Segala puji hanya milik Allah, Ditangan-Nyalah semua
kekuasaan, semua kejadian berlaku atas takdirnya, Hanya kepada Allah kita
wajib
menyembah dan Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan. Sholawat serta
salam
marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, kepada
keluarga dan para sahabat-sahabatnya.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita tentang
terjadinya musibah-musibah yang silih berganti, setelah musibah besar
Gempa dan
Tsunami di Aceh Dan Sumatra Utara maka secara beruntun terjadi musibah
kabut
asab di Riau, banjir di beberapa wilayah dan terakhir ini gempa di Garut
Jawa
barat.
Mengapa
Allah masih memberikan cobaan dan ujian kepada kita ?, Apakah karena
terlalu
banyaknya dosa-dosa yang kita perbuat sehingga cobaan-cobaan itu terus
menerus
ditimpakan kepada kita agar kita mau bertaubat dan menyadari semua
kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.
Boleh jadi dunia ini memang sudah tua dan manusia
sudah tidak lagi mau di beri peringatan sehingga tetap melakukan
kemaksiatan-kemaksiatan, melakukan kedholiman, sombong dan takabur serta
berbuat tidak adil kepada Allah dan kepada sesame manusia, Oleh karena
itu bencana demi bencana
ditimpakan kepada manusia. Bukankah Allah telah memberi peringatan kepada
kita
dalam firman-Nya :
æóÇÊøóÞõæÇ
ÝöÊúäóÉð áóÇ ÊõÕöíÈóäøó ÇáøóÐöíäó ÙóáóãõæÇ ãöäúßõãú ÎóÇÕøóÉð æóÇÚúáóãõæÇ
Ãóäøó
Çááøóåó ÔóÏöíÏõ ÇáúÚöÞóÇÈö(25)
Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus
menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa
Allah
amat keras siksaan-Nya.(Al Anfal: 25)
Kalau kita rasakan, sungguh telah
banyak doa kita panjatkan kehadirat Allah, baik secara individu ataupun
secara
berjamaah, ketika sehabis sholat, ketika bermunajah ataupun ketika
bermujahadah. Pertanyaan tersebut kadang muncul di benak kita, mengapa ?
dan
apa sebabnya ?
Ayat dalam surat Al Anfal: 25 itu
merupakan peringatan keras kepada kita, apabila masih saja membiarkan
perbuatan
dholim meraja lela di bumi ini dan tidak ada upaya untuk mencegah dan
memberantasnya, maka Fitnah atau siksaan Allah tentu akan ditimpakan tidak
saja
kepada yang berbuat dholim, tetapi semuanya akan terkena musibah. Dan cara
Allah menimpakan musibahpun bisa dalam skala kecil ataupun skala besar
seperti
yang terjadi pada musibah Tsunami tanggal 26 Desember yang lalu.
Pada kesempatan ini akan saya
sampaikan beberapa sabda Nabi tentang siapa diantara orang atau golongan
yang
doanya akan dilkabulkan oleh Allah, sehingga dengan ini dapat menjadi
petunjuk
dan tuntunan kepada kita sekalian bagaimana caranya agar doa yang kita
panjatkan ini akan dikabulkan oleh Allah SWT.
1. Orang yang
selalu shalat wajib berjamaah di Masjid.
ÇóáúãóÓúÌöÏõ ÈóíúÊõ ßõáø öÊóÞöìÁò æóÊóßóÝøóáó
Çááøóåõ áöãóäú ßóÇäó ÇáúãóÓúÌöÏõ ÈóíúÊóåõ ÈöÇáÑøõæúÍöö æóÇáÑøóÍúãóÉö
æóÇáúÌóæóÇÒö Úóáóì ÇáÕøöÑóÇØö Åöáóì ÑöÖúæóÇäö Çááøóåö Ãöáóì ÇáúÌóäøóÉö
Masjid
adalah rumah setiap orang yang bertaqwa, Allah memberikan jaminan kepada
orang-orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya bahwa ia akan diberi
kelapangan dan rahmat serta sukses melewati shirothal mustaqim menuju
keridlaan
Allah, yakni surga (HR Thabrani dari Bazzar)
Peristiwa Tsunami Aceh telah
memberikan Ibroh kepada kita semua bahwa banyak masjid-masjid yang
selamat
dari bencana meskipun rumah dan bangunan yang kokoh disampingnya hancur
terbawa
air. Bagi kita yang memiliki iman kepada Allah sungguh itu petunjuk yang
nyata
bahwa kalau kita mau membangun ketaqwaan dan memperoleh kesuksesan hidup
adalah
dimulai dari Masjid.
2. Orang Yang
berpuasa
ËóáÇóËñ áÇó ÊõÑóÏøõ ÏóÚúæóÊõåõãú ÇáÕøóÇ Æöãõ
ÍóÊøóì íõÝúØöÑõ æóÇáÇöãóÇãõ ÇáúÚóÇÏöáõ æóÏóÚúæóÉõ ÇáúãóÙúáõæúãö
Tiga golongan yang doanya tidak ditolak, yaitu orang yang
tengah berpuasa sampai berbuka, imam yang adil, dan orang yang teraniaya
(HR Tirmidzi dari Ibnu
Maajah)
Orang yang
berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah maka insya Allah doanya
akan
dikabulkan. Mengapa demikian, sebab orang yang berpuasa adalah orang yang
menjauhkan diri dari perbuatan yang tercela oleh agama, baik perkataan
maupun
tindak tanduknya selalu terjaga, tidak berkata kotor, menfitnah mengadu
domba
maupun berbuat yang dlolim, aniaya dan merusak lingkungannya.
Puasa adalah simbul kesederhanaan,
tidak boros, tidak konsumtif atau mengumbar nafsu demi kesenangan
pribadinya.
Kalau para pemimpin di negeri ini
pernah mengkampanyekan keprihatinan dengan mengencangkan ikat pinggang ,
maka
solusi yang ditawarkan oleh agama Islam adalah dengan gerakan puasa, insya
Allah doa kita akan dikabulkan oleh Allah.
3. Imam atau
Pemimpin yang Adil
Sungguh keadilan pada saat ini
merupakan sesuatu yang sangat berharga, karena keadilan itu lebih dekat
kepada
ketaqwaan, firman Allah mengatakan:
íóÇÃóíøõåóÇ
ÇáøóÐöíäó ÁóÇãóäõæÇ ßõæäõæÇ ÞóæøóÇãöíäó áöáøóåö ÔõåóÏóÇÁó ÈöÇáúÞöÓúØö
æóáóÇ
íóÌúÑöãóäøóßõãú ÔóäóÂäõ Þóæúãò Úóáóì ÃóáøóÇ ÊóÚúÏöáõæÇ ÇÚúÏöáõæÇ åõæó
ÃóÞúÑóÈõ
áöáÊøóÞúæóì æóÇÊøóÞõæÇ Çááøóåó Åöäøó Çááøóåó ÎóÈöíÑñ ÈöãóÇ ÊóÚúãóáõæäó(8)
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi
orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi
dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu
lebih
dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al Maidah: 8)
Tuntutan
agar para pemimpin di negeri ini agar berbuat adil sudah sering
didengungkan
oleh masyarakat, namun kenyataannya untuk menjadi pemimpin yang adil itu
bukan
sesuatu yang mudah, banyak godaan dan rintangan yang menghalangi sehingga
untuk
mencari keadilan di negeri ini begitu susah. Padahal jelas-jelas dikatakan
dalam Al Quran tegakkanlah keadilan, jadilah saksi yang adil, janganlah
kebencianmu kepada orang lain mendorong untuk tidak berbuat adil.
Kalimat-kalimat itu sudah cukup
gambling dan tidak perlu penafsiran yang sulit, tetapi yang sulit adalah
prakteknya, padahal kalau pemimpin itu adil maka doanya akan dikabulkan
oleh
Allah.
4. Doanya
orang yang teraniaya
Orang yang
teraniaya adalah orang yang diperlakukan secara tidak benar oleh orang
lain,
orang yang tidak mendapatkan hak yang wajib diterimanya, termasuk dalam
hal ini
para isteri yang tidak diberi belanja oleh para suami. Kalau mereka-mereka
ini
berdoa maka Allah akan mengabulkannya.
Bisakah kehidupan ini terbebas dari
penganiayaan, penindasan oleh yang kuat kepada yang lemah. Ada pandangan
yang mengatakan : Boleh jadi
Allah kasihan kepada rakyat Aceh yang teraniaya sehingga Dia mencabut
nyawa
mereka menjadi syahid agar mereka tidak terimbas bergelimangnya dosa dan
penganiayaan oleh yang kuat.
Sesungguhnya masih banyak
contoh-contoh orang yang akan terkabulkan doanya lantaran perbuatan yang
dia
lakukan di dunia ini, seperti orang yang berHaji atau Umroh karena
mengharap
pahala dan keridloan Allah semata, bukan karena ingin dipanggil Pak Haji
atau
Bu Hajjah. Doanya anak yang berbakti kepada ibu kandungnya, Doanya orang
yang
mengasuh anak yatim, doanya orang tua
kepada anaknya dsb.
Akan tetapi
inti yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini adalah bahwa dalam
menghadapi berbagai cobaan-cobaan yang diberikan Allah ini marilah kita
berupaya secara spiritual, yaitu dengan berdoa, namun dibalik itu
persyaratan
untuk terkabulnya doapun juga harus dilakukan. Sebab meskipun doa-doa
yang
panjang kita pintakan sedangkan perbuatan-perbuatan yang melanggar
syariat
agama juga tetap dilakukan, maka mustahil doa kita akan dikabulkan oleh
Allah.
Semoga
dengan alunan doa yang tulus dan hati yang lembut serta berusaha
memperbaiki
perilaku-perilaku yang salah insya Allah doa kita akan dikabulkan oleh
Allah.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke
[email protected]
Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore
http://www.demimasa.co.idYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/