Dari Moderator:
Mas Wibowo,
Seperti tulisan pak Mahmud, tentara AS laknatullah ada di Iraq, kenapa justru 
bukan mereka yang diserang?
Kenapa justru Sunni-Syiah saling membom masjid?

Harusnya ayat Al Qur'an ini cukup jelas untuk diamalkan:
"Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian 
yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, 
rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak 
disebut nama Allah...." [Al Hajj:40]

Di Indonesia, AS merampas kekayaan alam kita senilai Rp 2000 trilyun/tahun 
sehingga rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Di AS orang dengan 
penghasilan kurang dari RP 10,4 juta/bulan dianggap miskin. Menurut World Bank 
orang dengan penghasilan Rp 720 ribu/bulan miskin. Sementara garis kemiskinan 
Indonesia hanya RP 182.636/bulan sehingga rakyat miskin di Indonesia cuma 40 
juta jiwa karena garis kemiskinannya dibikin sangat rendah meski harga bensin 
dan lainnya antara di Indonesia dgn AS tidak jauh beda.

Nah kenapa bukannya justru kita menunjukkan kekerasan kepada kaum Yahudi dan 
Nasrani yang merampas kekayaan alam kita dan mengadu-domba kita, ummat Islam 
justru saling membom masjid? Adakah firman Allah di atas sudah dianggap enteng 
dan tidak berlaku lagi?

Wassalam

Sumber lain tentang Syi'ah:

1. Kolom Adian Husaini, "Kritik Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab"
http://adianhusaini.blogspot.com/

2. Kajian "Mungkinkah Syi'ah bisa berdamai dengan Ahlu Sunnah?"
http://alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1536&Itemid=59

3. Link Situs
http://www.hakekat.com/


Dari: A Nizami <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]; Mas Wibowo 
<[email protected]>; Afiatik Rahmatika <[email protected]>
Terkirim: Rabu, 15 April, 2009 10:33:14
Topik: Bls: [syiar-islam] Bls: [Sabili] Hati2 Adu Domba Sunni vs Syi'ah dan 
Pemboman Masjid - Re: [Saksi] Bls: FW: Eramuslim - Iran Gantung Dua Ulama Sunni 
Terkemuka

Wa'alaikum salam wr wb,

Perpecahan Islam jadi Sunni-Syi'ah ini bermula ketika perang perebutan 
kekuasaan antara Khalifah Ali ra dengan Mu'awiyah. Dari situ timbul 3 pecahan. 
Pengikut Ali disebut Syi'ah, pengikut Mu'awiyah Sunni, ada pun yang bukan dari 
keduanya adalah Khawarij. Dari buku agama Islam yang saya pelajari di SD, para 
ulama hanya mengkafirkan khawarij. Sedang Sunni dan Syi'ah tidak.

Dan saya juga belum pernah mendengar/membaca bahwa imam Madzhab yang terkenal 
seperti Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali mengkafirkan 
kaum Syi'ah sebagaimana sebagian ulama baru2 ini. Bahkan dari dulu hingga 
sekarang kaum Sunni adn Syi'ah naik haji bersama di tanah suci.

Tentang Syi'ah bisa dibaca di:
http://id.wikipedia.org/wiki/Syi%27ah

Meski demikian, Sunni jelas beda dengan Syi'ah seperti fatwa MUI berikut:
Berikut Fatwa MUI tentang Syi’ah:
http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=8

Faham Syiah

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 
H./Maret 1984 merekomendasikan tentang faham Syi’ ah sebagai berikut :

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai 
perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamm’ah) yang 
dianut oleh Umat Islam Indonesia. Perbedaan itu diantaranya :
# Syi’ah menolak hadis yang tidak diriwayatkan oleh Ahlu Bait, sedangkan ahlu 
Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat 
ilmu mustalah hadis.
#
# SyiÆah memandang “Imam” itu ma ’sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal 
Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan 
(kesalahan).
# Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal 
Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
# SyiÆah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/Pemerintahan (imamah) adalah 
termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari 
segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan 
melindungi da’wah dan kepentingan ummat.
# Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar as-Siddiq, Umar 
Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui 
keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
# Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal 
JamaÆah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” 
(Pemerintahan)“, Majelis Ulama Indonesia menghimbau kepada ummat Islam 
Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan 
terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran SyiÆah

Dari Fatwa MUI di atas, perbedaan pokok adalah masalah Imamah (Pemerintahan).

Kalau saran saya sih hendaknya kita berdakwah mengenai hal yang pokok agar 
orang tertarik pada Islam, bisa memahami rukun Iman dan menjalankan rukun Islam 
seperti shalat dgn baik, dsb. Kalau masalah Sunni-Syi'ah ini diributkan, 
apalagi sampai saling membom masjid, mudah2an tidak sampai terjadi di sini. Kan 
kita juga yang repot dan mencemarkan nama Islam.

Wassalam


      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers!
http://id.answers.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke