Kunci utama membangun peradaban Islam pada masa saat
ini adalah dengan mengembangkan superioritas. Demikian ditegaskan Abdul
Mannan, Ketua Umum DPP Hidayatullah dalam seminar Peradaban Islam di
Jakarta, Rabu (20/5).



''Ini sangat penting agar kesempurnaan ajaran Islam dalam semua aspek
kehidupan manusia, mendapatkan orang-orang terpilih dan sekaligus
representatif di hadapan seluruh umat manusia,'' papar Abdul Mannan.



Dikatakan , jika tidak demikian, maka kebesaran ajaran Islam
diselubungi oleh kebodohan kaum Muslim. ''Yang pada gilirannya
komunitas yang berasal dari peradaban lain, karena interaksinya dengan
orang-orang Muslim yang seperti itu, akan meremehkan ajaran Islam itu
sendiri, tanpa mengkajinya secara obyektif,'' papar Mannan.



Menurut Mannan, superioritas itu, seperti tercermin dalam ajaran
Alquran, terletak pada kesempurnaan spiritual dan intelektual
seseorang. ''Yang tentunya akan memanifestasikannya pada akhlak dan
perilaku serta sikap hidup yang Islami,'' kata Mannan.



Sunatullah



Pada kesempatan yang sama, Guru Besar IPB, Didin Hafidhuddin
mengungkapkan bahwa benturan antar peradaban yang satu dengan yang
lainnya, merupakan sebuah Sunatullah, suatu keniscayaan dalam kehidupan
umat manusia.



''Peradaban yang bermacam-macam itu akhirnya akan mengerucut pada dua
peradaban besar. Yaitu peradaban yang hak, yang berlandaskan pada
nilai-nilai Islam universal, komprehensif, adil dan melahirkan
kesejahteraan konstruktif,'' katanya.



Sementara di sisi lain, menurut Didin yang juga Ketua Umum Baznas,
terdapat peradaban yang bathil, yang berlandaskan pada nilai-nilai
materialisme, nilai-nilai yang bertentangan secara diametral dengan
nilai-nilai Ilahiyah.



Karena itu menurut Didin, mutlak bagi kaum Muslimin untuk meningkatkan
kualitasnya dalam berbagai bidang kehidupan. ''Diantara pilar-pilar
peradaban yang harus dibangun secara bersama-sama adalah kegiatan
ekonomi. Yakni ekonomi syariah yang berlandaskan pada nilai-nilai
Islam, keadilan dan pro kaum dhuafa serta berorientasi pada sektor
riil."



Pembicara lainnya, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menegaskan bahwa ada
tiga agenda untuk kembali ke peradaban Islam. Agenda pertama menurut
Qahhar, Ittiba' kepada Manhaj Nabawi dengan menjadikan sistematika
nuzulnya wahyu sebagai pola tarbiyah dan pembinaan umat.



Agenda kedua, menemukan makna atau terminologi hijrah, kontekstualisasi
dan penerapannya di era sekarang,  papar Qahhar. Agenda ketiga
menurutnya, melakukan kaderisasi melalui taklim ataupun tarbiyah lewat
halaqah-halaqah. Serta membangun tradisi keilmuan yang berbasis
//worldview/ / dan epistemologi Islam. - osa/ahi


http://www.republika.co.id/berita/51640/Bangun_ Superioritas_ Peradaban_ Islam



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke