Assalamualaikum.Warahmatullahi Wabarakaatuh
II .Yusuf dan Mimpi
Bahasa orang-orang di Syorga.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : " Innaa anzalnaahu Qur'aanan
'Arabiyan,la'allakum Ta'qiluun " Artinya " Sesungguhnya kami menurunkannya
berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab agar kamu mengetahuinya " ( Q.S Yusuf 2
).
Tahukah kita apa bahasanya nabi Adam As?
Tahukan kita apa bahasa orang-orang yang ada di syorga sana..?
Perkataan Adam bersama Malaikat adalah "Bahasa Arab ".Sebagaimana tertera di
dalam hadist Rasulullah SAW :
" Katakanlah kepada mereka : " Assalamualaikum ".Maka malaikat berkata,"
Waalaikumussalaam,Warahmatullaahi wabarakaatuh.Dan tatakala mengucapkan tahmid
( pujian ), malaikat berkata pada nabi Adam " katakanlah " Alhamdulillah
",Adam pun berkata " Alhamdulillah ". ( H.R Bukhari dari Abi Hurairah.
Itulah bahasa Syurga, bahasa Arab. Suatu kemuliaan bagi kita yang bisa
berbahasa Arab. Hati-hatilah dari terlalu berbangga bila kita mampu berbahasa
asing , namun tidak sedikitpun ada rasa malu, kalau kita tidak bisa bahasa Al
Qur'an. ).
(( Ini bukan berarti kita melecehkan bahasa lain. Bukan..bukan itu maksudnya.
Pelajarilah dalamilah bahasa apapun didunia ini. Karena Rasulullah pun bersabda
: " Siapa yang mengetahui bahasa suatu kaum, maka amanlah ia dari tipu daya
kaum itu ",
Bayangkan saja, kalau kita tinggal di jepang, kita ngak faham bahasa setempat
apa yang terjadi..?Atau kita ke Sulawesi di pedalaman sono, apa yang akan
terjadi,..? )). Ini perlunya mempelajari bahasa mana yang akan kita diami
tersebut.
tapi yang bisa memahami bahasa Arab ini merupakan suatu karunia Allah yang
tiada taranya,..kenapa demikian,.? Sudah jelas ia bahasa Sorga, bahasa Al
Qur'an. Wajar sujud syukur bagi kita yang dapat mempelajari dan berbahasa
dengan bahasa Arab ini, karena ia bahasa Al Qur'an.
Bayangkan saja,kalau kita baca Al Qur'an ngak faham apa artinya,
tanda-tandabaca, maupun titik komanya, bagaimana kalau kita melihat anak SD
yang baru belajar baca, ngak tahu dimana titik komanya, bukankah kadang-kadang
kita tertawa geli juga…? ( Kaya gitulah kalau kita baca Al Qur'an tanpa tahu
artinya.).
Contoh," Ayah pergi kepasar Minggu dengan adek naik sepeda ".
karena kita ngak tahu artinya, bisa-bisa kita baca begini : " Ayah…".lantas
kita berhenti, 'pergi kepasar ",kita berhenti lagi baru sambung " Minggu
dengan adek ",berhenti lagi terus sambung lagi " naik sepeda "
Berpahala sih tetap berpahala, cuman kedengarannya saja yang lucu. Apalagi
kalau lafaznya salah, akan merubah arti. Kalau intonasinya, mungkin ngak
seberapa.
Tapi bagaimanapun dengan membaca saja, kita sudah berpahala. Allah maha
mengerti koq. Asal jangan malas sama sekali. Itu saja.
Lantas bagaimana caranya, supaya kita bisa faham,..? Yah belajar dengan
terjemahan. Belajar dengan orang yang pintar. Jangan sudahlah kita bodoh, kita
diamkan saja kebodohan kita itu. Bukankah kita di suruh belajar dari buaian
hingga keliang lahat..? Malu kenapa harus malu,..?Sudah terlambat…?" Never late
and never old to study. Dimana ada kemauan disitu ada jalan."
" Nahnu naqussu 'alaika ahsanalqasasi…….." ( kami menceritakan kepadamu kisah
yang paling baik, dengan mewahyukan Al Qur'an ini padamu dan sesungguhnya kamu
sebelum Kami mewahyukannya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
( Yusuf 3 ).
Mulai dari ayat diatas masuklah kita kepada cerita nabi Yusuf.As.
Sebab Turunnya ayat Yusuf ini :
Para Sahabat datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Mereka
bertanya," Wahai Rasulullah, berceritalah pada kami suatu cerita ".
Lihatlah fitrah dan kebersihan hati para sahabat. Mereka menginginkan dari
Rasulullah , bukan hanya sekedar perintah dan larangan-larangan saja.
Maka turunlah ayat diatas," Nahnu Naqussu …dan seterusnya.Lihatlah, para
sahabat hanya sekedar meminta pada rasulullah saja, Allah langsung mengabulkan
do'a mereka.(( Kenapa ini sampai terjadi, karena para sahabat sangat berhati
mulia, memegang ajaran agama sangat kuat, maka wajarlah Allah mengabulkan do'a
mereka ))
Ketika datang kepada kita sekelompok manusia. Sementara dirimu kala itu sedang
memberikan suatu pelajaran . Orang tersebut minta pada kita untuk bercerita.
Apa sikap kita kala itu..?
Apakah kita mengatakan padanya. " Apakah kita datang ke sekolah ini untuk
bercerita atau berdongeng,..?"Kita datang ke sekolah, atau kekuliyah untuk
belajar..dan belajar lagi." itukah jawaban kita padanya,..?
Ketahuilah wahai sekalian ummat Muslimin. Pelajaran itu melalui hati. Dan
Allahlah maha mengetahui segala isi hati. Allah maha tahu cerita apa yang
menarik bagi manusia, cerita yang menyentuh jiwa. Maka melalui cerita inipun
Allah ingin memberikan kita hidayahNya. (( dari sini dapat kita ambil
pelajaran, bahwa dakwah bukan hanya sekedar tanya jawab dari A-Z saja, larangan
ini dan itu, tapi melalui cerita-cerita santaipun bisa kita berdakwah , juga
diharapkan pada kita yang sudah menjadi guru, dosen, ayah, ibu dan sebagainya,
agar sabar dan tabah dalam menghadapi permintaan orang lain pada kita ))
Betapa hebatnya contoh pelajaran yang diberikan Allah pada kita, membimbing
manusia, dan memberikannya hidayah. beBapa agungnya hidayah Allah.(( Oleh sebab
itu wajib bagi kita menjadikan Al Qur'an ini sebagai contoh tauladan kita,
pantas sajalah Aisyah ketika di Tanya tentang akhlak Rasulullah, beliau
menjawab. " kaana khuluquhu Al Qur'an , Akhlak Rasulullah adalah Al Qur'an )).
Wajib bagi kita ummat islam, tanpa terkecuali siapa saja, menunjuki manusia
pada awalnya adalah dengan membawanya pada apa-apa yang ia gemari, apa hobby
seseorang, kita ikuti dulu. Maunya apa..? jangan kita tunjukkan kekerasan sikap
kita itu. Ajak ia bercerita apa yang ia mau.
Hati manusia itu sangat lembut sekali. Ia akan menerima nasehat apa-apa yang ia
sukai. Jangan kita katakan padanya langsung secara keras, tapi bertahap dulu.
Jangan langsung-langsung " Agama mengajarkan kamu begini begitu, kamu harus
begini begitu, dengan bawaan yang sangat keras. Tapi usahakan dulu dengan lemah
lembut, perlahan tapi pasti. Diterimanya syukur tak diterimanya serahkan pada
Allah.
Lihatlah apa yang disenangi manusia. Manusia suka bermain…? Bermainlah dengan
mereka, tanpa berlebihan, bercandalah dengan mereka, jangan kaku, ataupun
terlalu ekstrim, lari orang dari kita. Ajak saja canda, tapi sesekali selingi
dengan ajaran agama.
Tak ada manusia ini yang suka dikerasi dan selalu tegang dalam kehidupan. Sudah
fitrah manusia suka santai dan canda, bermain. Jangan terlalu ketat dalam agama
itu, tapi ada batas-batas yang memang perlu kita ketatin(tegas didalamnya),
bila itu sudah mencakup masalah aqidah yang pokok.
Manusia suka kalau dikasih hadiah. Sering-seringlah bertukaran hadiah.
Rasulullah SAW bersabda " Berlapang dadalah kamu, lapang dada itu akan
menghilangkan kebencian dan keluh kesah, saling beri nasehatlah sesama kamu,
karena kamu dengan itu akan saling mencintai, hilanglah permusuhan "( HR Imam
Malik di dalam kitabnya Al Muwattha, dari Atha'Al Khurusaani )
beri petunjuk manusia sesuai apa yang mereka sukai. Jangan menurut apa yang
kita sukai.
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.
Referensi yang saya pakai sebagai berikut:
1. AlQuranulkarim
2. Tafsir Imam Assya’rawi
3. Tafsir Al munir oleh Imam Wahbah Azzuhaili
4. Tafsir jamii’ul bayan fi takwiililaayh oleh Imam Atthabbari
5. Tafsir AlQuranul adziim oleh Imam Ibnu Abi Hatim
6. Tafsir alahkam oleh Imam Qurthubi
7. Tanwirulbayaan tafsir sahabat Ibnu Abbas radhiallahu’anhu
8. Nudzhumuddurar fi tanaasub aayah oleh Imam Al Baqa’i
9. Irabullquran oleh mufti Mesir Imam Sayyid Attanthawi
10. Shahihulqishahul quran oleh hamid Ahmad Thahir.
11. Qishahulquran oleh Imma Ibnu Katsir
12. Kisah para nabi oleh Imam Sya’rawi
13. Kisal AlQuran pelajaran dan I’tibar oleh Imam Yusuf Abu ‘Aziz
14.Kisah AlQuran oleh Imam Fuad bin Siraj
15.Kisah AlQuran oleh Dr. Muhammad Bakar ismail
16. Ahsanalqasas pelajaran dan I’tibar oleh Imam Abd Adzim bin Badhawi.
17. Yusuf Alaihissalam oleh Da’i Amru Khalid, ustadzh specialist bidang
perdagangan.
18 Dan lainya yang belum tersebutkan, bisa dilihat pada isi tulisan.
Sengaja saya paparkan referensi ini, dimana dalam amanah ilmiyah, kita harus
jujur dalam penyampaian, itulah sebahagian buku referensi yang ada didepan
mata saya tatkala menuliskan artikel ini, dan ada baiknya referensi yang saya
sebutkan diatas agar masing-masing kita bisa menchecknya sendiri, itu tentu
lebih baik, karena saya tidak mungkin mengambil keseluruhan dari semua buku
pada masing-masing penafsiran ayatnya.
Keutamaan-keutamaan surah Yusuf ini.
1. Ini adalah awal surat yang diturunkan secara sempurna ceritanya dan secara
terperinci dalam satu surat. Kalau cerita –cerita lainnya sering disebutkan
berpencar-pencar dalam berbagai surah.
2. Sangat banyak mengandung ‘itibar dan pelajaran
3. Dia adalah sebaik-baik kisah Ahsanal qasas bagi manusia sampai akhir zaman.
4. Penghibur pelipu lara bagi yang kesusahan dan mendapat cobaan, ujian.
4. Dan lainnya yang tentu bisa kita resapi sendiri.
(bersambung..insyaAlah ta’ala). Rahima. Cairo 31 Maret 06
[Non-text portions of this message have been removed]