HAKEKATNYA, HIGMAHNYA  MENDIRIKAN SHOLAT
Berdasarkan persfektif Al Qur’an dan Hadits 
No.11 Bersambung
 
15-T A S Y A H U D
Ada tiga macam cara duduk di dalam shalat yaitu:
a-Duduk diantara dua sujud.
b-Duduk tatkala membaca tasyahud (attahiyat) awal.
c- Duduk tatkala membaca tasyahud (attahiyat) akhir.
 
Duduk diantara dua sujud, ada dua cara dan kedua-duanya haditsnya shahih:
a-Duduk iq’a, yaitu duduk di atas kedua tumit yang diberdirikan. HSM.491
b-Duduk di atas kaki / paha yang kiri, dan kaki yang kanan ditegakkan, sama 
dengan duduk tasyahud awal. HSM.448, 536
 
Duduk tasyahud awal dan duduk tasyahud akhir berbeda:
a-Duduk tasyahud awal, yaitu duduk diatas paha kiri, sedang kaki  yang kanan 
ditegakkan. HSM.448, 536
            
b-Duduk tasyahud akhir, yaitu kaki yang kiri dikedepankan, duduknya dilantai, 
sedang kaki  kanan ditegakkan (dicacakkan ke lantai).
 
15-A-CARA DUDUK TASYAHUD AWAL:
Dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Zubair r.a., dari bapaknya, katanya: ‘Apabila 
Rasulullah s.a.w. duduk dalam shalat, diletakkannya kakinya yang kiri antara 
paha dan betis, serta menegakkan tumit kanan, meletakkan tangan kiri di lutut 
kiri, meletakkan tangan kanan di paha kanan dan menunjuk dengan telunjuk.” HSM. 
536, 
 
Meletakkan tangan dan menunjuk dalam tasyahud.
Dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Zubair r.a., dari bapaknya, katanya: “Apabila 
Rasulullah s.a.w. duduk mendo’a (tasyahud dalam sholat), diletakkannya tangan 
kanan atas paha kanan, tangan kiri atas paha kiri. Beliau menunjuk dengan 
telunjuk, meletakkan ibu jari di jari tengah, serta meletakkan telapak tangan 
kiri di atas lutut.” HSM.537
 
15-B-MENUNJUK DENGAN JARI TELUNJUK
Rasulullah s.a.w., apabila duduk tasyahud awal, beliau meletakkan kakinya yang 
kiri antara paha dan betis serta menegakkan tumit yang kanan, meletakkan tangan 
kiri diatas lutut yang kiri, meletakkan tangan kanan diatas paha yang kanan dan 
menunjuk dengan jari telunjuk. Jadi jari telunjuk tangan kanan menunjuk begitu 
duduk tasyahud, bukan setelah sampai pada bacaan “Asyhadu anla ilaaha illallah ”
 
15-C-BACAAN DO’A TASYAHUD 
15-C-1-DOA TASYAHUD AWAL:
“At tahiyyatu  lillahi,  wash shalawatu,  wath thayyibaatu,  Assalaamu  
‘alaika  ay  yuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh.  Assalamu  ‘alaina  wa  
‘ala  ‘ibadil laahish  shaalihin.  Asyhadu anla ilaaha illallah, wa  asy  hadu  
anna Muhammadan  ‘abduhu wa rasuluh.”  Artinya: “Penghormatan untuk Allah, 
seluruh do’a dan segala kebaikan, Salam untukmu hai Nabi, disertai rahmat dan 
berkah Allah, Salam untuk kami, dan untuk para hamba Allah yang shalih-shalih.  
Saya mengakui, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah. Dan 
saya mengakui bahwa Muhammad itu hamba Allah dan rasul-Nya.    HSB.456 
;HSM.358         
 
Diberitakan oleh Abdullah r.a., katanya: “Ketika kami shalat bersama-sama 
dengan Nabi s.a.w., kami membaca: “Assalamu ‘alallah min ‘ibaadihi, assalamu 
‘ala fulaanin wa hulaanin.” Artinya: (Salam untuk Allah dari hamba-Nya; salam 
untuk si Anu dan si Anu).Mendengar bacaan itu Nabi s.a.w. bersabda, “Janganlah 
kamu mengatakan Assalamu ‘alallaah.” Karena Allah itu sendiri adalah As Salaam. 
Tetapi bacalah: “At tahiyyatu  lillahi,  wash shalawatu,  wath thayyibaatu,  
Assalaamu  ‘alaika  ay  yuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh.  Assalaamu  
‘alaina  wa  ‘ala  ‘ibadil laahish  shaalihin.”   Artinya: “Penghormatan untuk 
Allah, seluruh do’a dan segala kebaikan, Salam untukmu hai Nabi, disertai 
rahmat dan berkah Allah, Salam untuk kami, dan untuk para hamba Allah yang 
shalih-shalih.
 
Jika doa itu yang kamu baca, maka doamu meliputi seluruh hamba Allah, baik yang 
dilangit maupun yang antara langit dan bumi. 
 
Selanjutnya bacalah:  “Asyhadu anla ilaaha illallah, wa  asy  hadu  anna 
Muhammadan  ‘abduhu wa rasuluh.”   Artinya: “Saya mengakui, tidak ada Tuhan 
yang berhak disembah melainkan hanya Allah. Dan saya mengakui bahwa Muhammad 
itu hamba Allah dan rasul-Nya.”
HSB.456, 1986
 
Dari Ibnu ‘Abbas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengajarkan tasyahud kepada 
kami, seperti mengajarkan surat Al Qur’an. Sabda beliau: “Attahiyyatul 
mubarakatush sholawatut thayyibatu lillahi. Assamu ‘alaika ayyuhan nabiyu wa 
warahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadilahis shalihin. 
Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Segala 
kehormatan, segala keberkatan, segala doa dan segala ucapan yang baik-baik 
hanya teruntuk bagi Allah semata-mata. Keselamatan bagimu wahai Nabi, beserta 
rahmat Allah dan berkat-Nya. Keselamatan bagi kami dan bagi para hamba Allah 
yang saleh. Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku mengaku 
bahwa Muhammad itu Rasulullah. HSM.359
 
15-C-2- DOA TASYAHUD AKHIR
Doa tasyahud awal ditambah dengan bacaan shalawat:
At tahiyyatu  lillahi,  wash shalawatu,  wath thayyibaatu,  Assalaamu  ‘alaika  
ay  yuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh.  Assalaamu  ‘alaina  wa  ‘ala  
‘ibadil laahish  shaalihin.  Asyhadu anla ilaaha illallah, wa  asy  hadu  anna 
Muhammadan  ‘abduhu wa rasuluh.”  Allahumma shali ‘ala Muhammad, wa   ‘ala  
ali  Muhammad.  Kama  shalaita ‘ala  aali  Ibrahim. Wa baarik ‘ala Muhammad, wa 
‘ala aali Muhammad, Kama barakta ‘ala aali Ibrahim.  Fil  ‘ala mina innaka 
hamidun majid.” HSB.456; HSM.361; HBM.336; 
 
SHALAWAT, DAN BACAAN SHALAWAT
Dari Abu Mas’ud Al Anshari r.a., katanya: “Ketika kami sedang berada di dalam 
majlis Sa’ad bin ‘Ubbadah, sekoyong-koyong Nabi s.a.w. datang.  Basir bin Sa’ad 
bertanya kepada beliau, ‘Allah Ta’ala memerintahkan kami supaya bershalawat 
kepada anda. Bagaimana caranya kami bershalawat itu, ya Rasulullah?” Kata Abu 
Mas’ud, “Rasulullah s.a.w., diam saja tidak segera menjawab. Sehingga kami 
mengira, mungkin beliau tidak menyukai pertanyaan kami itu.” 
 
Kemudian beliau bersabda: “Ucapkanlah: Allahumma shali ‘ala Muhammad, wa ‘ala 
ali Muhammad.  Kama shalaita ‘ala aali Ibrahim. Wa baarik ‘ala Muhammad, wa 
‘ala aali Muhammad, Kama barakta ‘ala aali Ibrahim.  Fil  ‘ala mina innaka 
hamidun majid.”  Artinya; Wahai Allah! Limpahkanlah rahmatmu kepada Muhammad 
dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkannya kepada keluarga 
Ibrahim. Dan limpahkanlah berkat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, 
sebagaimana Engkau melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Di alam semesta ini 
sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.  Kemudian memberi salam, dan 
caranya ialah sebagaimana anda semua telah mengetahui.”  HSM. 361; NA.1009.; 
HBM.336
 
Keterangan
Di semua riwayat hadits shahih mengenai shalawat, tidak ada didalam kalimatnya 
yang mengandung “Sayyidina”  (Sayyidina Muhammad, sayyidina Ibrahim). Maka 
janganlah kita suka mengada-adakan, menambah-nambahi apa-apa yg tidak di 
riwayatkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. ingat sanksinya amat sangat berat, baca 
Qs. 29: 13. Kalau diluar sholat silahkan saja ditambah-tambahi, kalau didalam 
sholat mutlak tidak boleh ditambah-tambahi dan dikurangi. Harus I’tibak 
(showab), mencontoh sholatnya Nabi Muhammad s.a.w.
 
Setelah membaca tasyahud akhir, sebelum membaca salam boleh berdoa, seseorang 
boleh memilih do’a yang disukainya, dan berdo’alah dengan do’a yang disukainya 
itu, tetapi tidak boleh memakai bahasa selain bahasa Al Qur’an.. Hadits Shahih 
Bukhari (HSB). No. 456.   Silahkan anda baca HSB.631; HSM.358, 359, 360, 
 
DO’A  DALAM  SHALAT, sesudah membaca tasyahut akhir dan sebelum salam.
Aisyah r.a. menceritakan, bahwasanya Nabi s.a.w. mendo’a dalam shalatnya. 
Do’anya: “Allahumma inni a’udzubika min ‘adzabil qabri, wa a’udzu bika min 
fitnatil masihid dajjal, wa a’udzubika min fitnatil mahyaa   wa fitnatil 
mamati.  Allahumma  ini a’udzu bika minal ma’tsam  wal maghram.”
 
(Wahai Allah!  Aku berlindung dengan Engkau  dari siksa kubur, dan aku 
berlindung dengan Engkau dari fitnah dajjal, dan aku berlindung dengan Engkau 
dari bencana kehidupan dan dari bencana kematian.  Wahai Allah! Aku berlindung 
dengan Engkau dari segala dosa dan bencana hutang.)   
 
Seorang bertanya, “Mengapa sering benar Tuan meminta perlindungan dari bencana 
hutang?”  Jawab Nabi s.a.w., “Sesungguhnya apabila seseorang telah berhutang, 
biasanya apabila dia berkata, dusta.  Dan apabila dia berjanji, dia mungkir.” 
HSB.454; HBM.337, 341
 
Abu Bakar Shiddiq r.a., menceritakan, bahwa dia berkata kepada Rasulullah 
s.a.w., “Ajarkanlah kepadaku, ya Rasulullah, doa yang harus kubaca dalam 
shalat. Jawab Nabi, “Bacalah!    “Allahumma  inni zholamtu nafsi  zhulman 
katsiran,  wala  yaghfirudz  dzunuba  illa anta,  faghfirli  magh firatan  min  
‘indika warhamni  innaka antal ghofurur  rahiim.”  (Wahai Allah!  Bahwasanya 
aku aniaya terhadap diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak. Tidak ada 
yang berhak mengampuni aku melainkan hanya Engkau.  Karena itu ampunilah aku 
sebenarnya ampun dari Engkau.  Dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha 
Pengampun lagi Maha Pengasih.)  HSB.455
 
16-MENUTUP RANGKAIAN SHALAT DENGAN MENGUCAPKAN SALAM.
Menengok kekanan dan menengok kekiri, sambil mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum 
warahmatullahi wabarakaatuh.” Artinya; “Mudah-mudahan sejahtera atas kamu dan 
rahmat Allah dan karunia-karunia-Nya.”
 
Adapun lafatdz salam hendaknya dibaca lengkap sebagaimana diajarkan oleh 
Rasulullah s.a.w.
 
Dari Wa’il bin Hujr, ia berkata: “Saya telah bershalat beserta Nabi s.a.w. maka 
adalah ia memberi salam ke kanan dan ke kiri,: “Assalamu ‘alaikum 
warahmatullahi wabarakaatuh.”  Artinya; “Mudah-mudahan sejahtera atas kamu dan 
rahmat Allah dan karunia-karunia-Nya.”  (HR. Abu Dawud dengan sanad yang 
shahih). Hadits Bulughul Maram (HBM). No. 339
 
Mengucapkan salam diperintahkan agar dilakukan dua kali, seiring dengan wajah 
(muka) berpaling ke kanan dan ke kiri: 
 
Dari Abu Ma’mar r.a., katanya: “Seorang Amir di Makkah menyudahi shalat dengan 
dua kali salam. Maka bertanya ‘Abdullah, “Dari mana anda peroleh cara begitu?” 
Kata Al Hakam di dalam haditsnya. “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. melakukan 
seperti itu.” HSM.538
 
Dari ‘Amir bin Sa’ad r.a., dari bapaknya, katanya: “Aku melihat Rasulullah 
s.a.w. memberi salam ke kanan dan ke kiri, sehingga terlihat olehku putih 
pipinya.” HSM.539
 
Diceritakan oleh ‘Utban r.a., katanya:”Kami shalat bersama-sama dengan Nabi 
s.a.w., dan kami memberi salam pula ketika beliau memberi salam.” HSB. 458
 
KETIKA MENGUCAPKAN SALAM TANGAN ANDA JANGAN BERISYARAT.
Dari Jabir bin Samurah r.a., katanya: “Kami pernah menyudahi shalat kami ketika 
shalat bersama-sama Rasulullah s.a.w. dengan mengucapkan salam “Assalamu 
‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh”, sambil memberi isyarat dengan tangan ke 
kanan dan ke kiri. Maka bersabda Rasulullah s.a.w., “Mengapa anda memberi 
isyarat dengan tangan (ketika mengucapkan salam) seperti ekor kuda binal?  
Sesungguhnya sudah cukup kalau anda letakkan tangan anda di atas paha, lalu 
anda ucapkan salam kepada saudara anda yang di kanan dan kiri anda.” HSM.384
 
Sholat adalah dialog langsung kepada Allah. HSM. 349
 
DISUNAHKAN DUDUK IFTIZASI (YAITU DUDUK ISTIRAHAT SEBENTAR) SEBELUM BERDIRI KE 
RAKAAT KE DUA ATAU KE RAKAAT KE TIGA:
Dari Abu Qalabah menceritakan, bahwa Malik bin Huwairits r.a. datang kepadanya 
di masjid, lalu berkata: “Saya akan shalat di hadapanmu. Sesungguhnya aku tidak 
bermaksud hendak shalat, tetapi aku sengaja hendak memperlihatkan bagaimana 
caranya Nabi s.a.w. shalat!” Saya bertanya kepada Abu Qalabah, Bagaimana 
caranya shalat?” Jawabnya, “Seperti guru kita ini! Nah, lihatlah! Guru kita itu 
duduk sebentar sesudah mengangkat kepalanya dari sujud, sebelum terus berdiri 
daripada raka’at pertama (ke raka’at kedua).” HSB. 384
 
Diceritakan oleh Malik bin Huwairits r.a. bahwasanya dia melihat Nabi s.a.w. 
shalat,. Apabila Nabi s.a.w. akan shalat witir, beliau tidak langsung berdiri, 
melainkan duduk lebih dahulu sebentar.” HSB. 451 (Maksudnya duduk istirahat. 
Yaitu duduk yang dilakukan sesudah sujud kedua pada setiap raka’at, sebelum 
langsung berdiri untuk raka’at berikutnya, agar peredaran darah normal dan 
tidak pusing, ketika habis sujud terus berdiri)
 
MAKMUM  TIDAK  BOLEH  MENDAHULUI  IMAM
Bila shalat berjama’ah, jangan sekali-kali gerakan makmum mendahului gerakan 
imam. 
 
Dari Anas r.a., katanya: “Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. shalat mengimani 
kami. Setelah selasai shalat beliau menghadapkan mukanya kepada kami lalu 
berkata: “Wahai manusia! Aku ini imam anda semua. Karena itu janganlah 
mendahuluiku ketika ruku’, ketika sujud, ketika berdiri dan ketika menyudahi 
shalat. Sesungguhnya aku melihat anda ketika di hadapanku dan dibelakangku. 
Demi Allah yang diri Muhammad berada ditangan-Nya, kalaulah anda melihat apa 
yang kulihat, anda akan sedikit tertawa, tetapi banyak menangis.” Tanya mereka, 
“Apakah yang anda lihat, wahai Rasulullah? Jawab Rasulullah, ‘Aku melihat surga 
dan neraka.” HSB. 378.
 
Kata Al Barra’ bin ‘Azib r.a., :”Apabila Rasulullah s.a.w. membaca “Sami’allahu 
liman hamidah”, maka kami belum membungkukan punggung sebelum Nabi Nabi s.a.w. 
telah sujud dan sesudah itu barulah kami sujud.” HSB. 389
 
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi katanya: “Tidakkah takut seseorang kamu 
apabila dia mengangkat kepalanya lebih dahulu dari imam, kepalanya akan 
dijadikan Allah seperti kepala himar, atau rupanya seperti rupa himar?”. HSB.390
 
Dari Barra’ haditsnya tidak diragukan lagi kebenarannya, katanya “Mereka shalat 
di belakang Rasulullah s.a.w. Bila beliau mengangkat kepala dari ruku’, tidak 
seorangpun yang kelihatan membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah s.a.w. 
meletakkan jidadnya lebih dahulu di bumi. Sesudah itu barulah mereka sujud.” 
HSM. 428
 
Silahkan anda baca Hadits Shahih Muslim (HSM) No. 360, 378, 379, 380,  429, 
489, 490, 
Silahkan anda baca Hadits Nailul Authar (NA) No..943, 1375, 1376, 1377.
 
MEMPERBANYAK DO’A DI DALAM SUJUD.
Dari Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Manusia yang 
paling dekat kepada Tuhannya, yaitu orang-orang yang sedang sujud. Oleh karena 
itu perbanyak do’a.” (HR.Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i). NA.:1258 
 
DILARANG KETIKA SHALAT (SUJUD) BERDOA PAKAI BAHASA SENDIRI.
Dari Mu’awiyah bin Hakam, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah s.a.w.: 
“Bahwasanya shalat itu tidak layak padanya sesuatu daripada perkataan manusia. 
Ia itu hanya tasbih, takbir dan bacaan Al Qur’an.” (HR.Muslim)- HBM.234
 
DILARANG MEMBACA AL QUR’AN DALAM RUKU’ DAN SUJUD.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. membuka tirai (kamarnya 
ketika beliau sakit akan meninggal), padahal ketika itu jamaah sedang shalat 
berjamaah diimami Abu Bakar. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak ada lagi 
wahyu kenabian yang ketinggalan yang harus kusampaikan, kecuali mimpi baik 
seorang muslim. Ketahuilah! Aku dilarang membaca Al Qur’an dalam ruku’ dan 
sujud. Agungkanlah Allah ‘Azza wa jalla di dalam ruku, dan perbanyaklah do’a 
dalam sujud, pasti do’amu diperkenankan Allah SWT, HSM.433
 
Dari ‘Ali bin Abi Thalib r.a., katanya: “Aku dilarang Rasulullah s.a.w. membaca 
(Al Qur’an) dalam ruku’ dan sujud.” HSM. 434.
 
PERAGAAN SHOLAT YANG BENAR  DARI ABU HUMAID SA’IDI SBB:
Diceritakan oleh Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’ r.a., bahwasanya dia pernah duduk 
bersama beberapa orang sahabat Nabi s.a.w., membicarakan perihal shalat Nabi.   
Abu Humaid Sa’idi mengatakan, “Saya yang paling ingat diantara kamu akan shalat 
Rasulullah s.a.w. 
 
Ketika takbir, kulihat beliau mengangkat kedua belah tangannya sampai setentang 
dengan bidang kedua bahunya. 
 
Ketika ruku’, diletakkannya kedua tapak tangannya di atas lututnya, dan 
diratakannya punggungnya. 
 
Apabila beliau telah mengangkat kepala (bangkit) dari ruku’, beliau berdiri 
tegak lurus, sehingga tulang punggung beliau  kembali tegak lurus seperti 
biasa. 
 
Ketika sujud, diletakkannya kedua tapak tangannya (ke bumi), tetapi lengannya 
tidak diletakkan dan tidak pula dirapatkannya ke rusuk, dan ujung jari kakinya 
dihadapkannya ke kiblat.   
 
Apabila beliau duduk sesudah dua raka’at, beliau duduk di atas kakinya yang 
kiri dan menegakkan tapak kakiknya yang kanan.      (Duduk tasyahud awal)
 
Duduk pada rakaat yang akhir, beliau duduk diatas kakinya yang kiri dan 
menegakkan tapak kakinya yang kanan. 
 
Duduk pada rakaat yang akhir, beliau mengulurkan tapak kakinya yang kiri ke 
sebelah kanan dan ditegakkannya tapak kakinya yang (kanan) dan beliau duduk 
dipinggulnya. HSB.542. NA.992; HBM.284
Bersambung.


      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke