Bismilla-hir rohma-nir rohi-m


SURAT TERBUKA

Taushiyah Khusus

kepada Fadlilatul Ulama

Serumpun Melayu

Mengawali pernyataan ini, saya hanya bisa mengungkapkan bahwa tiada
kata yang indah dapat saya tuliskan di sini melainkan hanya permohonan
kepada Allah semoga ridla  Allah berlimpah kepada para Fadlilatul
Ulama, mengingat bahwa hanya kepada para Ulama maka Allah telah
mengkhususkan melalui firman-Nya dalam Surah Fathir, 35 : 28, yaitu :

"Dan dari antara manusia dan binatang yang melata dan binatang ternak
berbeda-beda warnanya. Seperti demikian itulah, adapun sebenarnya yang
takut kepada Allah dari kalangan hamba-hambaNya adalah Al Ulama.
Sesungguhnya Allah itu Yang Perkasa Yang Pengampun"

Dengan berpangkal dari firman Allah masalah keberadaan Al Ulama,
betapa Allah memberikan suatu julukan khusus terhadap hamba-hamba-Nya
yang mau mentadabburi Al Quran untuk menepati perintah-Nya sebagaimana
dituangkan-Nya melalui firman penting, baik yang secara langsung ( QS
An Nisa, 4 : 82 ; QS Muhammad, 47 : 31 ) dan ataupun secara tidak
langsung ( QS Az Zumar, 39 : 18 ). Tatkala ada yang menanyakan kepada
Rasulullah saw tentang; Apa itu Al Ulama? Rasulullah saw menjawab
dengan halus tetapi tegas, yaitu bahwa Ulama itu adalah hamba Allah
yang dari hal ilmu dalam amaliyah mempunyai titik temu secara jelas.
Fadlilatul Ulama,

Bila memandang kembali kepada sejarah para Utusan Allah, dari semenjak
Nuh as sampai Muhammad saw, dalam melaksanakan perintah untuk
menegakkan Kebenaran Tauhid  yaitu Tathbiqusy Syariah penuh keharusan.
Perjalanan mereka tidak luput dari berbagai pertolongan yang Allah
telah berikan kepada mereka dan janji kemenangan dalam menghadapi
berbagai kendala dan rintangan yang dilakukan oleh kaum Kafirin.
Secara nyata bahwa inilah yang disebut cobaan dan ujian untuk
dijadikan sebagai ukuran ketegaran iman bagi para Muttabiur Rasul,
Sebagaimana difirmankan-Nya di dalam Al Quran surah Muhammad, 47 : 31
:

"Dan ( ketahuilah ) demi sesungguhnya kami akan senantiasa menguji
kamu sekalian sehingga kami  mengetahui golongan orang-orang yang
bekerja keras dari antara kamu dan mereka shabar.Dan Kami akan menguji
berita  ( kebenaran ) kamu sekalian."

Petunjuk firman tersebut, menuntut para Ulama untuk membangun Tandlim
yang mendunia dan dilandasi dengan tansiq ( hubungan hati ) sehingga
terwujudnya Ahlul Halli Wal `Aqdi yang siap  untuk menerima amanah
dari Allah dalam rangka menjemput penegakan Hukum Islam atas ummat
manusia di seluruh  dunia  dengan  izin  Allah, sebagaimana
difirmankan dalam surah Al Hasyr, 59 : 2, yaitu

"Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dari
negeri-negeri mereka pada awal al hasyr ( saat mereka berhimpun untuk
memerangi Islam ). Tiadalah kamu sekalian mengira bahwa mereka akan
keluar, dan mereka pun juga mengira bahwa benteng-benteng mereka akan
dapat menahan mereka ( untuk melindungi ) dari ( rencana ) Allah. Maka
Allah datangkan kepada mereka rasa ketakutan dan kecemasan. Mereka
akan merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri
dan tangan-tangan orang-orang mukminin. Maka ambillah sebagai i'tibar
wahai orang-orang yang mempunyai pandangan."

Subhanallah! betapa jelasnya petunjuk tersebut untuk dapat dipahami
oleh para Ulama. Memang sebenarnya pada masa sekarang ini kaum kafir
dunia barat sedang berupaya keras untuk menyatukan kekuatan mereka (
QS Al Anfal, 8 : 73 ), sehingga mereka memandang terhadap ummat Muslim
sebagai ancaman terbesar bagi dunia barat. Apabila hal ini tidak
diwaspadai oleh para Ulama, betapa dahsyatnya fitnah dan kerusakan
akan melanda ummat Muslimin dan dunia Islam.

Apabila direnungkan secara seksama, maka siapakah lagi yang akan
berupaya menjelaskan kerinduan daripada beban harapan sejarah ini
kalau bukan para Ulama sebagai pemegang atau pembawa amanah para
Rasul.

Maka  melalui tulisan terbuka ini menyampaikan taushiyah dan tadzkirah
khusus  kepada para hamba Allah yang faqir  fadlilatul Ulama ,
mengingat  antara lain  :

1.  Kondisi ummat Muslim sedang diliputi ketidakmampuan dalam
menjelaskan dirinya secara efektif. Pada sisi lain, media barat dengan
isu-isunya yang tajam terhadap dunia Islam dapat menimbulkan simpati
instinktif, sehingga di berbagai negara di dunia ini telah berhasil
dibuat seolah-olah ada permasalahan dengan Muslim.

2.  Kondisi negara-negara Muslim pada umumnya telah mengedepankan
politik dan melupakan terhadap siyasah.Bahkan mereka telah kejangkitan
penyakit euporia bidang politik secara spektakuler, sehingga
kebanyakan mereka telah melupakan moral Islam. Maka akhirnya " Ummat
Islam telah menjadi karikatur sebuah peradaban."

3.  Kenyataan yang dapat dirasakan sekarang adalah penyebarluasan
ketidaksopanan yang provokatif, berbagai penonjolan sensualitas,
pesona gemerlap yang memunculkan pemujaan materialisme, dan kehampaan
serta diikuti dengan kejahatan mafia secara merajalela.

4.  Ketidakmampuan ummat Islam dalam memahami sifat dan tujuan dari
berbagai isu yang dipancarkan memalui berbagai media barat berakibat
terjadi berbagai perpecahan dalam kalangan ummat Islam sendiri. Ini
terjadi hanya karena mendengar suara dari elite politik dan suara di
antara sarjana yang berwawasan sempit.

Mengingat hal-hal sebagaimana tersebut di atas, maka tiada lain yang
menjadi dambaan ummat adalah para Ulama Intelektual dan Intelektual
Ulama. Allah telah menuntunkan melalui firman-firman-Nya dalam Al
Quran bahwa para Ulama dituntut untuk menjadi pelopor dalam membangun
dunia ini secara Islami dengan baik dan benar, dengan tanpa
mengabaikan rasa kecintaan kita kepada kaum manusia secara keseluruhan
demi menjemput Hari Kemenangan yang dijanjikan Allah SWT.

Langkah tanggung jawab telah kita awali dan lalui bersama, yaitu
melaksanakan "Mudzakarah Ulama se-Sumatera". Alhamdulillah telah
dipandu Allah memperoleh hasil rumusan yang Insya Allah cukup membuka
pintu berpikir bagi ummat Islam, sehingga ummat Islam akan
menyandarkan tanggung jawab Ad Di-n ini kepada para Ulamanya. Oleh
karena itu hasil Mudzakarah Ulama se-Sumatera  tersebut sangat penting
untuk ditindaklanjuti dengan program "Mudzakarah Ulama Serumpun
Melayu". Dari sanalah para Ulama akan menuju kebenaran Ahlul Halli Wal
`Aqdi dalam suatu Tandlim yang mendunia menurut syar'i setelah
ditetapkan dan dilaksanakan malalui "Mudzakarah Ulama Sedunia"
sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam Al Quran ( QS Al Baqarah, 2
: 208 ) yaitu perintah Allah untuk membangun Khilafatul Muslimin pada
tiap-tiap bangsa di seluruh dunia yang dilalui siang dan malam
tersebut sebagaimana telah ditetapkan dan dijanjikan Allah SWT  ( QS
At Taubah, 9 : 33 ; dan Al Hadits Shahih riwayat Muslim dari Syaddad
dari jalan Tsauban bin Aus).

Dengan rendah hati karena Allah semata, marilah kita bersama-sama
melanjutkan langkah untuk ber-Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu. Karena
dari sanalah, Insya Allah, ummat Muslimin akan memperoleh titik terang
menjadi pengawal Di-nullah dalam jalan Allah.

Nashrun Minallah Wa Fathun Qorib

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Sumatera Selatan, 01 Rabi'ul Awwal 1427 H
31 Maret 2006 M



Dari seorang hamba Allah yang faqir,



Muhammad Bardan Kindarto

Komplek Yayasan AKUIS Pusat, Jalan Raya Pangkalan Balai - Palembang
Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa
Kabupaten Banyu Asin, Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia

Info selengkapnya: www.al-ulama.net

Kirim email ke