Dapatlah dimaklumi dan dimengerti jika mereka yg mengaku barisan pejuang dakwah Islam ini menghujat Megawati dg PDIP karena penolakan Megawati dan PDIP dg definisi aurat bagi wanita yg berbeda dg aurat bagi pria, ketika pembahasan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi pada beberapa saat yang lalu.
Namun, aneh bin ajaibnya, mereka yg mengaku barisan pejuang dakwah Islam ini malahan antipati dengan perempuan yg sudah sejak lama mengenakan Jilbab di kesehariannya. Lebih tak bisa difahami lagi, mereka yg mengaku barisan pejuang dakwah Islam ini malahan lebih mendukung perempuan yang belum mengenakan Jilbab dan belum bisa mengaji. Faina tadzabun pejuang dakwah Islam ?. Apakah ini yg kalian sebut sebagai konsistensi perjuangan dakwah Islam ?. *** Dalam kampanye terbuka di lapangan Kapten Japa, Denpasar, Bali, pasangan Megawati-Prabowo menegaskan penolakan terhadap UU pornografi. Ini satu-satunya pasangan yang membawa isu UU Pornografi dalam kampnyenya. Megawati bercerita tentang kegagahan fraksi PDIP di DPR dalam penolakan terhadap RUU pornografi yang akhirnya disahkan DPR. Seperti yang kita ketahui fraksi PDIP di DPR melakukan aksi walk out saat pengambilan keputusan tingkat II di sidang paripurna DPR beberapa waktu silam. PDIP menilai RUU itu tidak menghargai keanekaragaman dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Apa yang dilakukan pasangan Megawati-Prabowo semakin menegaskan bahwa pasangan ini tidak memiliki Visi dan misi dalam membentuk akhlak dan martabat bangsa. Disaat kejahatan dan tindak asusila merajalela yang disebabkan salah satunya dari aksi dan tayangan yang berbau pornografi semakin mengkhawatirkan negeri ini, pasangan ini justru membanggakan diri karena telah menolak RUU Pornografi. Ini adalah kampanye dengan menghalalkan segala cara, tanpa berfikir rasional demi kemajuan akhlak bangsa, dan hanya berfikir bagaimana dapat mencapai kekuasaan. Indonesia adalah negara yang berketuhanan, dan agama manapun tidak ada yang menghalalkan pornografi, bahkan di negara sekuler sekalipun peredaran pornografi sangat dibatasi. Indonesia adalah negara yang berbudaya namun juga bermartabat. Jangan isu kebhinekaan menjadi dalih untuk menjatuhkan akhlak dan martabat bangsa ini. Fraksi PDIP di DPR sudah terbukti merupakan fraksi yang minoritas dalam masalah ini. Bangsa Indonesia patut bangga terhadap keputusan DPR yang mensyahkan UU Pornografi. Walaupun ada Fraksi yang katanya nasionalis tidak terbukti ke nasionalisannya. Megawati dan PDIP adalah salah satu simbol hancurnya akhlak bangsa. Entah pemikiran dari mana yang menjadi rujukan mereka ?. Masyarakat perlu berfikir seribu kali untuk menerima pemikiran-pemikiran dari Megawati dan partainya. Jayalah Indonesia. Indonesia akan tetap menjadi bangsa yang ber akhlak dan bermartabat di mata dunia. Menolak UU Pornografi, Megawati dan PDIP Adalah Simbol Kehancuran Akhlak dan Martabat Bangsa Artikel ini dapat dibaca di : http://public.kompasiana.com/2009/06/28/menolak-uu-pornografi-megawati-dan-pdip-adalah-simbol-kehancuran-akhlak-dan-martabat-bangsa/#comment-43481 *** [Non-text portions of this message have been removed]

