Bismillaahirrahmaanirrahiim
 
Assalamualaikumwarahmatullaahiwabarakaatuhu.
 
Sebelumnya saya mohon maaf, kalau dalam tulisan ini ada tersebut nama-nama yang 
bukan members di milits ini.
 
Perlu diketahui, tulisan ini muncul dikarenakan, saat itu, saya diminta oleh 
seseorang(dik Ridha), untuk mencheck sebuah hadits dari lawan debatnya disuatu 
milits (Pak Baqir), yang selalu mengambil pendapat Abu Rayyah dalam mencela 
para sahabat, dengan mengemukakan hadits-hadits, yang setelah saya check betul 
hadits/pendapat ulama dalam buku yang disebutkan sangat bertentangan.
 
Karena debatnya berkepanjangan sepertinya, akhirnya saya minta adik tersebut 
untuk memasukkan saya dalam daftar members milits tersebut, agar saya langsung 
yang diskusi dengannya. Memang tanpa perkenalan lebih dulu, saya langsung 
mencounter dan membuat tulisan ini, lupa-lupa ingat, akhirnya kita debat 
panjang, dan saya sempat dituduh memiliki aliran Wahabi(ajaran yang keras itu, 
menurutnya). Boro-boro memiliki aliran Wahabi, masuk salah satu partaipun saya 
kagak, saya pikir, apalagi aliran sana-sini, yang saya tau, saya mencoba terus 
berusaha mengikuti ajaran Islam yang sesuai dengan AlQuran dan Assunnah, 
Al Hadits Assahihah, dengan pemahaman Assalafusshalih minal ummah.
 
Dan entah kenapa, apakah kelanjutan dari tulisan ini saya teruskan, atau hilang 
filenya, atau apa, yang pasti sudah 4 thn lebih, jadi kalau diteruskan, 
sulit saya menyambungnya, saya belum menemukan kelanjutan tulisan ini sampai 
selesai(saya benar-benar kehilangan filenya ketika saya baca ulang, dan setahu 
saya tidak selesainya tulisan ini, karena saat itu debat/diskusi 
itu selesai, yang mendebat, kalau tak salah entah keluar sendiri dari milits 
tersebut, atau dikeluarkan. Nah, karena sudah tak ada yang didiskusikan lagi, 
sehingga tulisan ini terputus sampai disitu, untuk itu saya mohon maaf, 
kemungkinan nantiknya tulisan ini belum selesai, insyaAllah suatu saat akan 
saya coba meneruskannya, namun secara umum, sudah cukup, karena tujuan utama 
saya dulunya adalah mencounter orang-orang yang mencela para sahabat 
radhiallahu'anhum). Kalau orang yang mencela tersebut sudah tidak ada lagi, yah 
saya pikir, sudah selesai tugas saya.
 
  
Keadilan para sahabat(6)
 
*** Tuduhan Abu Rayyah terhadap hadits shahih dimana AlQuran menjadi saksi atas 
kebenarannya….
Abu Shahbah dalam bukunya "pembelaan terhadap sunnah", mengatakan : 
Setelah Abu Rayyah menyebutkan didalam bukunya tersebut dengan apa-apa yang 
diriwayatkan oleh ka'ab dan Ibnu sallam tentang kabar  gembiraakan kedatangan 
seorang nabi, ia mengatakan hal ini adalah khurafat yang dikarang oleh 
israiliyyaat.
 
Ia mengatakan bahwa hadits yang berada di shahih Bukhari dari Abdullah bin 
Yasar ia berkata : Aku menemui Abdullah bin 'Amr bin 'Ash kemudian aku bertanya 
padanya, sebutkanlah padaku tentang sifat-sifat Rasulullah yang ada didalam 
Taurat. Kemudian ia mengatakan, " Benar, sesungguhnya ia ada didalam Taurat dan 
sebahagian sifatnya ada didalam AlQuran…..dst..
 
Abu Rayyah mengatakan hadits diatas adalah Israiliyyat dan khurafat. 
 
Jawaban para ulama akan hal ini :
 
Sungguh suatu kebodohan yang amat dalam, mengatakan khabar yang benar, walaupun 
berita itu berasal dari israiliyyat, dengan tuduhan khurafat, padahal dalam hal 
ini, sudah jelas mengenai kedatangan nabi Muhammad banyak dijelaskan dalam 
firman Allah, salah satunya silahkan lihat surah Al A'raf 156,157) .
 
** Celaannya terhadap hadits shahih Muslim disebabkan jeleknya pemahamannya 
tentang hadits tersebut.(dan salah satu contoh dalil yang dikemukakan oleh pak 
Baqir untuk menjatuhkan keadilan para sahabat dan menuduh Abu Hurairah 
berbohong)
 
" Annil wasyaihaani wa jaihaani walfuraatu min anhaariljannah, wahaadza qaulun 
rawaahu 
Ka'ab ketika ia mengatakan : Empat sungai yang disifatkan oleh Allah 'Azza 
wajalla didunia ini, maka Nil adalah sungai madu di surga, Furat sungai khamar 
di surga, saihaan, sungai air disurga, Jaihan sungai madu di surga"
 
Ini katanya pak Baqir yang disampaikan ke dik Ridha :
Seperti yang telah saya kemukakan di email, bahwa Abu Hurairah mengemukakan 
banyak hadis yang harus kita tolak sebagai berikut:
 
Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadis-hadis israiliyat, seperti Adam yang 
diciptakan seperti bentuk Allah, setan lari sambil kentut mendengar suara azan, 
Nabi Sulaiman yang mengancam akan membelah bayi yang diperebutkan dua orang 
ibu, Allah menaruh kakinya di neraka, Nabi sulaiman as yang meniduri 70 wanita 
dalam semalam tapi hanya melahirkan seorang bayi separuh manusia, Nabi yang 
membakar sarang semut karena digigit seekor semut. Nabi Isa akan turun membunuh 
babi, awan yang bicara, sapi dan serigala berbicara bahasa Arab, Allah yang 
marah sekali dan tidak akan pernah lebih marah lagi seperti itu, yang diucapkan 
Adam karena dia melanggar perintah Allah.
 
 
Berikut adalah petikan hadis-hadis israiliyat tersebut: (yang tentu saja 
kesemuanya harus ditolak)
(Ya Allah tunjukilah kami jalan yang benar(lurus), jalan orang yang kau ridhoi 
bukan jalan yang kau Murkai).
 
 
Sungai Nil dan Efrat adalah sungai dari surga
 
Lihat “An-nujum al-zahirah, jilid 1 hlm 34, Mahmud Abu rayyah, Syaikh 
al-Mudirrah, Abu Hurairah. Lihat Juga perjanjian lama, kejadian (genesia) ayat 
10.
 
Diriwayatkan oleh muslim dan Imam Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rosul bersabda 
‘Sungai nil dan Sihan dan Jihan danFurat adalah sungai-sungai di Surga’ dan 
riwayat ini disampaikan juga oleh Ka’b al-ahbar yang berbunyi: ‘ada empat 
sungai di surga yang diletakkan di dunia oleh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha 
tinggi, yaitu Nil, Sungai Madu di Surga, dan Furat, sungai minuman keras, dan 
sihan, serta Jihan, sungai susu di dunia!’
 
Saya ingat, pernah ketika dik Ahmad Ridha mengatakan bahwa buku rujukan yang 
diambil pak Baqir ini adalah dari Abu Rayyah, namun ia mengingkari bukan buku 
Abu Rayyah, terlihatlah sudah diatas kedustaan yang didustakan pak Baqir, 
biasalah manusia kalau sudah berdusta, setelah ketahuan kedustaannya, maka ia 
akan berusaha menutupi kedustaan tersebut dengan kedustaan lainnya. Padahal 
jelas tokh..katanya : 
Lihat “An-nujum al-zahirah, jilid 1 hlm 34, Mahmud Abu rayyah, Syaikh 
al-Mudirrah, Abu Hurairah. Lihat Juga perjanjian lama, kejadian (genesia) ayat 
10.
Suatu kedustaan, naudzubillahimindzalik! 
 
Apa jawaban ulama akan hal ini ?
 
Sesungguhnya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah shahih sebenar-benar 
shahih.
 
Lafaznya yang benar adalah sebagai berikut (bukan seperti lafaz yang 
disebutkannya diatas, lihatlah betapa dia memutar balikkan makna dan kata).
 
"Saihaan, wajaihaan, walfuraatu wannil kullahaa min anhaariljannah"( Saihan, 
dan Jaihan, dan Furat, dan Nil semuanya adalah sungai dari sungai-sungai surga".
 
Sayang sekali, karena ketidak tahuan mereka akan maknanya, dan tidak mengetahui 
bahwa baik dalam AlQuran ataupun hadits banyak kata bermaknakan kiasan, atau 
majazi, bukan hakiki, yang sebenarnya sebagaimana yang disangkakan oleh 
sebahagian mereka, melihat secara dzhahir ayat ataupun hadits, tanpa mengetahui 
penafsirannya dari ahli tafsir dan hadits.
 
Perkataan diatas merupakan ketinggian sastra atau balaghah dalam bahasa Arab, 
ada yang namanya perumpamaan, atau tasbiih. Lihatlah dalam AlQuran banyak 
sekali perumpamaan manusia dengan anjinglah, nyamuklah, juga perkataan baik 
dengan pohon yang berakar kuat dan sebagainya.
 
Sesungguhnya sungai-sungai diatas merupakan tashbih dari sungai-sungai yang ada 
disurga dari sifatnya, dan kebaikannya yang banyak memberikan manfaat kepada 
manusia.
 
Dikatakan bahwa pada kalimat diatas ada yang dihadzafkan(dihilangkan, dalam 
bahasa Arab, Alqurapun sering hadzap ini sering terjadi), takdirnya adalah: " 
Min Anhaari AHLIL JANNAH , dari sungai ahli surga".,  juga penafsiran hadits 
tersebut adalah sebagai tabsyiir(kabar gembira), kepada nabi Muhammad 
shallallahu'alaihi wasallam dan janji Allah yang mana kelak akan memenangkan 
dan juga menampakkan agama Islam disegala penjuru sampai kenegeri yang ada  
keempat sungai-sungai yang disebut didalam hadits diatas juga negara lainnya. 
Lihatlah terbukti sudah agama islam sudah menyebar sampai ke negeri India.
 
Adapun hadits yang ditambahkan oleh Ka'ab seperti yang disebutkan oleh pak 
baqir, juga yang disebutkan oleh Abu Rayyah, dari perkataan Ka'ab , ada empat 
sungai yang disifatkan Allah didunia ini Nil sungai madu ..dst adalah hadits 
yang tidak dapat dipegang sama sekali, apalagi dijadikan dalil untuk menuduh 
Abu Hurairah pendusta.
 
Siapakah yang mengada-ada disini, siapakah yang berdusta, siapakah yang 
menambah-nambahi kata-kata dalam hadits diatas, Abu Hurairahkah, atau pak 
Baqir? Sudah jelas pak baqir bukan? Kalau begitu siapakah yang suka berdusta, 
Abu Hurairahkah, atau pak Baqir..? Bisa dijawab dengan sendirinya.
 
Dan andaikanpun ada yang benar dari perkataan 'Ka'ab baik sebelum ia masuk 
Islam atau sudah masuk Islam, bisa jadi hal tersebut merupakan penafsirannya, 
atau perumpamaan yang ditafsirkannya dari perkataan Abu Hurairah tadi atas 
pemahamannya terhadap ayat firman Allah :
 
 " Perumpamaan  surga yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa dimana 
didalamnya ada sungai-sungai yang asin dan tawar, ada sungai susu, dimana tidak 
berubah rasanya, juga sungai khamar sangat lezat diminum, juga sungai dari madu 
dan bagi mereka segala buah-buahan ada didalamnya serta pengampunan dari tuhan 
mereka" ,(Q.S Muhammad 47:15)
 
Penafsiran yang dibuat sahabat Kaab Al Akhbar itu silahkan saja, tokh ada  yang 
penting, bukan perkataan Abu Hurairah, juga bukan dari Rasulullah 
shallallahu'alaihi wasallam. Dan yang terpenting keempat sungai tersebut adalah 
kiasan atas banyak manfaat dan kebaikannya untuk manusia.
 
Yang benar perkataan Rasulullah dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah adalah 
sebagaimana yang tercantum dalam shahih Muslim, dimana  adalah sbb:
 
"Saihaan, wajaihaan, walfuraatu wannil kullahaa min anhaariljannah"( Saihan, 
dan Jaihan, dan Furat, dan Nil semuanya adalah sungai dari sungai-sungai surga".
 
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang dibuatkan dalil sebagai alasan untuk 
menuduh Abu Hurairah pendusta dan meragukan keadilan para sahabat serta 
meragukan hadits yang sudah diakui oleh para ulama akan keshahihannya yaitu 
Bukhar dan Muslim. Terlalu panjang untuk dibahas, seiring dengan waktu mungkin 
bisa dijelaskan, namun pada intinya semua penuduhan-penuduhan dan keraguan 
tersebut sebagaimana yang pernah saya sebutkan adalah dikarenakan ketidak 
tahuan akan hadits tersebut juga kurang melihat betapa Allah memuji, meridhai 
para sahabat tanpa terkecuali, rasulullahpun melarang kita dalam hadits 
shahihnyan yang sudah saya sebutkan untuk mencela mereka radhiallahu'anhun, 
atau memang disengaja ingin memberikan keraguan pada sahabat atau apalah dengan 
menambah, mengurangi, atau salah terjemah, salah tafsir, atau apalah namanya. 
Allah yang maha tahu semua itu, semoga kita terhindar dari semua itu.
 
Apabila telah datang kebenaran dari Allah dan rasulNya, namun masih juga merasa 
"benar, pintar, masih juga menuduh para sahabat, meragukan keadilan mereka, 
mencela mereka" dan sebagaimanya, Allahlah yang membalasi semua itu.Kita 
berlepas diri dari orang-orang semacam itu. Jangan diikuti orang semacam itu, 
karena tak satupun dari kita ingin dicemplongkan kedalam neraka jahannam bukan? 
Peringatan sudah berkali-kali saya dan dik Ridha sampaikan,.tentu dengan Firman 
Allah dan hadits As Shahihah yang sudah disebutkan. Namun tetap terakhir  
Hidayah hanya ada pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
 
** Allah memelihara sunnah, sebagaimana Allah memelihara AlQuran...bersambung...
 
Wassalam. Cairo 16 September 2005, Rahima


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke