Lumayanlah untuk selayang pandang versi politik, terutama versi Israel
(mencoba berempati dengan Livni) plus AS (mencoba empati dengan Obama) ...
nah saya tunggu versi HAMAS ya, bisa pilih untuk berempati dengan para
mujahidin HAMAS, para janda mujahidin HAMAS, para anak yatim mujahidin HAMAS
atau warga sipil Gaza yang jadi korban kekejaman Israel (+AS) selama ini ...
apakah akan ada 'hahaha' juga nanti ...

satriyo

2009/4/22 Dani Kristianto [email protected]

>
>
>    Obama dalam keadaan yang sulit bukan.
> disatu sisi dia paham esensi isi konferensi itu,
> tapi mayoritas pemerintahan USA masih dalam frame pro Yahudi total.
> bila Obama mempush untuk hadir di acara itu mungkin akan bisa aja,
> tapi kemungkinan Pekerjaan Besar yang lebih penting akan kehilangan
> dukungan dari
> kolega-koleganya di pemerintahan USA dan Konggres serta Senat.
>
> Pekerjaan besar Obama yang lebih urgent adalah megupayakan perdamaian
> Palestina-Israel.
> memaksa Israel mau mengakui negara Palestina merdeka dan memaksa Israel mau
> mengakui seluruh faksi di Palestina (termasuk HAMAS).
> untuk hal ini Obama tidak mau kehilangan dukungan konggres, senat, kabinet,
> staff gedung putih, pengusaha yahudi, organisasi yahudi, pelobi yahudi dan
> masyarakat USA serta dukungan negara-negara Eropa Barat (UK, Perancis,
> Jerman dll) yang notabene juga pendukung Yahudi.
>
> Jadi untuk hal konferensi rasisme, Obama lebih memilih mana yang akan jadi
> prioritas.
> Pekerjaan Besar lah yang menjadi prioritas : memaksa Israel mengakui negara
> Palestina dan mengupayakan perdamaian Palestina - Israel.
> setelah ada perdamaian, maka pekerjaan rumit lainnya adalah status
> Yerusalem.
> apakah akan menjadi milik negara Palestina atau negara Israel atau menjadi
> milik internasional.
>
> Ingat kasu Tzipi Livni kan.
> ketika dia memilih jalan damai,
> HAMAS malah menghujani Israel dengan roket.
> Tzipi pada awalnya memilih berdiam tapi ketika polling dia menurun dalam
> Pemilu,
> maka Tzipi terpaksa memilih menyerang Gaza.
> Tapi HAMAS tidak mau bersabar dan terus menghujani Israel dengan roket..
> Tzipi yang pro perdamaian akhirnya memilih jalan damai, menghentikan
> perang.
> akibatnya.......dalam pemilu Perdana Menteri dia hanya menang tipis dari
> Benyamin Netanyahu, karena dimata rakyat Israel Tzipi Livni lemah.
>
> Padahal sebelum HAMAS menghujani Israel dengan roket,
> Tzipi Livni di polling menang mutlak,
> secara perlahan dia bisa mempromosikan pengakuan Israel bagi Negara
> Palestina merdeka.
> rencananya adalah di tahun pertama dia jadi perdana menteri, maka akan ada
> negara Palestina merdeka,
> dan babak baru di Timur Tengah akan dimulai.
> tapi dia jadi kaget ketika setahun sebelum pemilu,...HAMAS menghujani
> Israel dengan roket. ha3x.
>
> Dan silakan HAMAS menuai akibatnya :
> Benyamin Netanyahu menjadi perdana menteri,
> dan Abermain menjadi Menteri Luar negeri,
> orang-orang yang tidak pernah terpikirkan untuk mengakui kemerdekaan
> Palestina.
> Andai HAMAS bisa menahan diri setahun lagi aja untuk tidak meroket Israel,
> maka 2009,......damailah Timur Tengah di 2009 ini.
>
> Sekarang Obama dan Hillary mempunyai mitra yang sulit di Israel,
> Benyamin Netanyahu dan Abermain.
> Jadilah Obama dan Hillary harus bermain catur.
> Kepentingan utama harus dipentingkan bukan ?.
>
> JFK terlalu berani, hasilnya dia dibunuh.
> dan penggantinya LBJ membawa USA dalam kancah perang di Vietnam.
> Sukarno dan Hatta pun "bermain catur" dengan Belanda dan Jepang bukan ?.
> hasilnya Indonesia merdeka.
> bila Sukarno-Hatta memilih melawan frontal, bisa aja mereka akan dihabisi
> Belanda atau Jepang bukan ?.
>
> salam,
> Dani
>
> --- On *Tue, 4/21/09, Satriyo <[email protected]>* wrote:
>
> From: Satriyo <[email protected]>
> Subject: [sd-islam] Obama oh Obama ... : Amerika Boikot Konferensi PBB
> tentang Rasisme!
> To: [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected]
> Date: Tuesday, April 21, 2009, 2:17 AM
>
>    Obama oh Obama ...!
>
> Ternyata PR dan *lips service* Obama jauh lebih canggih dari Bush yang
> 'culun' ... tapi *at the end of the day*, sama saja: Pro Israel, pro
> zionisme! Sebuah kenyataan pahit yang harus ditelan semua pihak yang
> mengelu-elukan naiknya Obama ke tampuk no 1 kekuasaan di negeri Paman Sam
> (yang amat kuat lobby Yahudinya), sekaligus semua pihak yang menentang
> zionisme yang setali tiga uang dengan rasisme.
>
> Benar belaka pengamatan sejumlah pengamat yang jeli dengan sepak terjang
> Obama dan tahu persis watak politk Amerika yang selama ini selalu
> menganakemaskan Israel: perubahan yang diteriakkan Obama bukanlah perubahan
> untuk dunia, bukan untuk afro-amerika, bukan untuk kulit berwarna, bukan
> untuk kalangan pembela hak asasi manusia ... tapi untuk Amerika Serikat
> sebagai sebuah kekuatan politik, dan tentu untuk karir sang Obama.
>
> Obama oh Obama ...!
>
> Semoga saya tidak menyesal dengan keluhan ini.
>
> salam,
> Satriyo
>
> --
> Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
> now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
> >> al-Ra'd [13]: 28
>   Amerika Boikot Konferensi PBB tentang Rasisme
>   *Washington* -- Pemerintah Obama "dengan menyesal" menyatakan akan
> memboikot konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Rasisme di Jenewa,
> 20-25 April 2009. Boikot dilakukan lantaran Amerika keberatan atas bahasa
> yang digunakan dalam dokumen final pertemuan yang menyinggung Israel.
>   Keputusan boikot diambil setelah terjadi perdebatan yang panas selama
> sepekan di Departemen Luar Negeri Amerika. Israel dan lobi Yahudi senang
> atas boikot itu. Sebaliknya, kalangan pembela hak asasi manusia dan sebagian
> komunitas Afrika-Amerika yang menginginkan Obama mengirim delegasi resmi
> marah.
>   Sejak Februari lalu, pemerintah Amerika telah mewanti-wanti tak akan
> datang ke konferensi bila tak dilakukan perubahan signifikan terhadap draf
> pernyataan.
>   Beberapa revisi sebetulnya telah dapat dirundingkan, misalnya pencabutan
> catatan kritis yang spesifik tentang Israel dan tentang penistaan agama,
> sehingga juru bicara Departemen Luar Negeri, Robert Wood, menyampaikan
> "penghargaan yang mendalam".
>   Namun, menurut Wood, pernyataan itu masih menguatkan temuan dalam
> Konferensi Dunia Menentang Rasisme pertama di Durban, Afrika Selatan, yang
> tak diterima Amerika.
>   Kendati memboikot, Wood menegaskan Amerika "sungguh-sungguh berkomitmen
> untuk mengakhiri rasisme dan diskriminasi rasial" dan "akan bekerja sama
> dengan seluruh rakyat dan bangsa untuk membendung rasisme dan diskriminasi
> di mana pun berada".
>   Konferensi PBB itu diperkirakan berlangsung panas ketika membahas isu
> Israel-Palestina seperti yang terjadi delapan tahun yang lalu, terutama
> karena bakal hadirnya Presiden Mahmoud Ahmadinedjad dari Iran, yang dikenal
> ingin menghancurkan Israel.
>   Delapan tahun yang lalu, Amerika di bawah pemerintah Bush dan Israel,
> keluar dari sidang lantaran muncul catatan yang menyamakan zionisme dengan
> rasisme. Catatan itu belakangan dicabut, tapi semangat anti-semit tetap
> muncul dalam pernyataan akhir. Kelompok pro-Israel di Amerika
> terang-terangan menentang partisipasi Amerika dalam konferensi tersebut. *AP
> | WWW.UN.ORG.DURBANEV IEW2009 | NUGROHO DEWANTO*
> http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2009/ 04/20/Internasio
> nal/krn.20090420 .162987.id. 
> html<http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/20/Internasional/krn.20090420.162987.id.html>
>
>
> 
>



-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke