Hiasan Bibir Paling Indah Sepanjang Masa
Written by Rahmat Arafah A
Thursday, 28 May 2009
www.nurulyaqin.org
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saw.
Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling
di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum
yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, "serukanlah kebutuhan
kalian". Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi.
Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui). Apa yang dikatakan
oleh hamba-hamba-Ku?. Para malaikat menjawab, mereka menyucikan dan
mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau. Allah berfirman, apakah
mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab, tidak, demi Allah, mereka tidak
melihat-Mu. Allah berfirman; Bagaimana kalau mereka melihat Aku? Para malaikat
berkata, kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah
menyucikan dan memuliakan Engkau. Allah SWT berfirman, apa yang mereka minta?
Para malaikat berkata, mereka memohon surga kepada-Mu. Allah berfirman, "Apakah
mereka pernah melihatnya?" Para malaikat berkata, tidak, demi Allah, mereka
tidak pernah melihatnya. Allah SWT berfirman, bagaimana kalau mereka
melihatnya? Para malaikat berkata, kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan
semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya. Allah SWT
berfirman, terhadap apa mereka memohon perlindungan? Para malaikat berkata,
Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu. Allah SWT berfirman, apakah mereka
pernah melihatnya? Para malaikat berkata, kalau mereka melihatnya, niscaya
mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut. Allah SWT berfirman,
kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.
Salah seorang dari malaikat itu berkata, di dalam kelompok mereka
terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk
suatu keperluan. Allah SWT berfirman, anggota majelis itu tidak menyengsarakan
orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka."
Demikianlaha sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bagaiaman
seorang hamba yang selalu senantiasa tidak pernah berputus asa dalam
memanjatkan permohonan do'anya kepada Sang Khalik. Namun, dibalik itu, sudahkah
kita semua melakukannya dengan sepenuh hati, atau baru setengah hati? Semoga
kita semua mau membuka hati kita masing-masing untuk tetap menjalanka segenap
apa yang telah diperintahkanNya. Bukan ber-ibadah sekehendak kita.
Hal yang paling gampang dan mudah dalam dzikir adalah, ucapaan tasbih dan
tahmid dan tahlil dalam setiap langkah kemanapun kita akan bepergian. Tentu hal
ini akan lebih bermanfaat dari pada sekedar ber-gosip ria atau membicarakan
hal-hal yang kurang bermanfaat. Sungguh, nikmat Allah yang manakah yang hendak
kita dustakan? Dikala kita mengayunkan setiapa langkah, kita selalu berdizikir,
maka, disamping kita meninggalkan pembicaraan yang kurang bermanfaat, paling
tidak kita akan mendapatkan "pulsa" kelak untuk di akherat. Bahkan setiap huruf
dari dzikir tersebut akan mendapatkan "pulsa" oleh Allah sebesar 10 kali.
Subhanllah. Sungguh, hanya orang-orang yang merugi saja yang tidak mau
mengucapkan dzikir kepada-Nya. Karena Alla SWT telah memberikan sinyal dalam
sumpahnya "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh." (QS
Al-Ashr 1-3). Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang merugi.
Alahumma Amien.
Allahu A'lam Bish-Shawab.
[Non-text portions of this message have been removed]