3 ). Bersikap Adil.

Keadilan
adalah suatu hal yang perlu dalam menegakkan hukum, dan ini merupakan tiang
yang penting juga, keadilan inilah yang menyebabkan rasa bahagia dihati
manusia. Manusia kalau merasa hukum itu tidak dilakukan secara adil, kerusakan,
dan kedengkianpun akan semakin merajalela.

 

Allah SWT
berfirman : " Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu menjadi suatu
kaum yang bersikap menegakkan kebenaran hanya karena Allah, menjadi saksi
dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kamu terhadap suatu kaum
mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih
dekat kepada Taqwa. " ( Q.S Al Maidah 8 ).

Dilain ayat
dikatakan : " Jika kamu berkata,maka berkatalah dengan adil, meskipun
terhadap kaum kerabatmu sendiri ".

 

"
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah itu sesuai dengan
haknya,dan jika kamu memeberi keputusan diantara manusia ,maka hukumlah secara
adil ".

 

Salah satu
yang mendapat naungan Allah dihari kiamat kelak, sebagaimana yang disebutkan
dalam Hadist adalah " Imam yang Adil "

 

Jika tidak ada
keadilan, maka tidak kan
dicapai ketentraman , ketenangan, peraturan yang pasti, juga tidak dirasakan
hidup yang hakiki, yang terjadi malah sebaliknya, kegoncangan, yang kaya
memakan faqir miskin, penguasa memakan teraniaya.

 

4 ).Bersatu itu adalah suatu Kekuatan.

Tidak dapat
diragukan lagi, bahwa persatuan itu adalah suatu kekuatan, sementara bercerai
itu adalah suatu kelemahan, juga tangan Allah bersama jamaah.

 

Allah SWT
berfirman : " Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah  secara 
keseluruhan,  janganlah kamu bercerai berai. Dan ingatlah
olehmu atas nikmat-nikmat Allah tatkala saat itu kamu saling bermusuhan, maka
Allah menyatukan hati-hati kamu, maka jadilah kamu menjadi orang yang
bersaudara, dimana saat itu kamu sedang berada dalam jurang neraka, Allah
menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya pada
kamu, semoga kamu mendapat petunjuk. ( Al Imran 103 ).

 

Dalam Hadist
disebutkan bahwa Mukmin yang kuat, jauh lebih baik dari mukmin yang lemah.

Seorang mukmin
itu hendaklah ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya.

 

Mencintai
saudara di sini dalam arti kata saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa
kepada Allah. Bersatu melawan kedzaliman dan pemerasan, kekafiran, kemusyrikan
yang dapat merusak nilai-nilai agama islam itu sendiri.

 

Oleh sebab itu
wajiblah berpegang semua itu dengan mencintainya karena Allah semata, dan
membencinya karena Allah semata. Sifat rasa persatuan , cinta dan kasih ini
hendaklah dimiliki oleh seorang pemimpin. Allah berfirman," Dan saling
tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, janganlah kamu tolong
menolong dalam dosa dan permusuhan."

 

Manusia yang
suka menolong dan membangkitkan permusuhan sesama muslim, sama dengan orang
yang berbuat Namimah. Salah satu yang mendapat adzab kubur kelak adalah mereka
yang suka mengadu domba, memanasi, dan menghasung-hasung dua orang yang
berseteru.

 

Orang semacam
ini sama dengan orang munafik yang menyusup di barisan kaum muslimin, untuk
menghancur beraikan persatuan kedua belah pihak dari dalam. Kalau dalam
peperangan, ini disamakan dengan musuh dalam selimut, suka mengadu domba, ular
berkepala dua .

 

Musuh dalam
selimut ini lebih berbahaya, ketimbang musuh secara terang-terangan.

 

Bila seorang
pemimpin memiliki watak ini, menghasung dua anggotanya, maka akan hancurlah
kepemimpinannya, ia sendiri yang akan jatuh, terpeleset, tergelincir.

 

5 ).Mempunyai sifat berani dan suka
menolong orang lain.



Wasssalamu'alaikum.



Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.



"Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran"

(Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke