Bissmillahirrohmaanirrohiim
Agama Islam adalah agama yang tidak berhenti pada ibadah kepada Allah (swt)
semata, tapi berlanjut pada praksis sosial. Ayat-ayat dengan lafadz iman dalam
Qur'an, jika kita cermati, selalu bergandengan dengan perintah beramal saleh.
Setiap kata "amanuu..." (beriman) sudah dipastikan disertai dengan "wa
'amilush-sholihaat..."(Q.S. Hud : 23). Redaksi seperti pada ayat ini banyak
kita jumpai dalam Qur'an, dan selalu mempunyai redaksi yang serupa. Artinya,
iman tanpa amal saleh tidak akan banyak berarti. Keduanya terkait. Penghambaan
kepada Allah tak akan bermakna banyak kecuali berlanjut pada praksis sosial,
amal saleh.
Keimanan seseorang bukanlah sekedar hanya pengakuan, tetapi berimplikasi pada
kehidupan keseharian dirinya. Seorang mukmin merupakan bukan saja aktor untuk
diri dan keluarganya, tetapi untuk masyarakat, bangsa, negara dan komunitas
global. Perintah Allah,"Sesungguhnya Allah ta'ala menyuruh kalian berbuat adil
dan berbuat kebajikan, memberi (bantuan) kepada kaum kerabat. Dan Allah
melarang melakukan perbuatan keji dan kemungkaran serta permusuhan. Dia
memberikan pengajaran kepada kalian, semoga kalian memperoleh pengajaran."(Q.S.
al-Naml : 90)
Pada ayat di atas, seorang mukmin adalah pelaku dan penegak keadilan atas
lingkungan dan masyarakat, disamping pencipta perdamaian. Berbuat adil sebagai
amal praksis seorang Muslim, kata Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, adalah
kewajiban. Adapun berbuat kebajikan (ihsan), seperti lafadz yang mengikutinya
dalam ayat di atas, adalah mustahab, laku terpuji yang membuat bertambah poin
kemuliyaan di mata Allah. Seorang Muslim adalah pelindung dan penyantun
orang-orang sekitar, seperti tercermin pada ayat tadi : seorang Muslim dituntut
untuk memberi santunan kepada kaum kerabat, para janda, anak-anak yatim,
orang-orang fakir, tetangga dan orang-orang disekitarnya. Sabda
Nabi,"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, ia harus
menghormati tetangganya." Pada hadits lain,"orang-orang yang beriman kepada
Allah dan hari akhir, ia harus menghormati orang yang datang bertamu kepadanya."
Laku ritual seorang Muslim tidak akan bermakna cukup berarti kecuali
mengabdikan dirinya terhadap kebaikan. Adapun kebaikan-kebaikan tersebut Allah
memperinci,"Bukanlah disebut kebaikan ketika kamu hadapkan wajahmu ke timur dan
ke barat, akan tetapi yang disebut kebaikan adalah beriman kepada Allah,
beriman kepada hari kemudian (akhirat), beriman kepada malaikat, kitab-kitab
dan nabi-nabi ; (setelah itu) dia memberikan harta yang dicintainya kepada
kerabat dekatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang musafir,
orang-orang yang meminta dan untuk memerdekakan hamba sahaya, serta dia
melakukan salat, memberikan zakat, menepati janji bila ia berjanji, hatinya
bersabar atas kemiskinannya, kesengsaraannya, serta ketika ada peperangan.
Mereka inilah orang-orang yang benar dan merekalah orang-orang yang
bertaqwa."(Q.S. al-Baqarah : 177)
Sabda Nabi (saw),"Kebajikan merupakan salah satu pintu surga, dia dapat
menghindarkan pelakunya dari kejahatan yang menghancurkan."(H.R. Imam Abu
Syaikh, hadits melalui Ibnu Umar r.a.)
Dalam diri manusia tersimpan dua hal, jiwa yang membutuhkan kerendahan hati,
dan badan yang menjadi pelaku dan sebab terwujudnya tatanan sosial yang teratur
serta perputaran roda kehidupan dunia yang menyenangkan. Inilah kemenangan yang
dijanjikan oleh Allah selain kemenangan lain kelak di akhirat. "Hai orang-orang
beriman, ruku' dan sujudlah serta sembahlah Tuhan-mu, dan berbuat baiklah,
semoga kamu memperoleh kemenangan."(Q.S. al-Hajj : 77)
Allah selalu menekankan bahwa setelah hubungan pribadi antara seorang hamba dan
Tuhannya terbentuk, peran sosial sangat diperintahkan.Dalam masyarakat Islam,
ketika setiap warga menyelami makna terdalam ajarannya, tak akan mudah
ditemukan kejahatan, ketimpangan sosial, ketidak-adilan, pelanggaran hak asasi
manusia dan penindasan. Islam adalah agama pembebasan dari segala macam
belenggu yang menyengsarakan umat manusia, baik dari sisi rohani dengan iman,
maupun dari segi jasmani. Wallahu a'lam
Rizqon Khamami, Lc
[Non-text portions of this message have been removed]