--- On Fri, 6/5/09, kus darmawan <[email protected]> wrote:

From: kus darmawan <[email protected]>
Subject: [syiar-islam] Negara Islam Bukan Ilusi
To: "mediamusliminfo" <[email protected]>, "Syiar Islam" 
<[email protected]>, "Ingatan Islam" <[email protected]>, "PMD" 
<[email protected]>, "Pesantren Virtual" 
<[email protected]>, "Pesantren daarut-tauhiid" 
<[email protected]>, "Pesantren Islam" 
<[email protected]>, "PKS" <[email protected]>, "Taman2 
Syurga" <[email protected]>
Date: Friday, June 5, 2009, 9:02 AM











    
            
            


      
      Katagori : Artikel - Opini & Aspirasi



Oleh : Redaksi 30 May 2009 - 10:48 pm 



(swaramuslim. net) Ide

lama yang basi menyerang ideology Islam, penegakan syariah Islam,

Khilafah kembali muncul. Kelompok liberal Sabtu malam (18/05 )

meluncurkan buku berjudul “Ilusi Negara Islam”: Ekspansi Gerakan Islam

Transnasional di Indonesia. Buku setebal 322 halaman yang diterbitkan

atas kerja sama Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute dan

Maarif Institute .



Menurut Gus Dur studi dalam buku ini dilakukan dan dipublikasikan untuk

membangkitkan kesadaran seluruh komponen bangsa khususnya para elit dan

media massa tentang bahaya ideologi dan paham Islam garis keras yang di

bawa ke Tanah Air oleh gerakan transnasional Timur Tengah.

memperjuangkannya.



Buku ini sendiri patut dipertanyakan baik secara metodelogi, substansi,

maupun pengusungnya (lihat keterangan pers Jubir HTI) . Inkonsistensi,

kebohongan dan generalisasi kelirupun bertebaran dalam buku ini. Ada

aroma kebencian dan kemarahan dari buku ini. 



Anehnya , Negara Islam dianggap ilusi, namun harus harus diwaspadai

secara serius sampai pada tingkat rekomendasi aksi. Padahal ilusi itu

sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya angan-angan ,

khayalan dan palsu. Lho, kenapa yang angan-angan dan khayalan harus

disikapi serius seperti itu ? 



Tentu juga bukan kebetulan kalau opini yang ingin dibangun bahwa

syariah dan khilafah itu mengancam, sejalan dengan opini yang

disampaikan oleh Bush – Sang Pembantai Kaum Muslimin. Pada tanggal 5

September 2006 Presiden George W. Bush mengatakan:“They hope establish

a violent political utopia across the Middle East, which they call

Caliphate, where all would be ruled according to their hateful

ideology”. [“Mereka berangan-angan untuk membangun utopia-politik

kekerasan di sepanjang Timur Tengah, yang mereka sebut dengan Khilafah,

dimana semua akan diatur berdasar pada ideologi yang penuh kebencian.”]



Sebenarnya perdebatan transnasional tidak relevan. Persentuhan

Indonesia dengan ideologi transnasional adalah hal yang tak terelakan.

Bukan hanya ideologi, Indonesia juga bersentuhan dengan hal lain baik

itu berupa agama, seni, budaya, bahasa, bahkan juga makanan yang

bersifat transnasional. Lima agama yang diakui (Islam, Kristen,

Katolik, Hindu, Budha) juga Konghu Cu, semuanya berasal dari luar

Indonesia. Termasuk pula gagasan-gagasan sistem politik seperti

demokrasi, bahkan istilah republik juga berasal dari Barat.



Masuknya Islam ke Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari watak

‘transnasional’ Islam. Adalah Sultan Muhammad I dari kekhilafahan

Utsmani yang pada tahun 808H/1404M pertama kali mengirim para ulama

(kelak dikenal sebagai Walisongo) untuk berdakwah ke pulau Jawa seperti

Maulana Malik Ibrahim (Turki), Maulana Ishaq (Samarqand) yang dikenal

dengan nama Syekh Awwalul Islam, Maulana Ahmad Jumadil Kubra (Mesir),

Maulana Muhammad al-Maghrabi (Maroko) Maulana Malik Israil (Turki),

Maulana Hasanuddin (Palestina), Maulana Aliyuddin (Palestina) dan Syekh

Subakir dari Persia. 



Keberadaan ormas-ormas Islam besar di Indonesia seperti NU,

Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, juga tidak bisa dilepaskan dari

persinggungan dengan dunia Islam internasional. Watak transnasional ini

wajar saja mengingat Islam memang agama bagi seluruh manusia di dunia

(rahmatan lil ‘alamin). Tokoh-tokoh pendiri ormas itu sebagian besar

belajar di Timur Tengah dan menyebarkan pemikiran-pemikiran ulama dari

Timur Tengah yang menjadi pusat Islam saat itu. 



Penyakit Islamophobia dan Syariahphobia sepertinya telah membutakan

mata hati dan sikap rasional kelompok liberal dan pengusungnya ini.

Kenapa hanya Ideologi Islam dan kelompok Islam yang mereka anggap

sebagai ancaman dari luar dan bersifat transnasionalisme. Sementera

itu, ide-ide liberal dan sekuler seperti demokrasi , HAM, pluralisme,

ide gender, yang mereka usung yang sesungguhnya merupakan ide import

(dari Barat) dan juga berwatak transnasional, tidak dianggap ancaman. 



Padahal ide liberal dan sekuler ini bukan hanya mengancam, tapi telah

menjadi penyebab kehancuran Indonesia dan dunia Islam. Bukankah

penerapan ekonomi yang neo liberal di Indonsia dengan progam

pengurangan subsidi, privataisasi , investasi asing dan pasar bebas

telah menyebabkan kemiskinan dan perampokan kekayaan alam Indonesia. 



Atas nama HAM, kebebasan bertingkah laku mereka merusak moralitas

menjerumuskan para pemuda dalam kemaksiatan. Dengan alasan HAM,mereka

minta pornografi dan pornaaksi, pengakuan terhadap kelompok gay dan

lesbian dilegalkan. Sementara perda yang mewajibkan busana muslimah

dianggap melanggar HAM. 



Atas nama HAM juga mereka meracuni aqidah umat Islam. Dengan dalih

kebebasan beragama, kelompok liberal ini meminta agar Ahmadiyah jangan

dilarang. Pelarang sholat dua bahasa yang jelas-jelas bid’ah, oleh

kelompak liberal dianggap pelanggaran HAM. Tidak hanya itu ‘tafsir’

liberal yang mereka usung telah menghancurkan sendi-sendi Islam yang

mendasar yang menimbulkan keraguan terhadap kebenaran al Qur’an dan as

Sunnah. 



Kelompok liberal ini menganggap kelompok yang ingin menegakkan syariah

Islam sebagai garis keras. Sementara AS dan sekutunya yang dengan

alasan HAM dan penyebaran demokrasi, serta perang melarang terorisme

membunuh jutaan umat Islam di Irak, Afghanistan, Somalia, Sudan, dan

Palestina, tidak secara intensif mereka kritik . Bukankah dengan dalih

HAM (kebebasan menentukan nasib sendiri) Timor Timur lepas, dan hal

yang sama sedang mengancam Aceh dan Papua ? Jadi ideologi mana yang

sebenarnya berbahaya bagi bangsa ini ? 



Yang jelas kewajiban penegakan syariah Islam dan Khilafah adalah

perintah Allah SWT. Tidak mungkin hukum yang berasal dari NYA akan

mencelakakan manusia. Syariah Islam akan membebaskan Indonesia dari

penjajahan ideologi negara imperialis dan mensejahterakan rakyat . Hal

ini bukanlah perkara mimpi atau ilusi, tapi bisa dibuktikan secara

normatif maupun secara historis-empiris. 



Untuk membuktikan itu, cukuplah kita kutipkan surat Surat Raja Inggris

Goerge II kepada Kholifah Hisyam III : Keunggulan pendidikan di masa

Khilafah , membuat banyak pihak mempercayai keluarganya untuk dididik

dalam sistem pendidikan Khilafah. Termasuk Raja di Eropa yang mengirim

keluarganya untuk belajar di Daulah Khilafah, seperti yang tampak dalam

surat dari George II, Raja Inggeris, Swedia dan Norwegia, kepada

Khalifah Hisyam III di Andalusia Spanyol. Kutipan surat tersebut antara

lain : ” Setelah salam hormat dan takdzim, kami beritahukan kepada yang

Mulia, bahwa kami telah mendengar tentang kemajuan yang luar biasa,

dimana berbagai sekolah sains dan industri bisa menikmatinya di negeri

yang Mulia, yang metropolit itu. Kami mengharapkan anak-anak kami bisa

menimba keagungan yang ideal ini agar kelak menjadi cikal bakal

kebaikan untuk mewarisi peninggalan yang Mulia guna menebar cahaya ilmu

di negeri kami, yang masih diliputi kebodohan dari berbagai penjuru.”



Syariah Islam akan menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat yang

menjadi tanggung jawab negara. Berdasarkan syariah Islam pendidikan dan

kesehatan wajib gratis. Syariah Islam juga melarang barang-barang yang

merupakan pemilikan umum (al milkiyah al ‘amah) seperti emas, perak,

minyak, batu bara diserahkan kepada swasta apalagi asing . Milik rakyat

yang harus dikelola untuk kemaslahatan umat. 



Syariah juga akan mencegah setiap intervensi asing yang mengancam

disintegrasi umat dan negara. Sementara negara Islam Khilafah Islam

adalah instutisi yang menerapkan syariah Islam dan menyatukan umat

Islam sehingga menjadi negara adidaya global yang mensejahterakan

manusia. Sekali lagi kita pantas bertanya, apa yang sebenarnya

mengancam Indonesia : syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT yang

ar Rahman dan ar Rohim atau ideology liberal dari penjajah yang rakus ?



Tentang kepastian tegaknya kembali Khilafah tentu kita lebih percaya

kepada hadist Rosulullah saw yang memberikan kabar gembira kepada kita

: “Masa kenabian akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah

menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah

kalian. Kemudian akan ada (masa) Khilafah Rasyid (yang mendapat

petunjuk) yang berjalan selaras dengan kenabian. Khilafah itu akan

tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian

Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada

(masanya) banyak pemimpin, dan itu akan tetap ada di tengah-tengah

kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari

tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masa) pemerintahan tirani,

dan akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki,

kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian,

akan muncullah (masa) Khilafah Rasyid (kembali) yang berjalan selaras

dengan kenabian.” Kemudian beliau (Rasulullah) terdiam.” (Musnad Imam

Ahmad (v/273)).(Farid Wadjdi/HTI)





Refleksi:DALIL SISTEM KHILAFAH AKAN MUNCUL SEBELUM KIAMAT;
1. Dalil Al Quran
Dan Allah telah menjanjikan kepada orang2 beriman di antara kamu dan
yg mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan
khalifah yg berkuasa di muka bumi ini

sebagaimana telah dijadikan khalifah orang2 sebelum mereka,
dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yg telah diredhaiNya
untuk mereka, dan dia benar2 akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka 
berada dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’

An Nur: 55
2. Dalil Al Hadis
Dari Nukman bin Basyir, katanya…
‘Suatu ketika kami sedang duduk2 di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg 
tidak banyak bercakap.
Datanglah Abu Saklabah lalu berkata

” Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para 
pemerintah?’
Huzaifah RA lalu segera menjawab.

” Aku hafaz akan khutbah Rasulullah SAW itu.”
Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.
Maka kata Huzaifah RA, Rasulullah SAW telah bersabda.
“Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman Kenabian 
sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu seperti

yg Dia kehendaki.”
Kemudian belakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur
Rasyidin) yang berjalan sepertimana Zaman Kenabian. Maka berlakulah
zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah
mengangkatnya.
Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang mengigit (Zaman Fitnah -keamiran/beraja 
/zaman kesultanan ) Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian 
Allah mengangkatnya pula.
Kemudian berlakulah zaman penindasan dan zaman  penzaliman(Zaman pemerintahan 
diktator dan demokrasi) dan berlakulah zaman itu seperti mana yang Allah 
kehendaki.
Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa as ) yang 
berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.”
Kemudian Rasulullah SAW pun diam….
~Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam

kitabnya Musnad Al Imam Ahmad bin Hanbal, Juzuk 4, halaman 273.

Juga terdapat dalam kitab As-Silsilatus Sahihah, Jilid 1,

hadis nombor 5.]
—————————————————


The followings are extracted from the book:-
AL MAHDI, JESUS and MOSHAIKH [the ANTICHRIST].
http://www.allah.com/download/ALMAHDI.doc
Narrated by the late Grand Muhaddith of Morocco, Shaykh Abdullah ben Sadek Al 
Ghumari , Ph.D,

(1914 – 1993) may Allah be pleased with him
1. The Youth of Tamimi
The Messenger of Allah, praise and peace be upon him,

was among a group of migrants and supporters.

Ali, the son of Abi Talib was on his left side and Abbas on his right side

when Abbas and a man from the supporters started to debate

with one another.

The supporter spoke harshly to Abbas,

then the Prophet, praise and peace be upon him,

took the hand of Abbas and the hand of Ali and said:
“From the loins of this (indicating to Abbas)

will come a youth who will fill the earth with transgression and injustice

and from the loins of this (indicating to Ali)

a man who will fill the earth with fairness and justice.

If you see this pay attention to the Tamimi youth who will come

from the direction of the east — he is the owner of the

Banner of Al Mahdi.”
Al Hasan Al Basri said:
“A man of medium stature will come from Ar-Ray (a far-eastern town).

He will be dark and from the children of Tamim -

a Wasaj, named Shuayb son of Salih with four thousand men.

Their clothes will be white and Banners black,

and at his front is Al Mahdi.

He meets no one that he does not defeat and scatter”.
Ka’b, the son of Alkamah said:
“In front of the Banner of Al Mahdi will come a youth

whose beard is yellowish and thin.

If he fights the mountains, he will destroy them

until he reaches Alya’.”
2. Black Banners from the EAST asking for the truth
Ibn Masood reported: “We went to the Messenger of Allah,

praise and peace be upon him,

and he came out with good news -

and happiness was easily recognizable upon his face.

When we asked him about a matter

he would tell us about it,

and we were never silent about anything until he spoke of it,
until a party from the Bani Hashim passed by

amongst whom were Al Hasan and Al Hussain, peace be upon them.

When he saw them he hugged them with tears in his eyes,so we asked:
‘O Messenger of Allah’

we see something has changed your face which distresses us
‘Thereupon he replied:
‘We are a Family of a House

for whom Allah has chosen the Hereafter rather than the present.

After me my family will be refugees,
driven out of countries until the Black Banners are raised in the east.
They will ask for the truth

but they will not be given it,

so they will ask again for it,

and they will not be given it ,

so they will fight and be given victory.
Those of you or your descendants who live during that time

go to the Imam of the Family of my house

even if you have to crawl over ice to him.
Indeed, they are banners of guidance.
They will deliver it to a man from the Family of my House

his name is the same as my name,

and the name of his father is the same as my father,

and he will fill the ground with fairness and justice.
 3. Black Banners from the East
“The Black Banners will come from the East for

the children of Al Abbas.

Then there will remain whatsoever Allah wishes.

Then, small Black Banners will come

to fight a man from the children of Abu Sufyan from the East.

They will give their allegiance to Al Mahdi.
“Allah will send a Black Banner from the East,

and Allah will give victory to whosoever supports it.

Whosoever does not support it, Allah will forsake them!
 4. Hearts like Iron
“The Black Banners will come to you from the East,

their hearts are like iron.Whosoever hears about them

let them go crawling — even over ice!”

 5. The Government of Al Mahdi:
“People will come from the east

and will establish the government for Al Mahdi.”
6. Al Mahdi : Resemble an Arab or an Israel
“Al Mahdi is a man from my children.

His face is like a glittering star,

his skin is the color of an Arab,

and his body is like that of Israel.

He will fill the earth with justice

just as it will have been filled by injustice,

and the dwellers of Heaven and Earth

will be pleased with his Caliphate.”
“If only one day remains in the world,

Allah will send a man with a name like mine.

His manners will be likened to my manners.”
“Al Mahdi is a man from my children

his color is that of the Arab,

and his body is like that of Israel.

On his right cheek there is a mole

that glitters like a star.”
7. Al Mahdi with his banner
Al Mahdi will come upon his Banner and the herald will proclaim:

‘This is Al Mahdi, the Caliph of Allah so follow him!”
8. A group keep fighting for the truth

A group from my nation will keep fighting for the truth

until Jesus, the son of Mary descends at dawn in the

Mosque of Jerusalem.

He will approach Al Mahdi who will say:

‘O Prophet of Allah, come, lead us in prayer.’
But he will decline saying:

‘This nation has princes over each other’
        
 
       
        
~God will bring out from concealment
al-Mahdi from my family and just before the day of Judgment; even if
only one day were to remain in the life of the world, and he will spread on 
this earth justice and equity and will eradicate tyranny and oppression.
~Terjemahnya : Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya,
Al Mahdi (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari
kiamat walaupun kiamat itu tinggal sehari sahaja lagi. Dia akan menyebarkan 
keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan 
penindasan.[ A Hadith in Musnad Ahmad ibnu Hanbal, Vol 1, p 99 ] 

         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke