----- Forwarded Message ----
From: riza budi <[email protected]>
To: my sister <[email protected]>; my sister 4 <[email protected]>; 
[email protected]
Cc: andri acc <[email protected]>; andy satyani 
<[email protected]>; azum hk <[email protected]>; indra abak 
<[email protected]>; [email protected]; nanda tc 
<[email protected]>; putri tarempa <[email protected]>; wendot ardian 
<[email protected]>; uchie chia <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; eva jasmin 
<[email protected]>; [email protected]; hasana hamid 
<[email protected]>; sari hapsari <[email protected]>; pak hendrik 
<[email protected]>; pak imam pajak <[email protected]>; pak mui 
<[email protected]>; popy fuad <[email protected]>; romi promo 
<[email protected]>
Sent: Tuesday, May 12, 2009 10:48:37 PM
Subject: [a_awi78] Jika Allah Menarik Perhatian Kita












Jika Allah Menarik Perhatian Kita 

Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Sahabat Hikmah...
Dikisahkan, seorang mandor bangunan sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat. 
Suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang 
bekerja di lantai bawahnya. 
Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang 
bekerja di lantai bawahnya, 
agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. 
Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, 
tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan 
dari sang Mandor. 
Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, 
usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja. 

Akhirnya untuk menarik perhatian, 
mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong 
celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. 
Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, 
berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu,
lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. 
Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, 
tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau 
mendongak keatas. 

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, 
ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat 
mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. 
Karena merasa sakit kejatuhan batu, 
pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. 
Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan 
pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya. 

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, 
Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, 
maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. 
Allah seringkali menjatuhkan "koin uang" atau memberikan kemudahan rejeki yang 
berlimpah kepada kita manusia, 
agar mau mendongak keatas, 
mengingatNya, 
menyembah-Nya, 
mengakui kebesaran-Nya 
dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. 
Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap 
harinya kepada kita manusia, 
agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. 
Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau 
mendongak keatas, 
mengingat kebesaran-Nya, 
menengadah kepada-Nya, 
mengagungkan nama-Nya 
dan bersyukur atas rahmat-Nya. 

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalam an menyakitkan, 
seperti musibah, 
kegagalan, 
rasa sakit, 
kelaparan 
dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia 
agar mau mendongak keatas. 
Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, 
menyembah kepada-Nya, 
mengakui kebesaran-Nya 
dan bersyukur atas rahmat-Nya. 

Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima 
manusia, 
hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. 
Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau 
"habl min Allah." 
Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan 
Allah, 
dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya. 

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa 
mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. 
Seperti memiliki pekerjaan yang baik, 
memiliki kesehatan yang kita rasakan, 
kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, 
mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, 
keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. 
Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak 
ternilai harganya. 
Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu 
Allah menjatuhkan "batu" kepada kita ?. 

Firman Allah:
Dan apabila Kami memberikan NI'MAT kepada manusia, ia BERPALING dan MENJAUHKAN 
DIRI; tetapi apabila ia ditimpa MALAPETAKA maka ia banyak BERDO'A. (QS. 41:51)

Wassalam

 

________________________________
 Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
________________________________
 Sikap Peduli Lingkungan?  
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 
   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke