hmm..bisa dijelaskan yg dimaksud umat islam saat ini..itu yg mana 
ya?masalahnya, ahmadiyah juga mengaku islam, satriapiningit mengaku islam, 
syiah mengaku islam, sunni mengaku islam, jadi umat islam yg mana yg anda 
maksud?

hmm..kalau toleransi dan saling menghormati itu, kita diajarkan bukan saja 
hanya kepada 'umat islam" tapi kepada di luar islampun kita diminta untuk 
toleransi dan saling menghormati, dalam arti tidak memaksakan keyakinan kita, 
tidak mengganggu ibadah orang lain, dan tidak merusak agama orang lain atau 
mencampuri urusan agama orang lain:) tapi..kalau fanatik dalam beragama anda 
katakan sesat, bisa tolong tunjukan dalilnya? soale, kalau anda katakan hal spt 
itu, berarti anda sedang katakan kesesatan pada para sahabat dan Rasul sendiri 
yg memang fanatik sekali dalam beragama dong!!

hmm..bisa jelaskan fanatik yg anda maksud disini sebagai kesesatan? 
hmm..berarti anda selama ini bisa bergonta ganti agama dan tukar menukar cara 
ibadah dgn agama lain dong?! *_^

hati2lah dalam berbicara, pada saat anda katakan haram, halal, sesat, dlsbnya 
anda harus sertakan dasar anda katakan itu, bukan asal bicara.

salam 
hana

--- Pada Rab, 15/4/09, Hasan Alattas <[email protected]> menulis:

Dari: Hasan Alattas <[email protected]>
Topik: Bls: [syiar-islam] Fwd:  RE: Usulan : Tanya: Syiah, Ahmadinejad & 
kekaguman kita
Kepada: "suhana032003" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 15 April, 2009, 5:27 AM

menurut saya kita harus pahami politik Islam itu seperti apa?

manusia itu dibagi 3 golongan:
1. Orang beriman
2. Orang Munafik
3. Orang Kafir

disaat ini kita dapat mrlihat dengan jelas, negara (pemimpin) mana yang 
benar-benar Islam atau Munafik.

dan bagi orang Islam sangat menginkan persatuan umat Islam, sedangkan bagi yang 
tidak berusaha agar umat Islam ini bersatu maka dia adalah golongan orang 
Munafik atau kafir.

untuk bersatu itu syarat dasarnya adalah harus Toleransi dan saling meghormati 
serta tidak fanatik.

FANATIK = KESESATAN

DEGAN FANATIK BERDAKWAH = SUMBER KESESATAN YANG MENYEBABKAN KECELAKAAN BAGI 
DIRINYA DAN
 GOLONGANNYA.


Dari: suhana032003 <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 15 April, 2009 15:33:44
Topik: [syiar-islam] Fwd:  RE: Usulan : Tanya: Syiah, Ahmadinejad & kekaguman 
kita













    
            
            


      
      ini aku forward dari milis sebelah



--- In insist...@yahoogrou ps.com, "alkattani" <alkattani1@ ...> wrote:



Wa'alaikum salam wr. wb.



Menurut saya kita harus membedakan pembicaraan tentang politik di dunia

Islam dengan wacana Syi'ah-Sunni dalam konteks Indonesia. 

Mengapa? 



Karena fakta yang ada, kita semua sedang mengalami krisis politik di seluruh

dunia Islam. Benar saja kita satu akidah dengan beberapa Negara di Timur

Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Maroko, Sudan, Libya, dan lainnya. Tapi

pada kenyataannya, semua Negara tersebut tidak mencerminkan sebagai kekuatan

politik Islam. 



Mayoritas Negara tersebut diatur oleh system sekuler atau monarki. Tidak ada

yang mencerminkan atau diatur oleh sistem politik Islam secara utuh. 



Jika demikian keadaanya, maka kita hanya melihat prestasi masing-masing

Negara tersebut dalam mewujudkan maslahat bagi umat. Tidak lagi melihat dari

sisi ideologinya atau agama yang dianutnya. 



Maka sah-sah saja jika kita lebih kagum dengan Norwegia dibandingkan Mesir

atau Sudan misalnya. Walaupun yang pertama mayoritas Kristen sedang yang

kedua dan ketiga mayoritas Islam dan Sunni. 



Demikian juga dalam memandang Iran dan Saudi Arabia saat ini. Kita boleh

saja kagum dengan kemandirian dan wibawa Iran di mata Barat dibandingkan

Saudi Arabia atau Mesir. Namun kita tidak bisa mengatakan bahwa kondisi

tersebut terwujud karena Iran menganut Syi'ah sedang Saudi Arabia dan Mesir

menganut Sunni. 



Dan jika berkaitan dengan tantangan Israel, pada faktanya Negara dan

tokoh-tokoh dari belahan dunia Sunni lah yang telah lebih banyak berperan

menghadapinya. Mesir dan beberapa Negara Arab lainnya telah berhasil

menghancurkan kekuatan Israel secara nyata tahun 1973. Meskipun kemenangan

tersebut belum mutlak. Namun telah berhasil mengikat Israel untuk tidak

melebarkan sayapnya secara massif. Demikian juga tokoh-tokoh seperti Syekh

Yasin dan lainnya, telah menunjukkan sumbangsihnya.  



Sedangkan dari Iran, sampai saat ini kita tidak pernah mendengar ada rudal

Iran yang diluncurkan untuk menghantam Israel. Juga ketika menghadapi

Amerika, sampai saat ini kita belum melihat Iran berseteru secara langsung

dengan Amerika meskipun orang-orang Syi'ah dibantai Amerika di Irak. Dari

Iran kita baru melihat rudal kata-kata yang diluncurkan melalui televisi

dalam menghadapi Israel dan Amerika.  



Dan menurut fakta pula, keberadaan friksi Sunnah-Syi'ah di Irak secara

efektif dapat digunakan Amerika untuk melemahkan perlawanan rakyat Irak. Dan

saat ini Irak terancam akan terpecah belah dengan adanya friksi tersebut. 



Maka kita di Indonesia, menurut saya mempunyai kewajiban untuk mencegah

kejadian seperti itu terwujud di Indonesia. 



Bagaimana caranya?



Sebelumnya saya sudah sarankan dengan membuat gerakan dakwah dan counter

terhadap Syi'ah. Dan saya sama sekali tidak pernah menyebut penggunaan

kekerasan atau kekuasaan. 



Jadi menurut saya itu sah-sah saja, malah kalau tidak dilaksanakan kita bisa

berdosa karena meninggalkan kewajiban berdakwah.  



Dan dengan dakwah serta pembeberan hakikat Syi'ah itulah menurut saya cara

yang paling ampuh untuk membendung Syi'ah. 



Di facebook saya sudah coba mengajak adu fakta  dan argument dengan

sekretaris IJABI, tapi sampai saat ini dia hanya bisa menggertak saja, belum

mampu menghadapi fakta yang saya sodorkan tentang hakikat Syi'ah dan para

imam Syi'ah. 



Lantas, menurut anda, kita harus bagaimana?



Wassalam, 



Abdul Hayyie al Kattani 



From: insist...@yahoogrou ps.com [mailto:insist...@yahoogrou ps.com] On Behalf

Of saifuddin amin

Sent: 15/Apr/2009 9:18 AM

To: insist...@yahoogrou ps..com

Subject: RE: Usulan RE: [INSISTS] Re: Tanya: Syiah, Ahmadinejad & kekaguman

kita



assalamu'alikum wrwb.



nada-nadanya, mayoritas milis ini sepakat bila syi'ah diberangus. ttp,

masalahnya tidak sesederhana itu. 



jika seluruh dunia non-syiah (sunni) menggebuki rame-rame syi'ah, adakah

kekuatan geopolitik di timur tengah yang mampu menandingi atau

menakuti-nakuti teroris israel? sejauh manakah kekuatan muslim indonesia di

kawasan terpanas di dunia? lha sekolah di sana saja minta gratis, kok bbisa

mempengaruhi. ..... 



syiah menyimpang, ya. tapi bukan dengan cara face to face kita berantem

dengan mereka. teroris israel dan kawan-kawannya akan ngakak terbahak-bahak

di podium pbb. 



ingat perlawanan kita dengan bangsa liberal sekular belum selesai. justru

mereka ini yang lebih berbahaya dari pada setan yang tak nampak. setelah Mc

Gill university berhasail menggarap ui ciputat (uin) dan ui yogya (uin

suka), kini giliran ui makassar dan iain surabaya mereka garap. 



syiah di indonesi hanya dompleng wacana mereka. sebab, kalau mereka tiarap,

maka syiah juga waspada dan ikut reda. 



karena itu dakwah dengan santun sebagaimana mereka santun, itu langkah yang

ahsan.



syukran. 



[Non-text portions of this message have been removed]



--- End forwarded message ---




 

      

    
    
        
        
        








        


        
        

        Dapatkan alamat Email baru Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!


      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke