Begini Cara CIA Menyiksa Tersangka al-Qaidah
Jum'at, 17 April 2009 | 09:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintahan Barack Obama membuka memo yang 
mengungkapkan teknik penyiksaan biro intelijen Amerika Serikat, CIA, terhadap 
para tersangka al-Qaidah di sejumlah penjara rahasia di luar negeri.

Penyiksaan ini mulai dari water boarding (membuat gelagapan denganb menyiramkan 
air pada tersangka yang diikat terlentang), memaksa tersangka tidak tidur 
selama 11 hari, meletakkan di sel gelap, menaruh di kotak kecil, sampai 
meletakkan serangga. 

Penyiksaan lain adalah menelanjangi, melempar tersangka ke dinding, memaksa 
tersangka terbangun dengan menyiram air es. 

Detil penyiksaan itu muncul dari empat memo yang diumumkan pemerintahan Obama 
pada Kamis (16/4). Empat memo itu dibuat oleh Kantor Penasehat Hukum di 
Departemen Kehakiman antara 2002-2005. Kantor ini adalah lembaga paling tinggi 
dalam menafsirkan hukum di departemen itu.

Memo pertama, dari Agustus 2002, ditandatangani oleh Jay S. Bybee yang memimpin 
kantor itu. Bybee memberi persetujuan waterboarding dan penyiksaan lain.

Tiga memo lain, ditandatangani oleh Steven G. Bradbury, memberi jaminan kepada 
CIA bahwa metode penyiksaan itu masih legal meski dilarang oleh hukum 
Internasional.

Semua memo interogasi ini dicabut di hari kedua Obama berkuasa. Ia juga 
memerintahkan penjara rahasia CIA di luar negeri, tempat penyiksaan dijalankan, 
ditutup.

Memo itu sangat rinci, misalnya, dalam waterboarding, wajah tersangka ditutup 
kain dan air disiram paling lama 40 detik sebelum dihentikan dan bisa diulangi 
lagi.

Taktik yang aneh hanya dijalankan CIA pada Abu Zubaydah, salah satu tersangka 
al-Qaidah. Karena Zubaydah dianggap takut serangga, CIA berencana menaruh 
serangga untuk menakut-nakuti. Rencana ini batal. 

Teknik penyiksaan ini termasuk yang paling dirahasiakan oleh pemerintahan 
George Bush. Tapi Obama terpaksa mengungkapkan karena LSM hak asasi American 
Civil Liberties Union mengancam akan membawa persoalan ke pengadilan jika memo 
teknik penyiksaan itu tidak diungkap.

Seusai Perang Dunia II, Amerika menghukum sejumlah tentara Jepang karena 
penyiksaan dengan water boarding dan teknik menyiksa lain selama perang. 

Obama nyaris tidak menutupi apapun yang ada dalam memo ini. Sebelumnya Direktur 
CIA, Leon E. Panetta, menyatakan bahwa pengungkapan teknik ini bakal menjadi 
preseden buruk bagi dunia intelijen.

Bekas bos CIA di era Bush, Michael Hayden, juga mengatakan pengungkapan ini 
membuat dinas intelijen lebih susah bekerja. Dinas rahasia asing bakal enggan 
bekerja sama karena, katanya, "(CIA) tidak bisa membuat semuanya rahasia."

Yang lebih mencemaskan lagi bagi CIA, pengungkapan ini bisa membuat para 
perwira intelijen mereka menghadapi dakwaan penyiksaan.

Obama sudah mengatakan bahwa perwira lapangan CIA--yang bertindak atas 
rambu-rambu Departemen Kehakiman--tidak akan diadili. Tapi ia membuka peluang 
bagi siapapun yang melakukan tindakan di luar otoritasi legal bisa diadili. 
Selain itu, ia tidak menjelaskan apakah para ahli hukum di Departemen 
Kehakiman, yang mengizinkan penyiksaan, bakal diadili.

AP/NYT/NURKHOIRI




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke