Syarat Diterimanya Ibadah
Ibadah adalah perkara taufiqiyyah, yaitu tidak ada suatu ibadah yang 
disyari’atkan kecuali berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Apa yang tidak di 
syari’atkan berarti bid’ah mardudah ( bid’ah yang ditolak ), hal ini 
berdasarkan sabda Nabi :
مَنْ عَمَِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ.
“ Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntutan dari Kami, maka amalan 
tersebut tertolak.” 
Agar bisa diterima, ibadah disyaratkan harus benar, yaitu dengan memenuhi 
syarat - syarat dibawah ini :
________________________________

1.Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar dan kecil.
 
Ini merupakan konsekuensi dari syahadat “ laa ilaaha illallah, karena ia harus 
ikhlas beribadah hanya untuk Allah dan jauh dari syirik kepada Nya.  
>
 
2.Ittiba’, sesuai dengan tuntutan Rasullullah SAW
 
Sedangkan ini adalh konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia 
menuntut wajibnya taat kepada Rasul, mengikuti syari’atnya, dan meniggalkan 
bid’ah atau ibadah yang diada – adakan.
>
 
Jadi keduaa syarat tersebut ialah manifestasi ( perwujudan ) dari dua kalimat 
syahadat Laa Ilaaha Illallaah, Muhammad Rasullullah. Dan ini berarti, jika kita 
meninggalkan salah satu syarat kitapun meninggalkan salah satu syahadat kita. 
(Wallahu'alam)
Pada yang pertama, kita tidak beribadah kecuali kepada – Nya. Pada yang kedua, 
bahwasanya Muhammad SAW adalah utusan – Nya yang menyampaikan ajaran – Nya. 
Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintah – 
Nya. Beliau telah menjelaskan bagaimana cara kita beribadah kepada Allah, dan 
beliau mearang kita dari hal – hal baru atau bid’ah. Beliau mengatakan bahwa 
semua bid’ah itu sesat.
 
Allah SWT berfirman :
“ ( Tidak demikian ) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, 
sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala disisi Rabb – Nya dan pada 
diri mereka tidak ada rasa takut dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati.” ( 
QS. AL Baqarah : 112 )
“ menyerahkan diri “ disini artinya memurnikan ibadah kepada Allah. “ Berbuat 
kebajjikan” artinya Rasul Nya.
Ibnu Taimiyyah mengatakan : “ Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak 
beribadah kecuali hanya kepada Allah, dan kita tidak beribadah kecuali dengan 
apa yang Dia syari’atkan, tidak dengan bid’ah.”
 
Sebagaimana Allah berfirman :
“ ....... Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb - Nya maka 
hendaknya ia mengerjakan amal saleh dan janganlah iamempersekutukan sesuatu pun 
dalam beribadah kepada – Nya.” ( QS. Al – Kahfi : 110 )
Mengenai firman Allah Ta’ala :
“ Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu siapa diantara kamu 
yang lebih baik amalnya.” ( QS. Al – Mulk : 2 )
Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Yang paling ikhlas dan yang paling benar.” 
Orang – orang bertanya : “Wahai Abu ‘Ali! Apa yang dimaksud dengan yang paling 
ikhlas dan yang paling benar itu?” Beliau menjawab, sesungguhnya amal apabila 
dilakukan dengan ikhlas namun tidak benar,  maka tidak akan diterima. Dan 
apabila dilakukan dengan benar namun tidak ikhlas, maka tidak akan diterima 
hingga ia dilakukan dengan ikhlas dan benar. Yang dilakukan dengan ikhlas ialah 
hanya ditujukan untuk Allah Ta’ala, sedangkan yang benar ialah sesuai Sunnah.” 
( Lihat Al Ubudiyyah hal. 84 – 85 ).
 
http://rumahislam.com/ibadah/88-mengenal-ibadah-dalam-islam/239-syarat-diterimanya-ibadah.html====================================================================
Rumah Islam - Mari Bersama Belajar dan Membangun Islam
http://www.rumahislam..com/
tafsir, hadis, aqidah, dasar islam, akhlak, adab, syariah, fiqih, sejarah, 
istilah dan berbagai hal tentang islam



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke