Dari Moderator:
Setahu saya mas Angkie dari aliran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang banyak ada di 
Jakarta.

Ketika saya ngobrol bersama2 dengan ustad dan juga habib dari Ahlus Sunnah wal 
Jama'ah, mereka juga membenci kelompok Wahabi.

Jadi bukan cuma Syi'ah yang membenci kelompok Wahabi, dari kelompok Ahlus 
Sunnah wal Jama'ah yang mendominasi masjid2 tradisional di Jakarta juga.

Oleh karena itu saya selaku moderator kerap menghapus posting yang cenderung 
(disadari/tidak) mengundang perpecahan baik dari kelompok Ahlus Sunnah, Syi'ah, 
atau pun Wahabi meski kadang ada respon negatif.

Kita semua di sini ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits.
Kita tidak ingin bercerai-berai sementara Allah sudah melarangnya.
Ummat Islam harus keras pada orang2 kafir dan lemah lembut terhadap sesama.

Devide et Impera atau pecah belah dan kuasai adalah alat untuk menguasai 
kelompok yang besar oleh kelompok kecil yang solid.

Oleh karena itu Allah mengatakan betapa banyak kelompok kecil mengalahkan 
kelompok besar yang cerai-beras.

Oleh sebab itu juga Allah memerintahkan ummat Islam untuk bersatu dan melarang 
cerai-berai.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu 
bercerai berai.." [Ali 'Imran:103]

"...Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa 
banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak 
dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." [Al Baqarah:249]

Intinya dalam menganut ajaran Islam kita bersikap pertengahan. Tidak terlalu 
permisif dan juga tidak terlalu ekstrim. Apalagi terhadap sesama Muslim yang 
mengakui Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad SAW sebagai Nabinya.

Wassalam

Assalamu'alaikum wr wb,

Nampaknya antum ceroboh ya, mencaci maki saudara muslimnya sendiri dg
mengambil sumber fitnah dan propaganda dari orang syiah. Ini susngguh
ironis. Apakah nggak malu?

Apakah antum tidak pernah membaca firman Allah swt berikut ini:

*12] 49:6,  Al-Hujurat
*HAI ORANG - ORANG YANG BERIMAN , JIKA *DATANG** KEPADAMU ORANG FASIK
MEMBAWA SUATU BERITA MAKA PERIKSALAH DENGAN TELITI AGAR KAMU TIDAK
MENIMPAKAN SUATU MUSIBAH KEPADA SUATU KAUM TANPA MENGETAHUI KEADAANNYA YANG
MENYEBABKAN KAMU MENYESALI ATAS PERBUATANMU ITU .

*Atau jangan2 antum memang orang syiah yg ingin mengadu domba kaum muslim di
milist ini!

Kalau orang syiah memang paling hobi mengacau dan mengadu domba umat islam
(suni); karena sakit hatinya yg gak hilang2 karena umat islam tidak membaiat
Ali sepeninggal Rasulullah Muhammad saw. Orang syiah yg tidak henti-hentinya
melaknat dan mengutuki sahabat dekat Nabi spt Abu Bakar as Siddiq, Umar bin
Kattab, Usman bin Affan dll. Bahkan sampai 1400 thn kemudian masih begitu!

Kalau begitu faktanya orang syiah, apakah kaum muslim masih mau mempercayai
omongan orang syiah dlm hal aqidah kita sendiri?

Silahkan direnungkan bgi orang2 yg masih berakal sehat.

-abu ubassy-

At 10:00 AM 4/20/2009, Angkie wrote:

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Angkie" <[email protected] <angkie77%40gmail.com>>

Date: Mon, 20 Apr 2009 02:59:35
To: <[email protected] <salafi-indonesia%40yahoogroups.com>.>

Subject: Fw: [islamcarahidupku] Sifat-sifat Wahabi



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Angkie" <[email protected] <angkie77%40gmail.com>>

Date: Mon, 20 Apr 2009 00:16:04
To: <[email protected] <salafi-indonesia%40yahoogroups.com>.>

Subject: Fw: [islamcarahidupku] Sifat-sifat Wahabi



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Hasan Alattas <[email protected]<abumahdi_hasan%40yahoo.co.id>>


Date: Thu, 16 Apr 2009 14:43:32
To: <[email protected] <Tauziyah%40yahoogroups.com>>
Cc: <[email protected] <ingatan%40yahoogroups.com>>; <
[email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com>>; Millist Islam
IslamCaraHidupku<[email protected]<islamcarahidupku%40yahoogroups.com>>

Subject: [islamcarahidupku] Sifat-sifat Wahabi


Sifat-sifat Wahabi

Diantara sifat-sifatnya yang tercela ialah kebusukannya dan kekejiannya
dalam melarang orang berziarah ke makam dan membaca sholawat atas Nabi s a
w, bahkan dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) sampai menyakiti orang yang hanya
sekedar mendengarkan bacaan sholawat dan yang membacanya dimalam Jum'at
serta yang mengeraskan bacaannya di atas menara-menara dengan siksaan yang
amat pedih.
Pernah suatu ketika salah seorang lelaki buta yang memiliki suara yang bagus
bertugas sebagai muadzin, dia telah dilarang mengucapkan shalawat di atas
menara, namun lelaki itu selesai melakukan adzan membaca shalawat, maka
langsung seketika itu pula dia diperintahkan untuk dibunuh, kemudian
dibunuhlah dia, setelah itu Muhammad bin Abdul Wahhab berkata :
"perempuan-perempuan yang berzina drimah pelacuran adalah lebih sedikit
dosanya daripada para muadzin yang melakukan adzan di menara-menara dengan
membaca shalawat atas Nabi.
Kemudian dia memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya bahwa apa yang
dilakukan itu adalah untuk memelihara kemurnian tauhid (kayaknya orang ini
maniak atau menderita sindrom tertentu - pen). Maka betapa kijinya apa yang
diucapkannya dan betapa jahatnya apa yang dilakukanya (mirip revolusi
komunisme - pen).
Tidak hanya itu saja, bahkan diapun membakar kitab Dalailul Khairat (kitab
ini yang dibaca para pejuang Afghanistan sehingga mampu mengusir Uni Sovyet
/ Rusia, namun kemudian Wahabi mengirim Taliban yang akan membakar kitab itu
- pen) dan juga kitab-kitab lainnya yang memuat bacaan-bacaan shalawat serta
keutamaan membacanya ikut dibakar, sambil berkata apa yang dilakukan ini
semata-mata untuk memelihara kemurnian tauhid.
Dia juga melarang para pengikutnya membaca kitab-kitab fiqih, tafsir dan
hadits serta membakar sebagian besar kitab-kitab tsb, karena dianggap
susunan dan karangan orang-orang kafir. Kemudian menyarankan kepada para
pengikutnya untuk menafsirkan Al Qur'an sesuai dengan kadar kemampuannya,
sehingga para pengikutnya menjadi BIADAB dan masing-masing menafsirkan Al
Qur'an sesuai dengan kadar kemampuannya, sekalipun tidak secuilpun dari ayat
Al Qur'an yang dihafalnya.
Lalu ada seseorang adari mereka berkata kepada seseorang : "Bacalah ayat Al
Qur'an kepadaku, aku akan menafsirkanya untukmu, dan apabila telah
dibacakannya kepadanya maka dia menafsirkan dengan pendapatnya sendiri. Dia
memerintah kepada merak untuk mengamalkan dan menetapkan hukum sesuai dengan
apa yang mereka fahami serta memperioritaskan kehendaknya diatas kitab-kitab
ilmu dan nash-nash para ulama, dia mengatakan bahwa sebagian besar pendapat
para imam keempat madzhab itu tidak ada apa-apanya.
Sekali waktu, kadang memang dia menutupinya dengan mengatakan bahwa para
imam ke empat madzhab Ahlussunnah adalah benar, namun dia juga mencela
orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Dan dilain waktu dia mengatakan
bahwa syari'at itu sebenarnya hanyalah satu, namun mengapa mereka (para imam
madzhab) menjadikan 4 madzhab.
Ini adalah kitab Allah dan sunnah Rasul, kami tidak akan beramal, kecuali
dengan berdasar kepada keduanya dan kami sekali-kali tidak akan mengikuti
pendapat orang-orang Mesir, Syam dan India. Yang dimaksud adalah pendapat
tokoh-tokoh ulama Hanabilah dll dari ulama-ulama yang menyusun buku-buku
yang menyerang fahamnya.
Dengan demikian, maka dia adalah orang yang mebatasi kebenaran, hanya yang
ada pada sisinya, yang sejalan dengan nash-nash syara' dan ijma' ummat,
serta membatasi kebathilan di sisinya apa yang tidak sesuai dengan
keinginannya, sekalipun berada diatas nash yang jelas yang sudah disepakati
oleh ummat.
Dan adalah dia adalah orang yang mengurangi keagungan Rasulullah s a w
dengan banyak sekali atas dasar memelihara kemurnian tauhid. Dia mengatakan
bahwa Nabi s a w itu tak ubahnya :"THORISY". Thorisy adalah istilah kaum
orientalis yang berarti seseorang yang diutus dari suatu kaum kepada kaum
yang lain. Artinya, bahwa Nabi s a w itu adalah pembawa kitab, yakni puncak
kerasulan beliau itu seperti "Thorisy" yang diperintah seorang amir atau
yang lain dalam suatu masalah untuk manusia agar disampaikannya kepada
mereka, kemudian sesudah itu berpaling (atau tak ubahnya seorang tukang pos
yang bertugas menyampaikan surat kepada orang yang namanya tercantum dalam
sampul surat, kemudian sesudah menyampaikannya kepada yang bersangkutan,
maka pergilah dia. Dengan ini maka jelaslah bahwa kaum Wahabi hanya
mengambil al Qur'an sebagian dan sebagian dia tinggalkan - pen)
Diantara cara dia mengurangi ke agungan Rasulullah s a w ialah pernah
mengatakan : "AKU MELIHAT KISAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH, MAKA AKU DAPATI
SEMESTINYA BEGINI DAN BEGINI", dengan maksud menghina dan mendustakan Nabi s
a w (mirip mereka yang sok tahu waktu Nabi s a w membuat perjanjian itu -
pen) dan seterusnya masih banyk lagi nada-nada yang serupa yang diucapkanya,
sehingga para pengikutnyapun melakukan seperti apa yang dilakukannya dan
berkata seperti apa yang diucapkannya itu.
Dan meraka (para pengikutnya itu) pun memberitahukan apa yang mereka ucapkan
itu kepadanya namun dia menampakkan kerelaannya, serta boleh jadi mereka
juga mengucapkan kata-kata itu dihadapan gurunya, namun rupa-rupanya dia
juga merestuinya, sehingga ada sebagian pengikutnya yang berkata
:"SESUNGGUHNYA TONGKATKU INI LEBIH BERGUNA DARIPADA MUHAMMAD, KARENA
TONGKATKU INI BISA AKU PAKAI UNTUK MEMUKUL ULAR, SEDANG MUHAMMAD SETELAH
MATI TIDAK ADA SEDIKITPUN KEMANFA'ATAN YANG TERSISA DARINYA, KARENA DIA
(RASULULLAH S A W) ADALAH SEORANG THORISY DAN SEKARANG SUDAH BERLALU".
Sebagian ulama' yang menyusun buku yang menolak faham ini mengatakan bahwa
ucapan-ucapan seperti itu adalah "KUFUR" menurut ke empat madzhab, bahkan
kufur menurut pandangan seluruh para ahli Islam.
Dari Kitab DURARUSSANIYAH FIR RADDI ALAL WAHABIYAH karya Syeikhul Islam
Allamah Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi'i.
Catatan :Jika kekurangajaran Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya
kepada Nabi s a w sedemikian rupa, maka apakah masuk akalkah orang-orang
kayak ini setia kepada sahabat dan kaum Salafush-Sholeh ? NOL BESAR, jadi
pengakuannya sebagai akidah yang mengikuti Salaf-Sholeh / Ahlussunnah Wal
Jama'ah adalah penipuan untuk mengelabuhi orang-orang awam. Jika Nabi s a w
dikatakan "Thorisy karena sudah berlalu", mengapa para pengikut Wahabi itu
tidak juga mengatakan Muhammad bin Abdul Wahhab itu "sudah berlalu", kok
masih diangung-agungkan dan diikuti dengan setia. Inilah yang dinamakan
"PELARANGAN PENGKULTUSAN YANG MELAHIRKAN PENGKULTUSAN BARU"


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke