---------- Forwarded message ----------
From: Toufiq Hidayat <[email protected]>
Date: Tue, 7 Apr 2009 20:27:20 +0700
Subject: Kita pasti menang
To: [email protected]

Sebuah posting yg menyemangati
ALLAHU AKBAR


Kita Pasti Menang !
Posted by Akmal on Mar 11, 2009 for everyone
assalaamu’alaikum wr. wb.

Konon, Mao Tse Tung (Mao Zhedong, menurut dialek yang lain) sang
pemimpin besar Republik Rakyat Cina yang memerintah secara absolut
hingga akhir hayatnya memiliki kebijakan yang unik untuk memelihara
stabilitas negerinya.  Menurut sebagian sumber, Mao mengirimkan
instruksi kepada kepala-kepala polisi di seluruh pelosok RRC untuk
mengeksekusi sejumlah orang setiap bulannya, sesuai kuota yang telah
ia tentukan sendiri.  Tuduhannya boleh dikarang-karang sendiri,
asalkan kuota jumlah kematian terpenuhi.  Eksekusi pun dilakukan di
tengah kota, dan para terpidana mati itu digantung di atas
gedung-gedung tinggi, setelah sebelumnya dihina dan dipermalukan di
depan umum.  Rakyat pun menyaksikan kekejaman dengan mata kepalanya
sendiri, dan akhirnya sedikit saja yang berani melawan pemerintah
komunis di negeri itu.  Seorang wanita bahkan ditembak mati, dan
setelah itu biaya pelurunya dibebankan pada keluarganya sendiri.

Joseph Stalin konon sangat menikmati saat-saat duduk di ruang
kerjanya, menandatangani surat keputusan eksekusi yang disertai
lampiran daftar nama orang yang tidak lain adalah warganya sendiri.
Di ruang yang tenang itu, barangkali ia merasakan sensasi ‘menjadi
Tuhan’ yang bisa menentukan hidup-matinya seseorang, mirip seperti
seorang raja zalim yang pernah sesumbar di hadapan Nabi Ibrahim as.
Sang raja mengalami blunder ketika Nabi Ibrahim as. menyuruhnya
menerbitkan matahari dari arah barat, sedangkan Stalin kemungkinan
besar merasa malu sekali ketika berjumpa dengan malaikat maut yang
ternyata tidak merasa pernah bersekutu dengannya.

Daftar panjang kekejaman manusia tidak akan habis dirunut oleh blogger
manapun.  Mulai dari anak Nabi Adam as. yang membunuh saudaranya
sendiri (padahal saat itu di Bumi hanya ada satu keluarga manusia),
Hindun yang merobek perut dan dada Hamzah ra. yang telah syahid, para
serdadu Mesir yang melepas anjing-anjing buas untuk memangsa Zainab
al-Ghazali, dan pelanggaran HAM harian yang terjadi di Abu Gharib,
Guantanamo, penjara-penjara Zionis, dan berbagai tempat lainnya.

Itulah rasa takut yang seringkali dimunculkan untuk mengintimidasi
lawan.  Kalau sudah merasa terancam, sebagian manusia secara refleks
akan melakukan intimidasi.  Mirip hukum jalanan ; ketika sebuah mobil
menyenggol mobil lain, maka seringkali yang dianggap benar adalah yang
paling duluan (atau yang lebih galak) membentak.  Semakin menakutkan,
semakin besar kemungkinan jadi pemenang.

Islam sangat memahami nilai sebuah intimidasi, dan dalam keadaan
tertentu ia boleh (bahkan sangat perlu) digunakan.  Kita ingat
bagaimana musuh-musuh Islam gemetar ketakutan mendengar gemuruh dzikir
“Ahad...  Ahad...  Allaahu Ahad...!” dari mulut para mujahid Perang
Badar.  Dahulu mereka mendengar dzikir itu mengalun lirih dari mulut
Bilal ra. yang tengah disiksa oleh majikannya.  Namun pada saat Perang
Badar, yang dulunya budak berubah menjadi pemimpin kharismatik.
Ketika ia meneriakkan “Ahad...  Ahad...  Allaahu Ahad...!”, maka yang
lain pun mengikutinya.

Di kesempatan yang lain, panglima perang Islam pun pernah membuat
jenderal Romawi bergidik ketakutan.  Pasukan Muslim jauh lebih
sedikit, namun kharismanya begitu menakutkan lawan.  Simaklah
kata-kata sang panglima : “Aku datang kepadamu dengan membawa pasukan
yang mencintai kematian sebagaimana pasukanmu mencintai kehidupan!”
Jangan lupakan pula panglima Islam lainnya yang tidak sudi memikirkan
kemungkinan kalah sehingga ia membakar semua kapalnya di pantai
wilayah musuh.  Siapa yang tidak takut menghadapi lawan seperti
mereka?

Namun kisah-kisah ketakutan musuh-musuh Islam menghadapi para mujahid
bukan sekedar kisah indah di masa lampau.  Hingga jaman modern pun,
Islam nampak begitu menakutkan bagi mereka yang memusuhinya.  Semangat
jihad-lah yang membuat rakyat Aceh begitu menyusahkan tentara kolonial
Belanda, sampai-sampai ketika Teuku Umar wafat pun, jandanya masih
membuat mereka repot.  Cut Nyak Dhien, dalam usianya yang sudah cukup
tua ketika ditangkap, masih nampak begitu menakutkan di mata Belanda,
hingga akhirnya diasingkan ke Sumedang.  Tanyakanlah pada tentara
sekutu, betapa menakutkannya takbir yang diteriakkan oleh Bung Tomo.
Seruan jihad menggema di seluruh pelosok kota, dan ribuan orang
menyabung nyawa dalam pertempuran yang sangat dahsyat yang dikenang
selamanya oleh rakyat Indonesia.

Kita juga tidak lupa bagaimana Syaikh Ahmad Yassin, yang tubuhnya
sudah begitu renta, ternyata perlu dilumpuhkan dengan sebuah roket.
Tak ada satu pun tentara Zionis yang cukup jantan untuk maju ke depan
dan menembak kepalanya.  Persis seperti konspirasi pembunuhan Hasan
al-Banna, ketika mereka mengerahkan sniper yang menembak berkali-kali
dan menyuruh beberapa petugas polisi Mesir untuk menghalau massa agar
tidak menolong beliau.  Semua orang tahu bahwa ada banyak orang yang
akan memasang badan untuk melindungi Hasan al-Banna dari peluru-peluru
itu.  Tidak ada yang cukup jantan untuk berhadap-hadapan dengannya,
satu lawan satu.

Kaum Zionis masa kini belajar banyak dari Fir’aun di masa lalu.
Sebagaimana Fir’aun, mereka pun berusaha membunuh anak-anak musuhnya,
agar di kemudian hari tidak tumbuh menjadi orang yang menyulitkan
mereka.  Apa dinyana, setelah Gaza digempur belasan hari, dan seribu
lebih orang Palestina syahid, justru ribuan bayi lahir dari rahim para
ibu yang mendambakan anak-anaknya menjadi syuhada.  Begitu takutnya
kaum Zionis pada anak-anak itu, sehingga batu pun bisa lebih
menakutkan dibanding bedil yang mereka pegang sendiri.

Kita tidak perlu membunuh sekian ribu orang untuk menjadi orang yang
menakutkan seperti Mao Tse Tung dan Joseph Stalin.  Kita tidak perlu
menyiksa orang atau rajin membentak, hanya sekedar untuk mendapatkan
rasa hormat dari orang lain.  Kita bahkan tak perlu mengintimidasi,
kalau bukan dalam keadaan terpaksa.

Rasulullah saw. telah seringkali mengajari kita untuk mendapatkan rasa
hormat dan menunjukkan wibawa di hadapan orang lain.  Berwibawa dan
terhormat tidak berarti harus jadi orang yang brengsek dan
menyebalkan.  Komitmen pada kebenaran, tegas, dan kepribadian yang
kuat, semuanya membuat para hamba syetan ketakutan.  Sungguh amat
disayangkan bila umat Muhammad saw. ini merasa bingung dan putus asa
menghadapi intimidasi musuh, karena sebenarnya aqidah kitalah yang
paling ditakuti orang di seluruh penjuru muka bumi.

Kita pasti menang!  Mereka tahu itu.

wassalaamu’alaikum wr. wb.

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com


------------------------------------


===
Paket Umrah Mulai US$ 1.490
Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam? Kirim email ke [email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore http://www.demimasa.co.id

Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: 
http://agusnizami.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke