Anak-anak ku...
Ditulis oleh Rahima Rahim
Jumat, 05 Oktober 2007
Assalamu'alaykumwarahmatullahiwabarakaatuh
Mulai dari kandungan kalian kujaga, kurawat, kuberi makan yang halal, baik,
dan bergizi, dan kusirami dengan siraman ruhani dengan bacaan AlQuran dan
shalatku mengalun disetiap saat, terutama dimalam-malam tahajjudku, dengan
harapan kelak bacaan ini kau dengar dan menjadi pedoman hidupmu.
Karena Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : "Dan dari sebahagian malam,
hendaklah kamu melakukan shalat tahajjud, sebagai ibadah sunnah bagi kamu,
semoga saja dengan shalatmu itu akan menaikkan derajatmu ketempat yang lebih
terpuji".
Anak-anakku, disaat-saat sakit akan melahirkanmu, aku merasa dunia ini
benar-benar seakan kutinggalkan dan Malaikat maut akan meregut nyawaku, dimana
saat-saat kritis itu ayahmu berada disamping kita dengan membacakan beberapa
alunan kalam illahi, sebagai
penenang dan pengobat kesakitan dan memberikan ketabahan bathin bagiku, seakan
beliau tau sekali tugas sebagai calon ayah, memberikan ketabahan bagi sang
istri dalam kondisi apapun.Karena ayahmu sadar akan firman Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar".
Anak-anakku, disaat payah dan kesakitan melahirkan, yang ada dalam benak ibumu
ini cuma satu."Ingat Allah, dan baca AlQuran dalam hati", bukan dengan jeritan
dan cacian bahkan tak jarang ada yang menyalahkan suami kenapa ia sampai
hamil begitu. Saat, kesakitan ada yang sempat emosi, menyalahkan sepihak,
tanpa ia mengingat bahwa adanya dirimu dalam rahim seorang perempuan adalah
kesepakatan, kemauan, dan kenikmatan yang dirasakan bersama-sama.Tetapi Ibu
berusaha Nak, kehadiranmu adalah amanah Allah, kehendak Allah dan keinginan
bersama, itu sebabnya ibu mengingat ibunda
Siti Maryam, tatkala ia kesakitan akan melahirkan puteranya Maryam, atas
kehendak Allah Ta'ala, disaat ibunda Maryam mengeluh:" Wahai alangkah
malangnya nasibku, alangkah eloknya kalau aku mati saja, dan aku manusia yang
dilupakan "Lantas Allah menenangkannya, dan menyuruhnya agar jangan bersedih
hati, dan memakan buah kurma, karena khasiat kurma itu cukup banyak,
terutama bagi ibu yang akan melahirkan, akan sangat memudahkannya dalam
persalinan tersebut, dan memberikan kekuatan phisik serta mental bagi sang
ibu.
Anak-anakku, setelah dirimu lahir, atas perintah Allah jua, ibu mulai
menyusukanmu, Allah berfirman: " Dan bagi para ibu-ibu, hendaklah mereka
memberikan susu ASI pada anak-anaknya selama dua tahun, ini bagi mereka yang
ingin menyempurnakan susuan selama dua tahun tersebut, memberikan makan
mereka, dan memberikan pakaian (untuk anak-anak....".(AlBaqarah 233)
Anak-anakku, setelah engkau lahir, disusukan, dan engkau mulai pandai
berjalan, mulai menanjak menjadi anak-anak-remaja dan dewasa, Ibu akan selalu
mengingat firman Allah Ta'ala, tatkala mengkisahkan bagaimana Luqman
berwasiat dan memberikan nasehat dalam mendidik anaknya dalam firmanNya :"
Tatkala Luqman berkata kepada anaknya dalam bentuk memberikan pengajaran
kepadanya:" Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah dengan apapun
juga, karena syirik itu adalah merupakan penganiayaan yang paling
besar,...pandai bersyukur kepada orang tua, kepada Allah, (Ibu dan ayah
disuruh Allah ), agar mendidik anak-anak mengerjakan shalat, dan menyuruh pada
kebaikan, (berbuat baik pada sesama) dan mencegah dari berbuat kejahatan, dan
bersabar atas segala musibah, jangan berlaku sombong, karena Allah paling
tidak suka dengan kesombongan, berjalan sederhana, berkata sopan, karena
sejelek-jelek suara (perkataan), adalah suara
keledai (Luqman 31; 13-19)
Terakhir wahai anak-anakku, Allah juga mengingatkan ayah dan ibumu, agar
mendidik kamu dengan baik, dan takut meninggalkan kalian dalam keadaan lemah,
karena firman Allah Azza wajalla: " Dan hendaklah takut diantara kamu akan
meninggalkan keturunan yang lemah, hendaklah kamu takut akan nasib mereka, dan
hendaklah kamu bertaqwa pada Allah, dan berkatalah akan perkataan yang
benar". Ibu dan ayah diperintahkan Allah agar memberikan kekuatan fhisik,
serta mental bagi kalian, jangan sampai lemah mental, lemah
ekonomi, lemah segalanya, karena juga disebutkan dalam hadits
Rasulullah:"Mukmin yang kuat, jauh lebih baik (dan disukai Allah dan
rasulNya), ketimbang mukmin yang lemah".
Wahai anak-anakku, Meskipun begitu, ibu dan ayah tidak akan pernah lupa firman
Allah Ta'ala: "Ketahuilah Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kamu
merupakan fitnah(cobaan), bagi kamu".(Anfal 28)FirmanNya lagi :"Wahai
orang-orang beriman, sesungguhnya dari sebahagian istri-istri dan anak-anak
kamu merupakan musuh bagi kamu, maka hendaklah kamu awas akan musibah yang
akan mencelakakan kamu disebabkan mereka......" (AtThagabun;14,15)
Allah mengingatkan ayah dan ibu agar jangan sampai lupa mengingat Allah
dikarenakan kamu, dikarenakan sibuk mencari nafkah untuk kamu. (AlMunafiqun9).
Demikianlah sekelumit tentang kamu, wahai anak-anakku.
Wassalamu'alaikum. Panorama, Bukittinggi, 8 September 2007 Rahima
[Non-text portions of this message have been removed]