cerita ini bisa diambil hikmahnya yang sangat luar biasa. tetapi ada satu hal 
yang sangat aneh dan mungkin berlebihan, pada kalimat dibawah ini yang saya 
bold.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku
dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

mohon penjelasan antum,

sukron




________________________________
Dari: Mujiarto Karuk <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Cc: [email protected]
Terkirim: Selasa, 23 Juni, 2009 21:43:12
Judul: [syiar-islam] (Renungan) Rasulullah SAW. Dan Pengemis Yahudi Buta







Assalamualaikum Wr Wb

 

Di sudut pasar Madinah
Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta, hari demi hari apabila ada orang
yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati
Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila
kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya" .

 

Setiap pagi Rasulullah s.a.w.
mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun
Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, walaupun
pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
Rasulullah s.a.w  melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w. 
wafat.

 

Setelah kewafatan Rasulullah
s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis
Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau
bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku
kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah
engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum
ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya
Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di
sana", kata Aisyah r.ha. 

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan
memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si
pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a
menjawab, "Aku orang yang biasa". 

 

"Bukan !, engkau bukan orang
yang biasa mendatangiku" , jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang
kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku
dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

 

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia 
adalah
Muhammad Rasulullah s.a.w. 

 

Setelah pengemis itu mendengar
cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?,
selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku
sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu
mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar
r.a. 

 

 

Semoga dapat menjadi contoh
teladan bagi kita semua

 

Sumber dari Kisah kisah Teladan

[Non-text portions of this message have been removed]


   


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke