Dari Moderator:
Di internet, Moderator sering membaca tulisan orang2 kafir yang menghina-hina 
"Arab" padahal katanya mereka menjunjung HAM dan menolak diskriminasi.

Sebetulnya yang mereka hina bukan "Arabnya". Tapi Islam.
Sebagaimana kita ketahui Nabi Muhammad yang kita cintai adalah orang Arab. Al 
Qur'an yang jadi pedoman kita pun dalam bahasa "Arab". Oleh karena itulah 
orang2 kafir itu membencinya.

Semoga para pembenci Islam tidak mendapat tempat di bumi Indonesia.
"Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran 
itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang 
yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al 
Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang" [An Nahl:103]

Salam



SURAT PERNYATAAN SIKAP WAHDAH ISLAMIYAH



Nomor: K.155/IL/DPP-WI/VI/1430



السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته



الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحابته ومن تبعهم بإحسان إلى 
يوم الدين , وبعد

Sehubungan dengan pernyataan Ruhut Sitompul, seorang anggota tim
kampanye SBY-Boediono di media massa beberapa waktu lalu, yang
menyatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada
Indonesia dan membanggakan AS sebagai ‘penyelamat’ ekonomi negara ini.



Maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap 
sebagai berikut:



Wahdah Islamiyah meyakini bahwa Ruhut Sitompul adalah seorang
yang tidak pernah belajar sejarah karena berdasarkan catatan historis,
justru bangsa Arab merupakan pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia
ketika Belanda (salah satu bangsa Barat) menjajah bangsa ini selama 3,5
abad. Setelah Proklamasi 1945 pun bangsa-bangsa Arab (seperti Mesir,
Syiria, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan) tampil
pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia, meskipun
pada saat yang sama AS dan bangsa-bangsa sekutu (Barat) memberikan
bantuan militer plus politik kepada Belanda untuk mencoba menjajah
kembali Indonesia.

Wahdah Islamiyah menduga bahwa Ruhut Sitompul juga tidak pernah
membaca suratkabar / mengakses media massa lainnya tentang
berita-berita seputar ekonomi dan kerjasama internasional. AS (yang
dikatakannya banyak membantu Indonesia) justru terbukti telah
menghancurkan perekonomian bangsa ini dengan munculnya krisis moneter
yang tidak kunjung berakhir selama 12 tahun terakhir, dengan sistem
pinjaman berbunga tinggi disertai syarat-syarat yang mencekik rakyat
Indonesia. Sebaliknya, bangsa-bangsa Arab (seperti Arab Saudi, Uni
Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait) selama ini banyak membantu perekonomian
Indonesia dengan bantuan hibah (tidak perlu dikembalikan) dan pinjaman
lunak yang melegakan rakyat negeri ini. Bahkan negara-negara Arab aktif
memberikan bantuan sosial kemanusiaan secara gratis ketika Indonesia
dilanda berbagai bencana alam, di saat AS dan bangsa Barat lainnya
enggan memberikan bantuan secara cuma-cuma.

Wahdah Islamiyah memandang patut disayangkan bahwa Bapak SBY yang
selama ini dikenal sering mengkritik secara langsung maupun tidak
langsung atas sikap politik capres-cawapres lainnya yang dianggapnya
kurang terpuji, justru di dalam tubuh tim kampanyenya menunjukkan sikap
politik yang sangat tidak santun.

Wahdah Islamiyah mendesak Bapak SBY untuk segera memberhentikan
dengan tidak hormat Ruhut Sitompul sebagai anggota tim kampanye
SBY-Boediono karena telah melukai perasaan kelompok etnis, suku, dan
agama tertentu. Sebab jika tidak segera melakukan pemecatan maka
dikhawatirkan dapat membangkitkan kemarahan yang lebih besar dari
kelompok etnis, suku, dan agama tertentu yang dilecehkan itu.

Wahdah Islamiyah mendesak tim kampanye SBY-Boediono untuk segera
meninggalkan sikap politik tidak santun yang dapat menyakiti perasaan
kelompok etnis, suku, dan agama tertentu.

Berdasarkan sejumlah realitas tersebut di atas, Wahdah Islamiyah
memandang betapa nistanya apabila ada sebagian komponen umat, terutama
dari parpol Islam / parpol dakwah yang selama ini secara langsung
maupun tidak langsung mendapatkan bantuan dana / fasilitas dari
negara-negara Arab, serta parpol yang mengklaim sebagai penerus
perjuangan Masyumi, yang merelakan diri menjadi kaki-tangan AS dengan
bergabung dalam tim kampanye SBY-Boediono. Padahal sejarah tetap
mencatat Masyumi sebagai parpol yang tidak pernah kooperatif dengan
intervensi Barat, termasuk AS.



Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling 
menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.



والسلا عليكم ورحمة الله وبركا ته

Makassar, 6 Jumadil Tsani 1430H / 31 Mei 2009M



DEWAN PIMPINAN PUSAT

WAHDAH ISLAMIYAH



H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., Ketua Umum



Ir. H. Muh. Qasim Saguni, Sekretaris Jenderal



This Article Posted by : 
http://swaramuslim.net/posting/more.php?id=6128_0_19_0_M

Date : 01 Jun 2009 - 11:30 pm



      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke