
kendala atas kebangkitan ini, anda lebih memilih untuk menjadi pengikut Barat
daripada menjadi pemimpin yang
sebenarnya, anda lebih memilih untuk hidup dalam jangka pendek daripada
melakukan pengorbanan untuk sukses jangka panjang, anda menilai isu-isu
nasionalistik yang sempit di atas masalah-masalah umum yang sedang dihadapi
oleh dunia Muslim. Namun kesatuan politik pada hari ini akan memungkinkan kita
untuk bersama-sama menjadi lebih kuat, suatu prasyarat jika kita ingin berhasil
dalam menantang kekuatan global abad 21.
2Terapkan mata uang baru yang berlandaskan standar emas atau perak logam.
Prinsip-prinsip Islam yang nyata atas uang saat ini tidak dapat dipersoalkan
lagi, atau anda juga jangan pernah membiarkan kesejahteraan diri anda sendiri
terikat oleh kebijakan pemerintahan luar negeri yang serampangan. Mata uang
kertas anda pada saat in adalah bayang-bayang dollar AS atau anda,karena
alasan-alasan bodoh, telah memutuskan untuk berinvestasi secara substansial di
luar negeri, dalam asset atau mata uang dollar, euro atau ponsterling, sehingga
mata uang menjadi begitu rendah dan akhirnya telah menyebabkan tekanan
finansial di seluruh dunia. Hal ini hanya akan menjadi lebih buruk dengan
defisit anggaran yang memecahkan record dan penyelewengan anggaran yang Amerika
Serikat dan pemerintah barat lainnya kini terlibat.Akhiri ketergantunganAnda
pada dollar AS dan mata uang kertas lainnya sekarang sebelum terlambat dan
sebelum pemerintah Cina memutuskan, karena mereka
pasti akan lakukan itu, untuk meninggalkan dollar. Maka pada saat itu semua
investasi anda tidak akan berarti apapun seperti yang sekarang terjadi dengan
cepat.
3 Tutup semua kasino finansial seperti bursa saham, investasi perbankan atau
pintu-pintu lain yang menjual asset-asset beracun finansial.Ekonomi Islam
melarang riba dan tidak akan membolehkan semua jenis peminjaman yang berlebihan
yang terkadang mencapai 30 kali modal bank secara keseluruhan, yang kita lihat
berulang kali dilakukan oleh bank-bank Barat. Islam juga melarang spekulasi dan
penimbunan yang merupakan inti sistem keuangan Barat. Ekonomi kita harus ditata
ulang atas pada suatu rancang bangun yang real bukan pada rancang bangun
keuangan, yang berdasarkan manufaktur yang real bukan akuntansi yang palsu.
Investasikan pada proyek-proyek yang nyata di dalam negeri bukan pada asset
keuangan yang menganggur di luar negeri, tanggulangi kemiskinan sebagai
prioritas, bukan hanya memberi talangan pada orang-orang kaya, investasikan
pada infrastruktur jangka panjang dan bukan pada tempat-tempat hiburan untuk
wisatawan Barat. Kami tahu bahwa Anda sebagai
penguasa telah datang ke Pertemuan Puncak ini tidak menawarkan alternatif,
namun anda datang untuk menyanyikan bait-bait pujian atas sistim kapitalis yang
telah runtuh. Anda telah membuktikan diri anda menjadi tidak berarti apapun
selain menjadi kaki tangan kriminal kapitalis global yang saat ini mempengaruhi
jutaan orang di dunia Muslim. Apa yang yang dibutuhkan oleh dunia Muslim pada
hari ini bukanlah para penguasa yang sangat merendahkan diri dan tanpa malu
mengikuti Barat tetapi yang dibutuhkan adalah para negarawan yang visioner,
bukannya para wayang yang akan menyetujui penawaran dari Barat melainkan yang
dibutuhkan adalah singa-singa yang akan membawa penduduk dunia kedalam dunia
baru yang terang benderang
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->
G20 yang dengannya anda bangga sebagai anggotanya tidak akan mengajukan
pemikiran apapun yang segar, dan dunia juga tidak membutuhkan model kapitalisme
yang lain, sistem ini sudah sangat bangkrut sehingga harus diganti sepenuhnya.
Apa yang menjadi kebutuhan dunia adalah sebuah alternatif baru yang radikal
dengan nilai baru, yang terjalin dengan nilai-nilai baru, inilah esensi Sistim
Ekonomi Islam.Pada hari ini Jumat, 3 April 2009, 8 Rabiul Al-Akhir 1430
Hijriah, Hizb ut-Tahrir meluncurkan sebuah buku baru di London dan
Beirut,sebuah kompilasi dari serangkaian makalah yang disampaikan pada
konferensi ekonomi internasional di Sudan pada bulan Januari 2009 . Buku, yang
berjudul ” Towards a Tranquil Safe World under the Shade of the Economic System
of Islam (Menuju Dunia yang Aman di Bawah Naungan Sistem Ekonomi Islam) “,
secara mendalam meneliti penyebab krisis dan mencantumkan Islam sebagai
alternatif satu-satunya. Allah (swt) berfirman “Sesungguhnya
Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa
kebenaran”
[Terjemahan Alquran 39:41]
Hizb ut-Tahrir Inggris 31 Maret 2009 5. Rabi `Al-Akhar 1430 H
[Non-text portions of this message have been removed]