Dari Tetangga ::::
semoga manfaat

~~~
Dari: DODY ISKANDAR dinata <dody_ide........>
Topik: Rasulullah Pembimbing yang Lembut - 1
Kepada: "Dzikrullah Owner" 
Tanggal: Senin, 4 Mei, 2009, 12:13 PM
Topik: Rasulullah Pembimbing yang Lembut
=====


Rasulullah Pembimbing yang Lembut


Bagaimanakah cara kita mengkomposisi pribadi beliau yang lembut? Bagaimana 
sosok panglima perang, suka bercanda dengan kaum tua, sayang cucu, pegulat, 
negosiator unggul, politikus ulung, super jujur, raja yang beralas pasir 
berteduh pohon korma, intelektual tanpa buku, enterpreunership, pemanah jitu, 
lelaki super jantan beristri banyak, tegas dalam hukum, bijak welas asih dan 
sebagainya bisa bersatu dalam diri beliau ? 

Dan semuanya tetap terlingkupi dengan sosok anggun wibawa nan lembut ? Rahmatan 
lil 'alamin .... lambang kasih sayang semesta ... 

Bagaimana bisa ? 

Bukankah yang kita temui sehari-hari, bila seorang berjuluk politikus, 
omongannya pasti bias dan tak tegas. Bila seorang berjuluk jenderal panglima 
perang, pasti sedikit belas kasihnya dan angker. Bila seorang bertitel 
intelektual, pasti jarang bisa punya kekuatan fisik yang sempurna. Bila seorang 
berjuluk businessman, sangat jarang bisa bersantai dengan cucu atau sesepuh 
sekitarnya. 

Bila ia berjuluk pakar hukum, sangat jarang bisa merubah suatu keadaan lebih 
manusiawi dengan daya negosiator humanis tanpa melupakan koridor kejujuran. 
Bila seorang angker di hadapan bawahan, belum tentu angker di waktu bobok malam 
dengan istri tercinta. Bahkan seorang berjuluk ustad, terkadang malah sering 
sinis tehadap orang fasik yang seharusnya didekati dan diluruskan.

Bagaimana kok tidak bisa ?

Bagaimana ke arah bisa ?

Cukupkah hanya meniru dengan berucap kata lembut dan bergaya sopan supaya bisa 
menjangkau kompleksitas pribadi beliau? Lalu setelah memaknai lakon tutur kata 
lembut dan berlagak santun seperti itu, apakah kita mirip Rasulullah dan lebih 
mendekati jalur surga? 

Waduh, gawat, kalau sedangkal itu, kasihan dong saudara kita yang dari Madura 
dan Batak. Logat dan gerak sosialnya sama sekali jauh dari kelembutan. Dan 
jangan-jangan yang paling mirip dan masuk surga duluan orang Surakarta. Sebab 
tutur katanya terkenal paling lembut sedunia.

Pemaknaan ke-"lathief" -an yang hanya gambaran indera ini sering membuat kita 
terbuai. Sampai-sampai akhirnya timbul istilah serigala berbulu domba, air mata 
buaya dan sejenisnya. Tapi nggak apalah ... wong kita masih betah di wilayah 
ini. Kita ini kan lebih nyaman ditipu tetapi dengan cara yang sopan daripada 
diluruskan dengan cara yang tegas. Lebih parahnya diluruskan dengan cara sopan 
pun masih marah-marah karena sudah terbiasa nyaman ditipu.

Sebenarnya apa sih yang lembut dari Rasulullah sehingga semua bisa berjalan 
dengan sempurna ? Logatnya, gerak badannya atau apanya ...?

Bersambung
Dody Ide


 

 














      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke