----- Original Message -----
From: Muhammad Assegaff
Kamis, 21 Mei 2009 | 02:41 WIB
SEMNAN, KOMPAS.com - Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, Rabu
(20/5), Iran telah mengujitembakkan sebuah rudal darat baru berjarak sedang.
"Menteri Pertahanan (Mohammad Mostafa Najjar) mengatakan kepada saya hari ini
bahwa kita telah meluncurkan sebuah rudal Sejil-2, yang merupakan rudal dua
susun dan telah mencapai sasaran yang dituju," kata Ahmadinejad dalam
pernyataan di kota Semnan, Iran utara.
"Saya diberi tahu bahwa rudal itu bisa melesat melampaui atmosfir dan
kemudian kembali lagi dan menghantam sasarannya. Rudal itu bekerja dengan bahan
bakar padat," kata Ahmadinejad, yang disambut oleh sorak-sorai massa.
Ia tidak menjelaskan secara terinci daya jangkau rudal tersebut.
Menteri Pertahanan Mohammad Mostafa Najjar mengatakan pada 12 November,
Iran telah mengujitembakkan sebuah rudal darat generasi baru. "Ini sebuah rudal
dua susun yang membawa dua mesin dengan bahan bakar padat terpadu," kata Najjar
pada saat itu, dengan menambahkan bahwa rudal itu diberi nama Sejil.
Televisi pemerintah saat itu menunjukkan peluncuran rudal tersebut, yang
ukurannya sama dengan rudal jarak sedang Iran, Shahab-3.
Pada masa silam, Iran seringkali membanggakan pengembangan sistem
persenjataan baru, namun hal itu hanya disambut dengan skeptis oleh para analis
pertahanan Barat.
Najjar mengatakan kepada televisi pada November, rudal baru itu memiliki
"daya jangkau hampir 2.000 kilometer", yang sama dengan jangkauan rudal
Shahab-3 dan bisa menghantam musuh bebuyutan Iran, Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netayahu telah menyatakan, teknologi
rudal Iran dan program nuklirnya yang kontroversial menimbulkan ancaman yang
lebih besar bagi negara Yahudi tersebut ketimbang yang pernah dihadapinya sejak
pembentukan Israel pada 1948.
Iran menekankan bahwa program nuklirnya hanya bertujuan untuk memproduksi
listrik bagi penduduknya yang meningkat karena bahan bakar fosilnya semakin
berkurang.
Namun Israel -- satu-satunya negara yang memiliki senjata nuklir namun
tidak diumumkan -- menuduh program itu hanya sebagai selubung untuk membuat bom
nuklir.
Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan tiga paket sanksi terhadap Iran
setelah mereka tidak mematuhi ultimatum untuk menghentikan program pengayaan
uranium, proses yang membuat bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir
namun bentuk yang sangat diperkaya juga bisa digunakan untuk membuat bahan inti
sebuah bom atom.
XVD
Sumber : Ant
--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya!
[Non-text portions of this message have been removed]