Subject: Fw: Ketika Dokter Memaknai Salat
To: begundal-salemba@ yahoogroups. com
Date: Saturday, March 21, 2009, 8:49 AM





Oleh dr. M. Aron Pase 

Kebanyakan buku-buku tentang shalat serta manfaatnya ditulis dan dikarang para 
sarjana agama, baik berprofesikan ustadz maupun ulama. Dan buku-buku tersebut 
sangat sering kita dapatkan dan kadang (maap!) kurang menyentuh akan makna 
shalat yang sebenarnya bahkan sedikit bias. Tapi jika buku tentang shalat yang 
dikarang oleh seorang dokter jelas akan berbeda. Pasti ada hubungan erat antara 
fungsi shalat dengan kesehatan. 

"Ketika dokter memaknai shalat", itulah judul buku kecil yang terdiri dari 69 
halaman yang menjadi judul artikel penulis kali ini. Buku ini ditulis oleh 
seorang dokter spesialis bedah-onkologi (bedah-tumor) , dr. Bahar Azwar, 
SpB-Onk, dokter lulusan FK-UI tinggal di Jakarta . 

Buku yang sangat menarik dan mengajak pembaca untuk lebih memahami makna shalat 
dari aspek kesehatan. Selama ini shalat yang kita lakukan lima kali sehari 
sebenarnya telah memberikan invesatsi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan 
kita. Mulai dari berwudu' (bersuci), gerakan shalat sampai dengan salam 
memiliki makna kesehatan yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, 
mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sekali hanya 
sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan 
dari rukun Islam yang kedua ini. 

Manfaat Kesehatan dari Berwudu' (Bersuci) 

Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus 
tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga 
mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi (tempat pembuangan dari zat-zat yang tak 
berguna melalui pori-pori) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang 
nyeri, panas, sentuhan serta tekanan. 

Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat 
keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metoda menjaga 
kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalau kulit sering kering akan 
sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. 

Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, 
selaput lendir dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar 
( pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit 
merupakan tempat berkembangnya banyak kuman dan flora normal, diantaranya 
Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, 
Mycobacterium sp (peny. TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat 
kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, 
Hemophilus sp. 

Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan 
operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20 
tapi sudah dibudidayakan- Nya bagi umat Islam dengan bersuci sejak abad ke-14 
yang lalu. Luar biasa!. 

Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan 
penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut diantara sela gigi yang 
jika tidak dibersihkan (dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya 
akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan 
dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari 
infeksi gigi dan mulut. 

Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung 
sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring) . Fungsinya untuk mensucikan 
selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. 

Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan 
pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran 
pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. 

Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta 
telapak kaki yang tak akalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi kuman 
khususnya infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita 
ini. 

Manfaat Kesehatan Shalat 

Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah 
latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal 
pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan. 

Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang 
melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua 
jenis otot, yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan 
mendekatkankanya (adductor) . Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan 
merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan 
mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang 
membawa oksigen menjadi lancar. 

Dengan Ruku' memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena 
sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku' 
dilakukan dengan benar, yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada 
leher. Ruku' mengempiskan pernapasan. Hal ini terjadi karena tekanan negatif 
pleura (tekanan dalam rongga paru) akibat dari pengecilan rongga dada.. 
Pelurusan tulang belakang pada saat ruku' berarti mencegah terjadinya 
pengapuran. Selain itu, ruku' adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk 
mencegah keluhan prostate. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. 
Sedangkan penekanan kandung kencing oleh tulang belakang dan tulang kemaluan 
akan melancarkan kemih. 

Getah bening (limfe) adalah cairan tubuh, bukan darah dan mempunyai pembuluh 
serta sistemnya. Tugas utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit 
yang berkeliaran di dalam darah. Cairan ini berasal dari darah, air, protein, 
garam dan bahan penyakit yang merembes ke dalamnya. Sel yang berfungsi di 
kalenjar limfe ini adalah sel T dan sel B. 

Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai-perut dan dada ke leher karena 
merasa lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, 
memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran 
darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia 
tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak 
heran kalau ada di sebagian sahabat menceritakan bahwa Rasulullah sering lama 
dalam bersujud. 

Duduk diantara dua sujud dapat mengaktifkan kalenjar keringat karena bertemunya 
lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh 
darah balik diatas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi 
seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal 
kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang 
tubuh kita. 

Gerakan salam yang merupakan penutup shalat, dengan memalingkan wajah ke kanan 
dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga 
akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung. 

Untuk Apa Shalat Tahajud di Malam Hari? 

Cuaca di malam hari biasanya dingin dan lembab, kalau ditanya paling enak tidur 
di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hinga menjadi 
beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf 
menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. 

Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke 
bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata 
kita. 

Jadi, shalat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah 
menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita 
melainkan kualitas tidur. Dengan solat malam, kita akan mengendalikan urat 
tidur kita. 

Kesimpulan 

"Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah 
salah seorang di antara kamu dan dia mandi didalamnya setiap hari lima kali. 
Apakah masih terdapat kotoran pada badannya? Para sahabat menjawab: 'Sudah 
pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya.' Lalu beliau 
bersabda,'Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapuskan segala 
kesalahan mereka."(Abu Hurarah ra). 

Jika manfaat gerakan shalat kita betul-betul mengembangkannya sangat luar biasa 
manfaatnya dan lebih canggih dibandingkan dengan yoga. Sangat disayangkan tidak 
ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat 
ini secara ilmiah. 

Belum lagi manejemen yang terkandung dalam bacaan shalat.. Seperti doa Iftitah 
yang berarti mission statement (dalam menejemen strategi). Sedangkan makna 
bacaan Alfatihah yang kita baca berulang 17 kali adalah objective statement. 
Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuan hidup di jalan yang 
lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti yang diperoleh para orang-orang 
shaleh seperti nabi dan rasul ? 

Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan 
dengan penemuan- penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains 
harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga shalat kita makin terasa 
manfaatnya. 

* Wakil Sekretaris IDI Cab. Medan 

(am) 

http://www.waspada. co.id/serba_ waspada/mimbar_ jumat/artikel. php?article_ 
id=77395 

--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~ 
Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang - 
orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya 
mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. ( Al 
Qur'an, Surah Al 'Ashr ) 
------ 
"Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; pergunakan masa luangmu 
sebelum datang masa sibukmu; pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu 
sakitmu; pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu; pergunakan 
hidupmu sebelum datang matimu." ( Rosulullah Muhammad SAW ) 
------ 

[Non-text portions of this message have been removed
 


 



Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
Verba volant scripta manent...
(yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke