http://www.islammuhammadi.com/index.php?option=com_content&task=view&id=962&Itemid=119

Melacak Senjata Biologi: Swine Flu, Senjata Biologi? [1]       
Selasa, 05 Mei 2009 

Views 72



Paul Joseph Watson, seorang analis dalam artikelnya di situs Prison Planet 
membahas mengenai flu babi di dunia. Watson menulis, "Bukti-bukti menunjukkan 
bahwa flu babi meksiko adalah sejenis senjata biologi." Sekalipun terlalu dini 
untuk menyebut ini sebagai hasil final, namun reaksi cepat Organisasi Kesehatan 
Dunia (WHO) dan pemerintah Amerika yang menolak asumsi ini patut dicermati. 



Babi Penyebar Flu
Watson dalam tulisannya menegaskan bahwa flu babi merupakan jenis virus baru 
hasil gabungan virus manusia, burung dan babi. Ia menulis, "Hingga saat ini 
tidak ada kasus babi-babi terserang virus influensa jenis A." Berdasarkan 
pernyataan satu dari sumber-sumber Wayne Madsen, mantan pejabat Badan Keamanan 
Nasional Amerika (NSA) dan juga ilmuwan senior PBB yang mengkaji penyebaran 
virus mematikan ebola di Afrika dan para korban virus AIDS, mengumumkan bahwa 
virus influensa jenis (H1N1) A memiliki sejumlah varian yang menunjukkan bahwa 
jenis influensa ini dibuat di laboratirum militer sebagai senjata biololgi.

Madsen mengklaim bahwa sumbernya dan sumber lainnya di Indonesia merasa yakin 
bahwa munculnya jenis manusia dari virus ini menyebabkan meluasnya penyakit ini 
di Meksiko dan sebagian dari Amerika. Bila memang demikian kenyataannya, virus 
ini dapat menjadi epidemi global dan menciptakan tragedi luas terkait berbagai 
perjalanan dan perdagangan dalam negeri dan internasional. Dalam laporan 
tersebut disebutkan, "Saat ini terlalu dini untuk menerima asumsi ini. Kita 
perlu mencermati bahwa korban virus ini jauh lebih sedikit ketimbang 
penyakit-penyakit lain seperti malaria, TBC yang muncul di Meksiko akibat 
kemiskinan yang menelan korban ratusan bahkan ribuan orang setiap tahunnya."

Dalam laporan itu menyebutkan bahwa laboratorium militer Amerika yang berada di 
Fort Derrick, Maryland sebagai sumber penyebaran virus anthrax tahun 2001. 
Ditambahkan, "Kini tengah dilakukan penyidikan mengenai kemungkinan hilangnya 
sejumlah sampel virus dari laboratorium militer ini. Kenyataan inilah yang 
membuat orang melirik laboratorium militer ini dengan pandangan keragu-raguan 
terkait masalah flu babi." Sesuai laporan situs Frederick News Post, jurubicara 
laboratorium militer Amerika itu mengumumkan bahwa lembga penyidikan tindaka 
pidana tengah melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan hilangnya sejumlah 
sampel virus dari Institut Penelitian Medis Penyakit Infeksi Militer amerika 
(USAMRIID).

Pada bulan Februari institut tersebut terpaksa menghentikan aktivitasnya 
dikarenakan sejumlah sampel virus yang ada dalam list laboratorium belum 
didaftarkan. Berdasarkan laporan ini, para penyidik pidana militer Amerika di 
laboratorium Amerika ini tengah menyelidiki kemungkinan hilangnya sampel-sampel 
virus dari laboratorium militer Amerika. Laboratorium yang melakukan 
serangkaian uji coba terhadap faktor-faktor yang dapat menyembuhkan penyakit 
seperti ebola, anthrax dan sampar.

Dalam laporan ini telah ditegaskan bahwa dengan memperhatikan ketakutan dan 
kekhawatiran yang dimunculkan oleh flu babi dan sumbernya berasal dari varian 
baru di laboratorium, sangat menyesakkan dada bila kita mengetahui 
sampel-sampel virus tersebut mungkin dari laboratorium militer Amerika yang 
hilang, sekaligus pernah menjadi sumber anthrax pada tahun 2001. Penyelidikan 
FBI dan Departemen Kehakiman Amerika tahun 2008 menyingkap Bruce Edwards Ivins, 
ahli bakteri, vaksin dan peneliti senior pertahanan biologi di USAMRIID di Fort 
Derrick, Maryland adalah penanggung jawab pengiriman paket yang berisikan 
anthrax kepada sebagian anggota Senat Amerika.

Setelah masalah ini dipublikasikan, Ivins lalu bunuh diri. Kejadian ini membuat 
sebagian orang berkeyakinan bahwa Ivins sendiri menjadi korban virus tersebut. 
Sekalipun banyak tanda-tanda yang mencurigakan, namun ternyata tidak dilakukan 
utopsi atas jasadnya. Pengacara Ivins yakin bahwa Departemen Kehakiman 
mencurigai Doktor Steven Hatfill, namun dalam pengaduannya kepada pemerintah ia 
malah berhasil mendapat ganti rugi sebesar 5,8 juta dolar.

Sebuah artikel di surat kabar New York Times terkait kematian Ivins menanyakan 
bahwa bila Hatfill pada tahun 2002 melakukan aksi bunuh diri apa yang terjadi? 
Apakah para penyidik akan membiarkannya dan mengumumkan bahwa si pelaku 
kriminal telah mati?

Setelah peristiwa 11 September senantiasa ada rasa ketakutan akan serangan 
biologi yang mengakibatkan munculnya penyakit epidemi ke seluruh dunia. Para 
penyidik memperingatkan tingginya angka kematian dikalangan ahli bakteri dan 
fenomena ini menjelaskan satu kenyataan bahwa mereka yang mengetahui akan 
masalah sebenarnya mulai dibersihkan satu persatu.[islammuhammadi/sl/Fars]. 
Bersambung

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) 
:) :) :) :) :) :) :)
 Ahmad Fahmi Syahab
 Powered by Hotspot Gratis® di Kantor Pak Camat
 Praise Allah 4 Our Berry-berry® good life...  
:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) 
:) :) :) :) :) :) :)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore 
http://www.demimasa.co.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke