Jika kita lihat kisah khalifah Umar ra, beliau tidak begitu saja mempercayai ucapan anak buahnya.
Beliau keliling sendiri ke berbagai perkampungan untuk mengetahui nasib rakyatnya. Sehingga akhirnya beliau bertemu dengan ibu yang merebus batu sekedar agar anaknya tidak menangis. Mengetahui hal itu, beliau segera mengambil karung makanan dari gudang ke rumah ibu itu. Beliau mengangkutnya sendiri dan menolak tawaran anak buahnya untuk mengangkatnya. Ini adalah tanggung-jawabku, kata khalifah Umar ra. Sebab di akhirat nanti, tidak ada yang bisa menggantikan aku jika aku disiksa karena ini. Nah Khalifah Umar ra tidak menyalahkan bawahannya baik itu RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, dsb. Beliau menganggap itu adalah tanggung-jawabnya. Nah jika seorang pemimpin benar2 peduli pada rakyatnya, minimal tanpa harus keliling dia bisa baca koran atau nonton berita TV barang 1-2 jam sehari. Begitu ada rakyatnya yang mengalami musibah, datangilah dan bantu mereka. Toh jika sistemnya berjalan dengan baik, maka kasus semacam itu bisa dikurangi seminimal mungkin. === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id --- Pada Kam, 16/7/09, Henderson Sayyid <[email protected]> menulis: Dari: Henderson Sayyid <[email protected]> Judul: Bls: [syiar-islam] Re: Apakah kita bangsa terkutuk ? Kepada: "A Nizami" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 16 Juli, 2009, 1:53 AM Salam, Pak Nizami, kalo kita bicara pemimpin, yang memang di Indonesia sepenuhnya yang bertanggung jawab adalah Presiden RI, tetapi kalo kita lihat sekarang ini pemimpin tingkat Provinsi dan Kota / kabupaten di pilih langsung oleh rakyat juga, dan kebijakan kadang kala beda antara daerah satu dengan lainnya yang walaupun kontrol dari pusat, tetapi kadang kala kalo saya melihat / mendengar kenapa selalu orang cepat sekali menyalahkan Presiden ( saya bukan pendukungnya loh...) tetapi coba lihat juga pemimpin daerahnya masing2. masih banyak pemimpin2 daerah yang masih kurang baik (dari segi akhlak / agamanya ) Wassalam. --- Pada Rab, 15/7/09, A Nizami <[email protected]> menulis: Dari: A Nizami <[email protected]> Judul: [syiar-islam] Re: Apakah kita bangsa terkutuk ? Kepada: [email protected], [email protected], "syiar-islam" <[email protected]> Tanggal: Rabu, 15 Juli, 2009, 11:04 PM Kalau dibilang terkutuk, pasti mayoritas rakyat Indonesia tidak setuju/tidak senang. Cuma segala musibah yang terjadi itu tak lepas dari kesalahan kita (atau sebagian dari kita) sendiri. Misalnya kenapa Khoirunnisa meninggal dan tidak dapat pengobatan. Kenapa ada wanita yang diperkosa dan meninggal karena ditolak RS. Itu semua karena pemimpinnya tidak bisa melindungi rakyatnya dan memberi pengobatan gratis. Belum lagi gempa Yogya yang menewaskan 5000 orang dalam semalam karena tertimpa rumah yang ambruk. Rumah itu ambruk karena rakyatnya miskin dan tidak punya cukup uang untuk membangun rumah beton dengan tulang kawat dan semen yang cukup. Itu karena pemimpinnya tidak mampu memakmurkan rakyatnya. Salahkah pemimpinnya? Salah. Salahkah rakyat yang memilih pemimpin itu? Ya salah juga.. Harusnya rakyat memilih pemimpin yang betul2 punya kepedulian untuk memakmurkan mereka... Jadi itu tak lepas dari kesalahan kita juga. "Azab yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba- Nya." [Ali 'Imran:182] "Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya" [Al Anfaal:51] "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu)." [Asy Syuura:30] Bukan Allah yang menyiksa kita. Tapi itu karena perbuatan kita sendiri. Allah telah memerintahkan kita untuk memilih pemimpin yang saleh dan peduli kepada rakyat. Kenapa kita tidak melakukan itu? Mudah2an kali ini kita mendapat pemimpin yang saleh dan peduli pada rakyatnya. === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media- islam.or. id --- Pada Rab, 15/7/09, Irwan Kurniawan <irwank...@gmail. com> menulis: > Dari: Irwan Kurniawan <irwank...@gmail. com> > Judul: Re: Bls: [ekonomi-nasional] Trs: [alumni-ipb] Apakah kita bangsa > terkutuk ? > Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com > Tanggal: Rabu, 15 Juli, 2009, 10:49 PM > Coba anda googling sejenak sebelum > mengirim artikel/email. . > Kalau tidak salah, berita di bawah terjadi pada 2005, > setelah Pak Susilo > terpilih > sebagai RI-1 pertama lewat pilpres langsung.. > > Dan faktanya, minimal sampai PilLeg kemarin kita masih > mendengar seorang > wanita yang (maaf) diperkosa dan meninggal karena ditolak > RS.. :-( > > Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.. > CMIIW.. > > -- > Wassalam, > > Irwan.K > "Better team works could lead us to better results" > http://irwank. blogspot. com > > Pada 16 Juli 2009 12:32, fibrian wijaya <sanvara_amgani@ yahoo.co. id>menulis: > > > > > > > Innalillahi Wa Inna Illaihi Roji'un > > > > Sungguh peristiwa yang sangat menyedihkan. . > > > > Ini menjadi peringatan bagi kita semua.. > > Bangsa ini butuh masyarakat yang punya hati nurani > > > > Saya secara pribadi menyesalkan. .mengapa pihak2 > terkait > > (misalnya..puskesma s) tdk memberikan keringanan biaya > pengobatan. > > Bukankah biaya berobat bisa di gratiskan untuk > masyarakat yg benar-benar > > tidak mampu... Atau sekarang untuk rakyat miskin sudah > tidak ada biaya > > berobat gratis lagi? > > > > > > > > Regard > > Novara > > > > Info Income Tambahan untuk Ibu Rumah Tangga Or > Kantoran > > http://www.dbc- network.com/ index.php? id=nova82& page=2 > > > > Info Income Tambahan untuk Anak kuliahan > > http://www.. dbc-network. com/index. php?id=nova82& page=3 > > > > --- Pada Kam, 16/7/09, cepy alhakim <alhak...@yahoo. com<alhakimc%40yahoo. > > com>> > > menulis: > > > > Dari: cepy alhakim <alhak...@yahoo. com > <alhakimc%40yahoo. com>> > > Judul: [ekonomi-nasional] Trs: [alumni-ipb] Apakah > kita bangsa terkutuk ? > > Kepada: "insan cita" <insancita_ceria@ yahoogroups. com<insancita_ceria% > > 40yahoogroups. com>>, > > "Bis mania Club" <bisma...@yahoogroup s.com > <BisMania%40yahoogr oups.com> >, > > "pesantren daarut tauhid" <daarut-tauhiid@ yahoogroups. com<daarut-tauhiid% > > 40yahoogroups. com>>, > > "alumni darularqam" <alumni_da_garut@ yahoogroups. com<alumni_da_garut% > > 40yahoogroups. com>>, > > ekonomi-nasional@ yahoogroups. com > <ekonomi-nasional% 40yahoogroups. com>, > > "IPB Gank" <ipb-l...@yahoogroup s.com > <ipb-link%40yahoogr oups.com> >, > > "Keselamtan Kerja Lingkungan Hidup" <k3...@yahoogroups. > > com<K3_LH%40yahoogroup s.com>>, > > "anggota icmi" <anggotaicmi@ yahoogroups. com<anggotaicmi% 40yahoogroups. > > com>>, > > "ppi india" <ppiin...@yahoogroup s.com > <ppiindia%40yahoogr oups.com> >, > > "global warming indonesia" < > > globalwarming_ indonesia- subscribe@ yahoogroups. com<globalwarming_ > > indonesia- subscribe% 40yahoogroups. com>>, > > "Linkers IPB" <link...@yahoogroups .com > <linkers%40yahoogro ups.com>> , > > Kajian_LepasKerja@ yahoogroups. com > <Kajian_LepasKerja% 40yahoogroups. com>, > > kb_tin...@yahoogrou ps.com > <kb_tin_17%40yahoog roups.com> , "partai keadilan" > > <pks-...@yahoogroups .com > <pks-ide%40yahoogro ups.com>> , > > keluarga-islam@ yahoogroups. com > <keluarga-islam% 40yahoogroups. com>, "icw > > kita" <icw_kita-subscribe@ yahoogroups. com<icw_kita-subscribe > > %40yahoogroups. com>>, > > "pantau komunitas" <pantau-komunitas@ yahoogroups. com<pantau-komunitas% > > 40yahoogroups. com>>, > > "forum lingkar" <forum_lingkarpena@ yahoogroups. com<forum_lingkarpena% > > 40yahoogroups. com>>, > > "lisi" <l...@yahoogroups. com > <lisi%40yahoogroups .com>>, "Majalah Sabili" < > > sab...@yahoogroups. com > <sabili%40yahoogrou ps.com>>, "my islam" > > <MyIslam_group@ yahoogroups. com > <MyIslam_group% 40yahoogroups. com>>, > > "kaulamuda NU" <kmnu2...@yahoogroup s.com > <kmnu2000%40yahoogr oups.com> >, > > p...@yahoogroups. com > <pks%40yahoogroups. com>, "kalam salman itb" < > > kalam_salman@ yahoogroups. com > <kalam_salman% 40yahoogroups. com>>, "media > > sarana" <media-dakwah@ yahoogroups. com > <media-dakwah% 40yahoogroups. com>>, > > satrioarismunandar@ yahoo.com > <satrioarismunandar %40yahoo. com>, "keluarga > > sejahtera" <keluarga-sejahtera- subscribe@ yahoogroups. > > com<keluarga-sejahtera -subscribe% 40yahoogroups. com>>, > > "pk sejahtera" <partai-keadilan- sejahtera@ yahoogroups. > > com<partai-keadilan- sejahtera% 40yahoogroups. com>>, > > "muhammadiyah society" <muhammadiyah_ soci...@yahoogro > > ups.com<muhammadiyah_ society%40yahoog roups.com> >, > > "Indonesia studies" <indonesian-studies@ yahoogroups. com<indonesian- > > studies%40yahoog roups.com> >, > > "Komunitas Urang Sunda" <urangsu...@yahoogro ups.com<urangsunda% > > 40yahoogroups. com> > > > > > Tanggal: Kamis, 16 Juli, 2009, 11:54 AM > > > > > > > > --- Pada Rab, 15/7/09, Ken Aulia Irawadi > <kenau...@yahoo. com> menulis: > > > > Dari: Ken Aulia Irawadi <kenau...@yahoo. com> > > Judul: [alumni-ipb] Apakah kita bangsa terkutuk ? > > Kepada: alumni-...@yahoogro ups.com > > Tanggal: Rabu, 15 Juli, 2009, 6:58 PM > > > > > > > > Sorry bila doble posting.... > > > > ------------ --------- --------- --------- --------- > --------- - > > > > PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA > > > > Salemba, Warta Kota > > > > PEJABAT Jakarta seperti ditampar.. Seorang warganya > harus menggendong > > > > mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. > Penumpang kereta > > > > rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger > Minggu (5/6). > > > > Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama > Supriono (38 thn) > > > > tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). > Supriono akan > > > > memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan > menggunakan jasa > > > > KRL. > > > > Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari > kereta, lantas > > > > dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak > adalah korban > > > > kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan > si anak tewas > > > > karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung > percaya dan memaksa > > > > Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. > > > > Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah > empat hari > > > > terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk > berobat ke > > > > Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali > bawa Khaerunisa ke > > > > puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi > ke puskesmas, > > > > meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung > kardus, gelas dan > > > > botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- > per hari,” ujar > > > > bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong > perlintasan rel KA di > > > > Cikini itu.. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa > sembuh dengan > > > > sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih > mengikuti ayah dan > > > > kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus > di Manggarai > > > > hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak > ayahnya. > > > > Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya > Khaerunisa > > > > menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) > pukul 07.00. > > > > Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan > terbaring di dalam > > > > gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. > Tak ada > > > > siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono > dan Muriski > > > > termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin > cukup beli kain > > > > kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, > apalagi sampai > > > > harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di > gerobak. > > > > Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak > berisikan mayat > > > > itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono > berniat > > > > menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, > Bogor . Ia berharap > > > > di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung. > > > > Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba > di Stasiun Tebet. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? > Kirim email ke ekonomi-nasional- subscribe@ yahoogroups. com > http://capresindone sia..wordpress. com > http://infoindonesi a.wordpress. comYahoo! > Groups Links > > > mailto:ekonomi-nasional- fullfeatured@ yahoogroups. com > > > Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/ Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/ [Non-text portions of this message have been removed]

