Ini, adalah postingan terakhir kala itu, 29 April 2006. Saat itu terhenti 
dikarenakan pembahasan masalah hasad/dengki saudara-saudara Nabi Yusuf 
Alaihissalam, kepadanya. Kala itu mau saya lanjutkan permasalahan Hasad, tetapi 
tidak enak, khawatir, dikatakan menyindir lagi.
 
Kebetulan disuatu milist saya mendapat tantangan untuk meneruskan dakwah Islam, 
dengan alasan milits itu bukan membicarakan ke Islaman, karena milits tersebut 
membicarakan masalah kedaerahan, kemajuan daerah, kalau bicara ke Islaman punya 
bilik tersendiri semacam mesjid atau suraulah. Saya tetap bertahan bertahun 
lamanya, karena dorongan dari yang lain juga. Sampai pada akhirnya pembela saya 
tersebut pernah mengatakan ada yang hasad/iri sama saya, karena memang entah 
kenapa pula, setiap postingan yang saya kirimkan selalu menjadi bahan yang 
hangat untuk dibicarakan, sehingga tujuan didirikannya milits itu untuk 
kemajuan daerah katanya sering terhalang oleh postingan saya yang berbau agama 
ini. 
 
Luar biasa perdebatan, bagaimana saya mempertahankan semua itu. sampai "Pembela 
setia" saya itu, (terimakasih untuknya, yang sekarang menjadi teman saya dah 
bertahun lamanya, persaudaraan itu tak pernah putus, meski tak pernah ketemu 
wajah, hanya didunia maya saja), beliau pernah menyinggung cukup tajam juga sih 
kepada mereka yang mencoba menantang postingan masalah agama saya ini, agar 
postingan agama tidak dimilits itu, tetapi dibilik yang lain, beliau sampai 
mengucapkan yah semacam kata-kata hasad, iri dengki inilah. Ini sebabnya 
masalah kehasatan saudara Nabi Yusuf ini saya tahankan dulu, khawatir dibilang 
menyinggung lagi. Nah,..sampai sekarang akhirnya kelupaan terus.
 
Saya akan mencoba meneruskannya kembali semampu saya, namun di Indonesia ini 
buku-buku tafsir tidak begitu banyak dirumah, buku masih banyak di Cairo, jadi 
maraji, yang saya sebutkan tidak bisa saya lihat lagi.
 
Oh yah, saya mohon maaf, pada members yang meminta dikirimkan secara khusus 
setiap postingan saya ke emailnya pribadi, karena yang minta ini tidak dua tiga 
orang, tidak mungkin saya hafal semua ID orang. Saya hafal milits secara umum 
saja. Jadi, kalau mau lihat postingan saya, lihat saja di file milits yang saya 
ikuti tersebut, akan ketemu insyaAllah. Sulit saya menghafal ID-ID orang, 
apalagi kalau bukan yahoo.tetapi, Co, Id, entah apalagi, sulit sekali, yang 
punya perusahaan. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya tidak bisa 
memenuhi permintaan secara pribadi tersebut, karena sulitnya 
menghafalnya.(kalau diminta hafal AlQuran saya ngak nolak deh..hehehe).
 
Dan sambungan ini tergantung dari members juga. Kalau di YM saya sering 
ditegur, maka tulisan ini kagak selesai-selesainya. Tentu saya tidak pula mau 
dibilang sombong ?, tidak mau melayani chat orang kesaya, menulis itu juga 
butuh ilmu, kosentrasi dan banyak maraji'kan? Bisa dibayangkan, kalau 5 orang 
saja dalam sehari itu ngajak saya chat, mana ada waktu saya meneruskan tulisan 
ini lagi. Apalagi kalau lebih dr itu. Semua tergantung members. Saya sih, 
mengikuti arahnya angin saja.Ok. Saya menulis ini santai, dan kapan ada mood, 
serta kapan saya mau aja. 
 
Beda dengan menulis thesis, boleh dikatakan "keterpaksaan", yang memang harus 
diselesaikan, kalau tak selesai yah tidak berhasil titel dibawa pulang. Cukup 
ilmunya saja kali yah. Tetapi sebaiknyakan kita bawa titel resmi, disamping 
ilmu tentunya. Buat apa juga titel tinggi, kalau ilmu itu tak bermanfaat buat 
diri sendiri, keluarga dan agama. Sama aja dengan Boong, menghabiskan waktu dan 
tenaga, apalagi uang. Ini namanya pohon tanpa buah sama sekali. Hanya tumbuh 
saja, tak berbuah. Semoga kita yang menuntut ilmu tidak seperti itu adanya, 
hendaknya ilmu yang kita kejar jauh-jauh ini dapat dimanfaatkan masyarakat 
hendaknya. Amin ya rabbal 'aalamiin.
 
Wassalamu'alaikum.
 
-
Bismillahirrahmaanirrahiim
 
Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.
“ Qaalaa ya Bunayya..lataqsus rukyaaka ‘alaa ikhwatika fayakiiduulakaa kaidaa, 
innassyaithaanaa lilinsaani’aduwwummibiinun”( Ya’qub berkata) kepada anaknya, “ 
Wahai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpi ini kepada saudara-saudaramu, maka 
mereka akan membuat makar(tipu daya), untuk membinasakan kamu. Sesungguhnya 
Syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.(Q. S Yusuf 5).
 
Kita lihat, nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada ayahnya, bukan kepada 
ibunya, karena beliau ingin mengambil hikmah dan pandangan yang tepat dari sang 
ayah. Amat disayangkan dizaman sekarang ini, sering sekali sang ayah kurang 
memperhatikan masalah ini, sibuk dengan pekerjaannya, menyerahkan sepenuhnya 
tugas mendidik anak kepada istrinya.
 
" Laa Takshus"
 (Jangan kamu ceritakan), Laa naahiyah(la melarang).
Dalam bahasa Arab, ada dua laa yang bentuknya sama, tetapi pemakaiannya dan 
artinya berbeda.
 
1.                laa Nahiyah,(melarang) seperti ayat diatas. Maka kata kerja 
sesudahnya haruslah majzuum(baris mati) " Laa Taqsus" (jangan kamu ceritakan)
2.                 Laa naafiyah(menidakkan), maka kata kerja setelahnya 
dhammah(baris depan), bila tunggal.( laa aquulu illalhaqqa),(aku tidak 
mengatakan kecuali yang benar)
 



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke