Alhamdulillah, Segala puji hanya milik Allah *Subhaanahu Wa Ta’aalaa *yang
menciptakan jin dan manusia semata – mata untuk beribadah kepada Allah saja.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah tercinta,
Muhammad bin Abdullah, segenap keluarga, para sahabat dan umatnya yang setia
hingga akhir zaman.

Terkadang, banyak manusia tidak mengerti tujuan mereka diciptakan, mereka
terlena tapi tidak mengerti dirinya terlena, atau mereka jahil tapi tidak
menyadari bahwa diri mereka jahil, karena barangkali sudah banyak manusia
yang terkena fitnah syubhat (fitnah samar memahami Al-Islam) dan fitnah
syahwat (fitnah hawa nafsu) kecenderungan yang besar kepada dunia.

Lalu apakah yang telah disabdakan oleh junjungan kita semua,
Rasulullah *Shallallahu
Alaihi Wa Sallam*?

Rasulullah mempunyai suatu cita – cita, yang bahkan bila diberi kehidupan
lagi, cita – cita beliau tetap sama. Apakah cita – cita beliau itu?

* *

*Allah SWT memberikan kepada orang yang mati syahid dengan keutamaan yang
sangat banyak, yaitu:*

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Ditanyakan kepada Nabi saw.:

Apakah yang dapat menandingi pahala jihad di jalan Allah Yang Maha Mulia
lagi Maha Agung?

Nabi saw. menjawab: Kamu tidak akan mampu melakukannya.

Lalu mereka mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali.

Beliau selalu menjawab: Kamu tidak akan sanggup melakukannya.

Lalu pada yang ketiga kalinya beliau bersabda: Perumpamaan orang yang
berjihad di jalan Allah itu seperti orang yang selalu berpuasa dan salat
serta tunduk kepada ayat-ayat Allah, ia tidak pernah putus berpuasa serta
salat sebelum orang yang berjihad di jalan Allah itu kembali.  (Sahih Muslim
 3490)

* *

*Bau darahnya seperti aroma misk*

“Demi dzat yang jiwaku ditanganNya! Tidaklah seseorang dilukai dijalan
Allah-dan Allah lebih tahu siapa yang dilukai dijalanNya-melainkan dia akan
datang pada hari kiamat : berwarna merah darah sedangkan baunya bau misk”
(HR. Ahmad dan Muslim)

Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah ! Sungguh kita telah
menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya
seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh disakuku ada sepucuk
surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid(Asy Syahid, insya Allah)- dan
telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti misk.”

*Tetesan darahnya merupakan salah satu tetesan yang paling dicintai Allah.*

“Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua
macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah
yang tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad)
dijalan Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah”
(HR. At Tirmidzi - hadits hasan)

*Syahid itu tidak merasakan sakitnya pembunuhan*

“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali
sebagaiman seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR.
Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i - hadits hasan)

dan diriwayat yang shahih :

“Orang yang mati syahid itu tidak mendapatkan sentuhan pembunuhan kecuali
sebagaimana salah seorang diantara kalian mendapatkan cubitan yang
dirasakannya.”

Dr. Abdullah Azzam menceritakan, ” Kami melihat hal ini pada saudara kami,
Khalid al-kurdie dari madinah al Munawwaroh ketika ranjau meledak
mengenainya, sehingga terbang kakinya, terbelah perutnya, keluar ususnya dan
terkena luka ringan pada tangan luarnya. Datanglah Dr. Shalih al-Laibie
mengumpulkan ususnya dan mengembalikan kedalam perutnya seraya menangislah
Dr. Shalih. Maka bertanyalah Khalid al-Kurdie kepadanya : “Mengapa engkau
menangis, dokter? Ini adalah luka ringan pada tanganku.” dan tinggalah dia
berbincang-bincang dengan meraka selama 2 jam hingga akhirnya ia menjumpai
Allah. Dia tidak merasakan bahwasanya kakinya telah terpotong dan perutnya
terbuka.”

Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa mati tanpa pernah berperang dan
tidak pernah terlintas dalam hatinya untuk berperang, maka dia mati dalam
salah satu cabang kemunafikan.” (Riwayat Muslim)

Sebaliknya, seseorang beriman hendaklah selalu menginginkan mati syahid,
selalu mengikrarkan dan mempersiapkan diri untuk berjihad, hingga menemui
kematian, sehingga seperti sabda Rasulullah: “Barangsiapa yang benar-benar
minta kepada Allah Ta’ala untuk mati syahid, maka Allah akan menyampaikannya
ke tingkatan orang-orang yang mati syahid, walaupun dia meninggal di atas
tempat tidurnya.” (Riwayat Muslim)

Geraknya mujahid (orang yang berjihad di jalan Allah) di medan perang itu
diberikan pahala oleh Allah. (Lihat at-Taubah:120-121.)



Jihad adalah perdagangan yang untung dan tidak pernah rugi. (Lihat
ash-Shaaf: 10-13)



Jihad lebih utama daripada meramaikan Masjidil Haram dan memberikan minum
kepada jama’ah haji. (Lihat at-Taubah: 19-21.)


Jihad merupakan satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Lihat
at-Taubah: 52.)



Jihad adalah jalan menuju Surga. (Lihat Ali ‘Imran: 142.)



Orang yang berjihad, meskipun dia sudah mati syahid namun ia tetap hidup dan
diberikan rizki. (Lihat Ali ‘Imran: 169-171.)



Orang yang berjihad seperti orang yang berpuasa tidak berbuka dan melakukan
shalat malam terus-menerus. (HR. Al-Bukhari (no. 2785), Muslim (no. 1878),
at-Tirmidzi (no. 1619) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. )



Sesungguhnya Surga memiliki 100 tingkatan yang disediakan Allah untuk orang
yang berjihad di jalan-Nya. Antara satu tingkat dengan yang lainnya berjarak
seperti langit dan bumi. (HR. Al-Bukhari (no. 2790) dari Sahabat Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘anhu)

 Surga di bawah naungan pedang. (HR. Al-Bukhari (no. 3024-3025) dari Sahabat
‘Abdullah bin Abi ‘Aufa Radhiyallahu)



Orang yang mati syahid mempunyai 6 keutamaan: (1) diampunkan dosanya sejak
tetesan darah yang pertama, (2) dapat melihat tempatnya di Surga, (3) akan
dilindungi dari adzab kubur, (4) diberikan rasa aman dari ketakutan yang
dahsyat pada hari Kiamat, (5) diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan
bidadari, (6) dapat memberikan syafa’at kepada 70 orang keluarganya. (HR.
At-Tirmidzi (no. 1663), Ibnu Majah (no. 2799) dan (Ahmad IV/131) dari
Sahabat Miqdam bin Ma’di al-Kariba Radhiyallahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata,
“Hadits ini hasan shahih.”)



Orang yang pergi berjihad di jalan Allah itu lebih baik dari dunia dan
seisinya. (HR. Bukhari (no. 2792), Fat-hul Baari (VI/13-14) dari Sahabat
Anas bin Malik)



Orang yang mati syahid, ruhnya berada di qindil (lampu/ lentera) yang berada
di Surga. (HR. Muslim (no. 1887) dan Tirmidzi (no. 3011) dari Sahabat Ibnu
Mas’ud Radhiyallahu 'anhu)



*“Dzarwatus-sanam (puncak tertinggi) Islam adalah jihad, tidak akan
mencapainya kecuali orang yang paling utama di antara mereka.” (Hadits
Riwayat Thabrani) *

Dari Miqdam bin Ma’dikarib berkata, Rasulullah SAW bersabda,

”Seorang syahid di sisi Allah mendapatkan tujuh keistimewaan: Allah
mengampuni dosanya sejak awal perjalanan jihadnya, diperlihatkan tempat
tinggalnya di surga, dipelihara dari siksa neraka, diberi rasa aman dari
guncangan terbesar (hari kiamat), diletakkan di atas kepalanya sebuah
mahkota mutu manikam, disana ia lebih baik dari dunia dan seisinya,
dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari surga, dan  dapat  memberi
syafa’at kepada tujuh puluh anggota keluarganya.” (HR. Tarmidzi dan Ibnu
Majah)

Rasulullah bersabda :

”Tatkala saudara-saudara kalian tertimpa ajal, Allah menjadikan ruh-ruh
mereka dalam jasad burung hijau, mereka mendatangi sungai-sungai surga,
memakan buah-buahannya dan tinggal di lampu-lampu emas yang tergantung di
bawah naungan‚ Arsy. Ketika mereka mendapati makanan, minuman dan tempat
istirahat yang sangat nyaman, berujarlah mereka‚ Siapakah yang akan
menyampaikan kepada saudara-saudara kita tentang keadaan kita, bahwa kita
ini hidup di dalam surga diberi rizki, agar mereka tidak membenci jihad
ataupun merasa lesu dan enggan berperang?’

Maka berkatalah Allah Ta’ala :’Aku yang akan menyampaikan kepada mereka
tentang keadaan kalian.’ Kemudian Allah `Azza wa Jalla menurunkan ayat
: *Janganlah
kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan
mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki.“ (Ali Imran:
169)*(Hadits Riwayat Abu Daud dan Al-Hakim)

“Orang yang mati syahid tiada merasakan sentuhan kematian melainkan hanya
seperti salah seorang di antara kalian merasakan dicubit.” (Hadits Riwayat
Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

*Ingin dikembalikan lagi kedunia (untuk syahid lagi)*

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahawa Rasulullah SAW telah menegaskan:

“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad! Sungguh, aku senang berjuang di
jalan Allah, lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu terbunuh, kemudian
berperang lagi lalu terbunuh.”

Ajal itu sudah pasti, dan pasti tiba. Baik kita siap atau pun tidak siap
menghadapinya,  bukankah kami mati sia – sia kalau meninggalkan dunia yang
fana ini di atas kasur yang empuk lagi nyaman. Jihad dan syahadah sangat
mahal harganya, demi Allah begitu mahal! Meskipun demikian, saya memohon
kepada Allah untuk memberikannya pada saya, meskipun saya tidak layak untuk
itu. Marilah kita sama2 berdoa pada Allah semoga Dia memberikan nikmat
syahid di jalanNya*, **”Allahumar - zuqni - Syahadah, Allahumar - zuqni
–Syahadah” **(Ya Allah, berilah aku rizqi berupa mati syahid)*

Kabulkanlah Ya… Rahmaan…

Kabulkanlah Ya… Rahiim…



Diolah dari berbagai sumber.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore 
http://www.demimasa.co.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke