Dalam mengerjakan bisnisnya, Fox Indonesia menggunakan sistem outsourcing. 
Beberapa elemen dalam proses produksi diserahkan kepada profesional. Misalnya, 
pemenangan pilkada diperlukan elemen survei. Untuk tugas itu, Fox Indonesia 
menyerahkan kepada LSI (Lembaga Survei Indonesia) milik Saiful Mudjani. "Saya 
tinggal kontrol metodenya," katanya.
Sumber :
http://fatah75.wordpress.com/2008/05/25/profesional-di-balik-strategi-pencitraan\-soetrisno-bachir/

Jajaran orang yang ada di sekitar Presiden SBY, bukan hanya di sektor ekonomi 
yang mempunyai pengaruh terhadap Presiden SBY, tapi juga ada yang disebut 
sebagai `American Boys', cukup nampak.
Seperti Andi Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, Dino Patti Jalal, yang akan 
banyak mempengaruhi kebijakan politik dan luar negeri Indonesia.

Partai-partai politik yang sudah memberikan dukungan kepada Presiden SBY, 
melalui 'koalisi' hanyalah akan menjadi faktor `komplementer' (pelengkap), dan 
tidak akan mempunyai arti apa-apa, dan atas dukungan yang mereka berikan, dan 
akan dibarter dengan `kursi' (portofolio) di kabinet yang akan datang.

Mereka akan senang hati menjadi stempel `rubber stamp' atas kebijakan-kebijakan 
pemerintah SBY yang lebih cenderung pro-Barat. Ini adalah kelanjutan yang 
panjang sejak zamannya Soeharto, yang pro-Barat, dan sekarang dilanjutkan oleh 
Presiden berikutnya, yaitu SBY. Wallahu `alam

Sumber: http://www.eramuslim.com/editorial/sby-dan-neo-liberal.htm

==========================================================
Berikut adalah pemikiran salah satu "American Boys" dari jajaran lingkungan 
pemimpin kita tentang liberalisme dan ekonomi liberal.

Sumber asli: (audio file)
http://www.kedai-kebebasan.org/audiofiles/article.php?id=210

(setelah saya potong menjadi dua bagian agar lebih kecil)
Tentang liberalisme (audio file)
http://www.4shared.com/file/110879648/427594be/rizal_arh01.html
Tentang ekonomi liberalisme (audio file)
http://www.4shared.com/file/110880029/98fda747/rizal_arh02.html

Dan pandangan tentang Celi (perlu dikaji lagi kebenarannya)
http://www.bukanblackcampaign.com/?p=150

Pandangan mereka tentang sekuler dan liberalisme
http://www.4shared.com/file/110879291/890efa8b/sekuler.html

Memang sah-sah saja menyatakan pendapat dan berkeyakinan, karena dijamin oleh 
UUD. 
Namun, apakah itu pilihan kita ?

Masihkah kita mau berdiam diri ?
Masihkah kita mengatakan "bukan urusan kita ?"
Masihkah kita bersibuk "mengkafirkan", "mensesatkan" saudara muslim kita, yang 
sesungguhnya bukan kapasitas kita secara pribadi?
Masihkah kita menunggu tegaknya "khalifah"?

Ataukah kita harus melakukan gerakan "pemberontakan" , "demo" ?
Padahal kita tahu Rasulullah , melarang untuk memberontak / memerangi / 
menggulingkan pemimpin yang muslim (selama mereka masih sholat) walaupun mereka 
jahat/tidak adil/zalim.

Namun disisi lain ada anjuran dari Rasulullah bagaimana menghadapi pimpinan 
yang jahat/tidak adil/zalim yakni,
barangsiapa yang benci (terhadap kejahatan/kezaliman pimpinan tersebut) sungguh 
ia telah berlepas diri dan
barangsiapa yang mengingkari sungguh ia telah selamat, akan tetapi barangsiapa 
yang ridha dan mengikuti (kejahatan penguasa) maka orang itu bersalah/berdosa 
pula.

Sebagai bagian yang dipimpin (warga negara), kita diperintahkan untuk bersabar 
sampai penggantian pemimpin tersebut secara wajar/sistem/alami.

Kecuali memang saat ini kita telah merasa adil dan tidak dizalimi, maka tidak 
perlu dilakukan perubahan / penggantian pemimpin. Wallahu `alam

Marilah kita menjaga Ukhuwah Islamiyah dan saling menghormati pada umat agama 
lain serta bertoleransi dengan tidak berlebihan


Wassalam


http://mutiarazuhud.wordpress.com

Kirim email ke