Tawakkal, Rahasia Kedamaian Hidup
Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Idris al-Khaulani, yang jika ia
mengingatnya lututnya akan bergetar seakan-akan Allah swt. berada di atasnya,
Allah swt. berfirman, "Wahai hamba-Ku sesungghnya aku telah mengharamkan
perbuatan zalim atas diri-Ku dan Aku telah menjadikannya sebagai hal yang haram
di antara kalian, maka janganlah kalian berbuat zalim. Wahai hamba-Ku, kalian
semua dalam keadaan sesat, kecuali bagi orang-orang yang Aku beri petunjuk,
maka mintah kalian pentunjuk kepada-Ku, pasti Aku akan memberi kalian petunjuk.
Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian adalah dalam keadaan lapar, kecuali
orang-orang yang Aku beri makan, maka mintalah kalian kepada-Ku, pasti Aku akan
memberi kalian makan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian dalam keadaan
telanjang kecuali orang-orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah kalian
pakaian kepada-Ku, pasti Aku akan memberi kalian pakaian. Wahai hamba-Ku,
sesungguhnya kalian telah melakukan kesalahan di
malam dan siang hari, dan Aku akan mengampuni semua kesalahan, maka mintalah
kalian ampun kepada-Ku, pasti Aku akan mengampuni kalian. Wahai hamba-Ku
sesungguhnya kalian tidak akan bisa memberi mudharat pada-Ku dan juga memberi
manfaat pada-Ku. Wahai hamba-Ku, sekiranya orang pertama sampai orang terakhir
dari kalian, baik yang berupa manusia ataupun jin mengabdikan dirinya
kepada-Ku, hal itu tidak akan menambah kerajaan-ku. Wahai hamba-Ku, sekiranya
orang pertama sampai orang terakhir dari kalian, baik yang berupa manusia
ataupun jin menentang-Ku, hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-ku. Wahai
hamba-Ku, sekiranya orang pertama sampai orang terakhir dari kalian, baik yang
berupa manusia ataupun jin menaiki bukit dan meminta kepada-Ku lalu Aku
mengabulkan setiap permintaan-Nya, semua itu tidak akan mengurangi apa yang
berada di sisi-Ku. Apa yang mereka terima laksana tetesan air dari jarum yang
teah dicelupkan ke dalam laut. Wahai hamba-Ku,
sesungguhnya perbuatan kalian akan Aku perhitungkan dan Aku akan memberi
balasan atasnya, maka barang siapa yang mendapati kebaikan atasnya, hendaknya
ia memuji kepada Allah swt., dan barang siapa yang mendapati sebaliknya, maka
janganlah ia mencelah kecuali kepada dirinya sendiri."(HR Muslim) .Kata, lapar
sebagaimana yang tercantum dalam hadits di atas tidak hanya mengandung arti
kekurangan makan ataupun rasa lapar yang dirasakan oleh perut, tapi lapar atas
semua keinginan yang ada di dunia. Dalam hadits di atas, seakan-akan Allah swt.
berfirman kepada kita, "Berdoalah kalian dan rendahkan diri kalian, pasti Aku
akan memberi kalian." Dan juga pada kalimat, "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya
kalian dalam keadaan telanjang kecuali orang-orang yang Aku beri pakaian, maka
mintalah kalian kepada-Ku, pasti Aku akan memberi kalian pakaian." Seakan-akan
Allah swt. berfirman kepada kita, "Kalian semua hina, kalian semua pelaku dosa,
sekiranya tirai yang menutupi
semua kesalahan kalian terbuka, tentu kalian akan merasa jijik pada diri
kalian sendiri sampai tidak ada seorangpun yang mau bersanding di sisimu karena
begitu busuknya bau yang keluar dari dirimu akibat dosa-dosa yang telah engkau
perbuat. "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian telah melakukan kesalahan di
malam dan siang hari, dan Aku akan mengampuni semua kesalahan, maka mintalah
kalian ampun kepada-Ku, pasti Aku akan mengampuni kalian. Wahai hamba-Ku
sesungguhnya kalian tidak akan bisa memberi mudharat pada-Ku dan juga memberi
manfaat pada-Ku. Wahai hamba-Ku, sekiranya orang pertama sampai orang terakhir
dari kalian, baik yang berupa manusia ataupun jin mengabdikan dirinya
kepada-Ku, hal itu tidak akan menambah kerajaan-ku. Wahai hamba-Ku, sekiranya
orang pertama sampai orang terakhir dari kalian, baik yang berupa manusia
ataupun jin menentang-Ku, hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-ku."
Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Kaya, yang tidak membutuhkan seorangpun
sementara semua makhluk membutuhkan-Nya
------------------------------------------------http://www.kursusbahasaarab.netSolusi
tepat bagi anda untuk belajar bahasa Arab dengan tanpa harus meninggalkan
aktifitas dan kesibukan.
[Non-text portions of this message have been removed]