Ada yang menarik dari milist sebelah tentang kajian tafsir surah Al An'am 123, saya copykan ke milist ini, semoga ada manfaatnya. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Saya jarang aktif di milist ini. Menarik saya lihat kajian ini. Dalam terjemahan وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (123) ada dua versi: 1) Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Al-An’am: 123). (Al-Qur’an dan Terjemahnya, Depag RI / Mujamma’ Al-Malik Fahd, Madinah, 1424H, halaman 208). 2) Adapun terjemah dalam AL-QUR’AN DAN TAFSIRNYA, Depag RI:
Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar yang jahat agar mereka mengadakan tipu daya dalam negeri itu, tetapi mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (AL-QUR’AN DAN TAFSIRNYA, Depag RI, 1985/ 1986, jilid 3 halaman 265-266). Jadi lafal أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا di Al-Qur’an dan Terjemahnya diartikan: penjahat-penjahat yang terbesar, sedang di dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya diartikan: pembesar -pembesar yang jahat. Kalau meninjau dari sisi tata bahasanya. "Akabira Mujrimiihaa", ada dua versi pula i'rabnya. Dalam 'Irab AlQuran oleh Mahyuddin Addarwis jilid 3 halaman 218, "Akabir= maf'ulumbih al awwal dari fi'il dan fa'il kalimat "ja'alnaa"=objek penderita pertama dari kalimat 'kami jadikan". Sedangkan kalmat :"Mujrimiihaa" mudhafun ilaihi lil akaabir(mudhafun dari kalimat akabir). Sementara dalam tafisr Al Munir oleh Imam Addzuhaili "Mujrimiihaa"= maf'ulumbih awwal dari kata "ja'alnaa"(objek penderita dari kata 'ja'alnaa') "Akaabira" = mafulumbih tsaani muqaddam (objek penderita kedua yang didahulukan), Jadi versi Tafsir Al Munir "akaabira mujrimiihaa" Para pembesar-pembesar dari para penjahat".(dari para pemimpin/pembesar yang jahat), yang mencoba membuat tipu daya atas fisabilillah, karena para pembesar itu lebih mampu dan berkuasa untuk melakukan tipu daya tersebut. Senada dengan hal ini, juga qatadah dan Mujahid(ahli tafsir dari sahabat), mengatakan hal serupa(lihat tafsir Ibnu Katsir jilid 2 hal 277). Sementara, bila kita lihat i'rab ayat diatas yang disampaikan oleh Ustadz "mahyuddin Addarwis" kalau kalimat :"Mujrimiihaa" i'rabnya(kedudukannya) sebagai mudhafun untuk akabir berarti para pembesar dari penjahat. kedua-duanya bisa benar sih maksudnya. Apabila melihat tafsir, maka akabira mujrimiihaa=penjahat dari pembesarlah maksudnya. Namun, bila melihat dari sisi 'Irabb=kedudukan, bila kita i'rabkan dari awal, maka pilihan jatuh pada pendapat "mujrimiihaa mudhaf kepada akaabir", berarti "pembesar dari pejahat. Coba kita 'irabkan satu persatu mulai awal ayatnya: Wakadzaalika= Na'at=sifat limasdar mahdzuuf(masdar yang dihilangkan) Ja'alnaa= fi'il wa faa'il(kata kerja dan subjek) Fi kulli qaryatin= maf'ulumbih tsaani (objek penderita kedua) bagi kalimat ja'alnaa Akaabira= Mafu'lumbih awal(objek penderita pertama) bagi kalimat ja'alnaa. mujrimiihaa= mudhaf lil akaabira. Dalam keterangan awalnyapun, Imam Mahyuddin darwis menegaskan, kalau "Di khususkan para pembesar dengan melakukan kejahatan(mujrimin), dikarenakan para pembesarlah yang lebih mampu dan sanggup, serta berkuasa untuk melakukan kejahatan dan menyebarkan kerusakan dimuka bumi ini. Jadi, pada akhirnya ujung=ujungnya menurut saya, bisa sama saja. Sebab, baik itu para pembesar (pemimpin, pejabat),yang jahat, ataupun penjahat yang terbesarnya. sama-sa ma keduanya adalah yang paling berkuasa dan mampu melakukan kejahatan. jadi-sama-sama pembesar yang jahat. Apakah pembesar itu berasal dari pemimpin besar yang jadi penjahat besar, ataupun yang memang pemimpin besar dari penjahat itu sendiri. Podo aye, sama-sama jahatnya, sama-sama mencoba menghalangi di jalan Allah ta'ala dengan membuat tipu daya. Dan Allah ta'ala sudah memfirmankan, bahwa disetiap qaryah=kampung, desa, bukan sekedar negeri(negeri balad), tapi setiap kampungpun ada penjahatnya yang akan merusak agama ini, menghalangi jihad fisabilillah. qaryatinnyapun bentuknya nakirah, bukan ma'rifah, jadi setiap kampung mana saja, tidak dijelaskan kampung yang mana. Beda kalau disebutkan dengan ma'rifah(dikenal) kampung mana yang dimaksudkan. Ini bentuknya nakirah, jadi kampung mana saja, umum. Ada penjahatnya. baik penjahat itu berasal dari pembesarnya yang jadi penjahat, atau penjahat itu berasal dari pemimpin penjahat itu sendiri. kedua-duanya sama jahatnya. Allahu' ta'ala 'alam bisshawaab. Bila salah, itu hanyalah kesalahan saya saja dalam memahaminya, bila benar, berarti kebenaran itu datangnya dari Allah ta'ala. Wassalamu'alaikum. (Biaro, 2 Juni 2009).Rahima.S.S Abd. Rahim. --- On Tue, 6/2/09, hajaiz ahmad <[email protected]> wrote: From: hajaiz ahmad <[email protected]> Subject: RE: [INSISTS] kualitas periwayatan dalam tafsir depag RI To: [email protected] Date: Tuesday, June 2, 2009, 12:48 AM Assalamu’alaikum wr wb. Yang diteliti itu AL-QUR’AN DAN TAFSIRNYA, terbitan Depag 1985/ 1986 sebanyak 10 jilid plus satu jilid Muqaddimah, atau yang mana ya. Kalau yang itu tampaknya diperbarui dan dicetak UII Jogjakarta yang kemudian nampak beredar di pasaran. Kalau yang diperbanyak di Arab Saudi bukankah baru AL-QUR’AN DAN TERJEMAHNYA? Kalau yang itu hanya satu jilid. Beda dengan Al-Qur’an dan Tafsirnya yang jumlahnya 10 jilid plus 1 jilid pengantar. Juga beda dalam menerjemah. Contohnya: Terjemah dalam AL-QUR’AN DAN TERJEMAHNYA, Depag RI وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (123) Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Al-An’am: 123). (Al-Qur’an dan Terjemahnya, Depag RI / Mujamma’ Al-Malik Fahd, Madinah, 1424H, halaman 208). Adapun terjemah dalam AL-QUR’AN DAN TAFSIRNYA, Depag RI: Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar yang jahat agar mereka mengadakan tipu daya dalam negeri itu, tetapi mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (AL-QUR’AN DAN TAFSIRNYA, Depag RI, 1985/ 1986, jilid 3 halaman 265-266). Jadi lafal أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا di Al-Qur’an dan Terjemahnya diartikan: penjahat-penjahat yang terbesar, sedang di dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya diartikan: pembesar -pembesar yang jahat. Apakah karena Al-Qur’an dan Tafsirnya ada lafal pembesar -pembesar yang jahat itu hingga yang beredar luas hanya Al-Qur’an dan Terjemahnya yang lafalnya bukan begitu tetapi: penjahat-penjahat yang terbesar. Mungkin ada yang lebih tahu mengeni masalah ini. Wassalam hajaiz --- Pada Sel, 2/6/09, andi rahman <andiw...@yahoo. com> menulis: Dari: andi rahman <andiw...@yahoo. com> Topik: RE: [INSISTS] kualitas periwayatan dalam tafsir depag RI Kepada: insist...@yahoogrou ps.com Tanggal: Selasa, 2 Juni, 2009, 2:11 AM salam. oh, tafsir itu sudah diperbanyak oleh pihak non depag, tho...? wah, saya kira masih dicetak dalam jumlah terbatas --- On Mon, 6/1/09, zainuri h. ibrahim ibrahim <abuzak...@hotmail. com> wrote: > From: zainuri h. ibrahim ibrahim <abuzak...@hotmail. com> > Subject: RE: [INSISTS] kualitas periwayatan dalam tafsir depag RI > To: "insisnet" <insist...@yahoogro u ps.com> > Date: Monday, June 1, 2009, 2:42 PM > > Tafsir Depag itu juga yang sudah diperbanyak oleh Majmak > Al-Quran Al-Karim Raja Fahd di Madinah. Sangat setuju agar > tafsir itu direvisi kembali dengan mendelet riwayat-riwayat > yang maudhu', marfu' dan dhoif disamping memperindah gaya > bahasanya yang masih banyak kaku. > > > > Akan lebih baik kalau Depag RI meminta bantuan para ahli > dibidangnya masing-masing untuk mentafsirkan ayat-ayat > Al-Quran tertentu. Bisa juga mengambil perbandingan dari > tafsir-tafsir berbahasa Inggeris yang dalam makna bahasa > mendekati apa ada dalam bahasa aslinya. > > > > To: insist...@yahoogrou ps.com; > fatiha_mesir@ yahoogroups. com; > warga-...@yahoogrou ps.com; > dakwah_ukhuwah@ yahoogroups. com > From: andiw...@yahoo. com > Date: Sun, 31 May 2009 21:43:25 -0700 > Subject: [INSISTS] kualitas periwayatan dalam tafsir depag > RI > > > > > > > > > Ada 115 riwayat yang dikaji, yang terdapat dalam dua surah > al-Fatihah dan al-Baqarah. Penelitian dilakukan pada aspek > nisbat riwayat (marfû’, mawqûf, atau maqthû’), jenis > periwayatannya (hadis atau sabab nuzul), dan kesahihannya. > Berikut adalah perinciannya, > Pertama, berdasarkan nisbah: > 1.Sebanyak 90 riwayat, atau 78% dari total riwayat yang > dikaji, diasosiasikan kepada Rasulullah atau yang lebih > dikenal sebagai hadis marfû’. > 2.Riwayat yang diasosiasikan kepada sahabat, yang lebih > dikenal sebagai hadis mawqûf, ada 23 riwayat atau 20% dari > total riwayat yang dikaji. > 3.Riwayat yang diasosiasikan kepada tabi’in, yang lebih > dikenal dengan istilah hadis maqtû’, ada 1 riwayat atau > 1%. > 4.Dan 1 riwayat atau 1% total riwayat yang dikaji, penulis > tidak mengetahui penisbatannya, karena sumber-sumber yang > memuat periwayatannya tidak menyebutkan sanad. > Kedua, berdasarkan dengan jenis periwayatannya: > 1.Sebanyak 84 riwayat, atau 73% dari total riwayat yang > dikaji, merupakan hadis. > 2.Sisanya sebanyak 31 riwayat, atau 27% dari total riwayat > yang dikaji, masuk kategori Asbâb al-Nuzûl atau riwayat > yang menjadi latar belakang turunnya ayat. Ketiga, > berdasarkan kualitas: > 1. Sebanyak 77 riwayat, atau 67% dari total riwayat yang > dikaji, kualitasnya sahîh > 2. Sebanyak 12 riwayat, atau 10% dari total riwayat yang > dikaji kualitasnya hasan > 3. Sebanyak 23 riwayat, atau 20% dari total riwayat yang > dikaji, kualitasnya da’îf dengan 2 riwayat masuk kategori > palsu > 4. Dan 3 riwayat, atau 3% dari total riwayat yang dikaji, > penulis tidak memberi penilaian karena ketiadaan sanad yang > memungkinkan dilakukan kajian takhrîj. > > Terkait dengan penyampaian riwayat, penulis mendapati > beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki oleh Tafsir ini, > misalnya: Kesalahan pengutipan berupa penisbahan atau > asosiasi riwayat kepada mukharrij yang ternyata tidak > meriwayatkannya, pengutipan matan secara tidak tepat, > kekeliruan dalam penyebutan perawi sahabat (seperti Abu > Mas’ûd dikira Ibn Mas’ûd), kekurangcermatan berupa > penyebutan hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhârî dan > Muslim dengan pernyataan bahwa hadis itu diriwayatkan oleh > hanya salah satu dari keduanya, kekurangcermatan berupa > penyebutan bahwa al-Bukhârî dan Muslim meriwayatkan sebuah > hadis, padahal sebenarnya hanya salah satu dari keduanya > yang meriwayatkannya, penggunaan riwayat yang kurang kuat > padahal ada riwayat lain yang dimiliki al-Bukhâri dan atau > Muslim, atau riwayat lain yang lebih kuat. > Penelitian ini jelas tidak menggambarkan secara utuh > tentang periwayatan yang ada dala tafsir Depag RI. Namun > temuan-temuan yang penulis paparkan perlu mendapatkan > perhatian dari pihak terkait agar tafsir ini menjadi lebih > baik. Penulis menyarankan beberapa hal: > 1.Pihak-pihak terkait melakukan kajian ulang yang > komprehensif terkait keabsahan (kesahîhan) seluruh riwayat > yang ada dalam kajian Tafsir ini. Selain dilakukan oleh Tim > penulis Tafsir Depag itu sendiri, kajian ini juga melibatkan > pihak-pihak lain yang berkompeten seperti kalangan akademisi > di universitas dan pesantren. > 2.Riwayat-riwayat yang da’îf dihilangkan dari Tafsir > ini. Jika memang dianggap perlu untuk mencantumkan riwayat > yang da’îf dalam Tafsir ini, maka hendaknya diberikan > penjelasan yang lugas terkait keda’îfannya. > 3.Pengutipan riwayat dilakukan secara cermat dan > bertanggungjawab, dalam artian dijelaskan > kualitas-kualitasny a (kesahîhannya) , sumber rujukan > (mukharrijnya) , dan dengan memilihkan periwayatan yang lebih > sahîh ketika ada lebih dari satu riwayat dalam satu > permasalahan. > > hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Jurnal > Al-Burhan. anda dapat membacanya juga di > andiwowo.blogspot. com > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Express yourself instantly with MSN Messenger! Download > today it's FREE! > http://messenger. msn.click- url.com/go/ onm00200471ave/ direct/01/ > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > "Famaadzaa ba'da l haqqi illa dl dlalaal" > Insist official website: www.insistnet. com > Untuk bergabung ke milis ini, kirimkan email kosong tanpa > subjek ke insistnet-subscribe @yahoogroups. com > Untuk berpisah dari milis, kirimkan email kosong tanpa > subjek ke insistnet-unsubscri b...@yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > mailto:insistnet- fullfeatu r...@yahoogroups. com > > > Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! http://id.mail. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Messages in this topic (4) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar "Famaadzaa ba'da l haqqi illa dl dlalaal" Insist official website: www.insistnet.com Untuk bergabung ke milis ini, kirimkan email kosong tanpa subjek ke [email protected] Untuk berpisah dari milis, kirimkan email kosong tanpa subjek ke [email protected] MARKETPLACE $9000/Month at Home. Learn how Part Time, online!. I Get Paid $450/day. Find out How. Part Time!. Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for the world and for each other Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity 4 New MembersVisit Your Group Y! Messenger Want a quick chat? Chat over IM with group members. Yahoo! Groups Dogs Owners Group Join Do More For Dogs pet community Yahoo! Groups Mental Health Zone Find support for Mental illnesses . [Non-text portions of this message have been removed]

