Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bissmillahirrohmaanirrohiim Menghidupkan dan Indahnya Kebersamaan Ayah maaf saya tidak bisa hadir, itulah salah satu sms yang saya terima dari salah satu anggota akhwat Tahajjud Call yang kebetulan pada hari Minggu tanggal 3 Mei 2009, jam 16.00 s/d selesai, dirumah mbak Umi Jamilatun, penanggung jawab Dept Sos milis TC, diadakan rapat koordinasi membahas tindak lanjut Rencana Baksos di TPA Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat, yang Insya Alloh akan diadakan pada tanggal 31 Mei 2009. Saudara saudaraku yang dimuliakan Alloh SWT, saat ini sikap dan prilaku kebersamaan, sudah mulai kendur dan sudah mulai mendekati punah, apa bila kita seluruh kaum Muslimin, ikut ikutan tidak perduli dan tak acuh serta mengabaikan kebersamaan, maka baik langsung maupun tidak langsung kita pun ikut andil dalam menghancurkan dan membubarkan sikap dan indahnya kebersamaan yang sudah tumbuh subur sejak nenek moyang kita dahulu. Apabila sikap dan indahnya kebersamaan sudah punah apalah artinya Agama, mungkin Islampun suatu saat akan melahirkan sikap dan prilaku indifidual yang pada akhirnya kita umat islam, akan lebih mudah untuk di pecah belah. Itulah seklimit cuplikan sambutan yang disampaikan oleh Tuan Rumah sebelum rapat koordinasi tindak lanjut Baksos Bantar Gebang kami laksanakan, dan dengan semangat yang mengebu ngebu Suami mbak Umi Jamilatun yang kebetulan seorang Anggota Polri yang bertugas Di Polres Bekasi, mengatakan bahwa budaya kebersamaan ini sudah ada sejak zaman Rasululloh, karena inti ajaran Agama Islam diantaranya membangun kebersamaan, melakukan pekerjaan pekerjaan sosial masyarakat tanpa mengharap pamrih atau upah dari pekerjaan itu. Mari kita tumbuh suburkan sikap dan prilaku kebersamaan, menghidupkan sikap dan cinta menyumbang, baik itu menyumbangkan tenaga, pikiran, bahkan makanan dan uang untuk orang orang yang sangat membutuhkan, serta sangat ingin merubah keadaan agar hidup nya lebih baik dari sekarang. Dan mari kita tegakan sikap dan membudaya kebersamaan, karena kebersamaan inilah, suatu sikap dan prilaku yang dapat kita jadikan sebuah strategi untuk membangun masa depan yang lebih baik dan berguna untuk kita wariskan pada anak cucu kita kelak. Tuan rumah juga mengatakan….dahulu ketika saya masih di Desa, karena kebetulan saya dari Desa terpencil yang terletak di Daerah Karang Anyar Kebumen, orang tua saya yang petani selalu menanamkan, agar saya memiliki sikap yang betul betul lahir dari diri saya sendiri, untuk memiliki rasa kepedulian serta keikhlasan, dan selalu bekerja sama, dan bersama sama. Inilah yang kemudian saya dijadikan sebagai landasan yang sangat kuat, untuk mengizinkan istri saya Umi Jamilatun terjun langsung bersama sama KBMTC lainnya, untuk mensukseskan dan membantu agar program Baksos Bantar Gebang sukses dengan baik. Bahkan saya juga berharap bukan hanya sampai pada acara baksos pada tanggal 31 Mei 2009 saja melainkan, seluruh KBMTC, dan seluruh kaum muslimin berkenan membantu dan menjadikan anak anak pemulung TPA bantar gebang, menjadi anak asuh, agar masa depan mereka lebih baik dari sekarang dan saya sangat berharap agar anak anak pemulung bantar gebang kelak tidak menjadi pemulung melainkan lebih baik dan lebih baik lagi, semoga…!!!. Tuan rumah melanjutkan sambutannya dengan mangatan…Saya masih ingat betul ketika saya masih kecil dahulu saya selalu dianjurkan dan diperintahkan serta dibawa oleh orang tua saya untuk bersama sama dengan seluruh penduduk desa membangun jalan, membersihkan lahan sawah, kebun dan membersihkan bahkan membangun Masjid, Mushollah, serta sekolahan dan lain masih banyak kerjaan lain yang sipatnya sosial lainnya. Sikap budaya kebersamaan yang saya praktekkan selama ini, saya rasakan dan saya buktikan selama saya jadi anggota Polri sejak tahun 1977, bahwa kita akan dapat dan memiliki sikap kepedulian yang tinggi tersebut terhadap sesama dan lingkungan kita manakala kita telah membiasakan dan menghidupkan sikap kebersamaan serta mengedepankan sikap kebersamaan tersebut. Karena hanya dengan sikap kebersamaanlah yang dapat memupuk kesadaran untuk saling membantu, saling bahu membahu membangun lingkungan seperti membangun berbagai sarana dan prasarana secara bersama-sama dimanapun kita berada. Beliau juga mengatakan….Maka perkenankan saya menghimbau dan mengajak saudara saudara kaum muslimin mari kita sukseskan dan mari kita wujudkan baik angan angan maupun cita cita dan perjuangan para relawan dan relawati yang berprofesi guru dan mahasiswa, untuk anak anak pemulung Bantar Gebang yang saat ini sangat membutuhkan uluran dan pertolongan Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari kaum muslimin sekalian. Dan izinkan saya mengucapkan terimakasih serta penghargaan yang setinggi tinginya kepada Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari kaum Muslimin, yang berkenan menyisihkan sebahagian rezekinya untuk putra putrid Pemulung Bantar Gebang pada Sekolah Alam Tunas Mulia, demi keberlangsungan program pendidikan yang telah dirintis dan diawaki oleh Pak Juarto, Pak Nadam dan Istrinya Ibu Widiyanti melalui : a. No. Rek. BCA : 4411258887 , b. No. Mandiri : 1220005209807 A.n. Dedah Amniyati, ( bendahara Milis Tahajjud Call ) http://www.tahajjudcall.org / [email protected] Demikian sambutan dan ajakan serta anjuran sekaligus nasehat bagi kita semua, dari tuan rumah yang kebetulan anggota Polri dan telah melaksanakan semboyan Polri sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, agar kita kaum muslimin disamping gemar shalat tahajjud juga gemar bergotong rayong, membangun kebersamaan serta menumbuh suburkan kebersamaan. Subhannalloh saya salut dan bangga pada senior saya, Mbak Umi Jamilatun salam buat beliau ya, Semoga kita kaum muslimin selalu mengedepankan, dan sekaligus menanamkan serta melaksanakan juga mengajarkan pada generasi penerus kita betapa Indahnya kebersamaan, pelihara persatuan dan hindarkan perpecahan. Terimakasih dan mohon maaf bila kurang dan atau tidak berkenan. Wassalamualaikum Wr Wb Mujiarto Karuk [Non-text portions of this message have been removed]

