Jangan Mengikuti dan Menyembah Orang Kafir

Selasa, 07/07/2009 10:48 WIB

Makna ‘ibadah yang benar adalah ketundukkan secara total kepada Allah
Subhanahu wata’ala, dan menolak tunduk kepada selain Allah Subhanahu
wata’ala dalam segala bentuk urusan. Ini adalah makna menurut bahasa dan
yang disebutkan secara tersurat oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam,
ketika beliau menafsirkan firman Allah Subhanahu wata’ala.

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan
selain Allah ..” (alQur’an, at-Taubah : 31).



 Maka, sesudah penafsiran Rasulullah Shallahu alaihi wasallam untuk suatu
makna, maka tidak ada tempat lagi untuk orang berpendapat. Hakikat inilah
yang sering ditegaskan oleh Sayyid Qutb dalam semua hal, dan kemudian
menuliskan tentang hakekat agama ini, tabiatnya, serta manhaj pergerakannya.



 Sekarang akan menemukan dalam kisah Hud ‘alaihis-salam secercah cahaya yang
membatasi tema masalah, dan poros perseteruan yang dulu terjadi antara Hud
‘alaihis-salam dan kaumnya, antara Islam yang dibawanya dan jahiliyah yang
diyakini kaumnya, dan yang membatasi apa yang menjadi perhatiannya,ketika
Hud ‘alaihis-salam berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku, sembahlah Allah,
sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia ..”. (al-Qur’an, Hud, 50).



 Hud ‘alaihis-salam sama sekali tidak bermaksudkan, “Hai kaumku, jangan
mempersembahkan ritual-ritual peribadatan kepada selain Allah”, sebagaimana
yang dibayangkan oleh orang-orang di mana, makna ‘ibadah mengalami reduksi
pemahaman. Tetapi, Hud ‘alaihis-salam memaksudkan penolakan untuk tunduk dan
taat kepada seorang thagut-thagut yang ada dalam semua urusan kehidupan.



 Perbuatan menyekutukan Allah inilah yang mengakibatkan kaum Hud hanya layak
untuk dibinasakan dan dilaknat di dunia dan akhirat. Jadi, bukan hanya
diakibatkan karena mempersembahkan ritual-ritual peribadatan kepada selain
Allah. Sebab, ini hanyalah satu bentuk dari banyak bentuk kemusyrikan yang
hanya Hud ‘alaihis-salam datang untuk mengeluarkan mereka menuju ibadah
kepada Allah semata, ketundukan total hanya kepada-Nyat semata.



 Bila satu kaum mendurhakai perintah-perintah Allah yang terwujud dalam
syariat-syariat yang disampaikan kepada mereka melalui rasul-rasul Nya –
agar mereka tidak tunduk kepada selain Allah – namun ternyata justru tunduk
kepada thagut sebagai ganti tunduk kepada Allah, maka mereka benar-benar
telah mengingkari ayat-ayat Tuhannya dan mendurhakai rasul-rasul Nya. Karena
itu, mereka telah keluar dari Islam menuju kemusyrikan.



 Islam menjadi asas modal awal kehidupan manusia memulai kehidupannya dimuka
bumi, dan Islam pulalah yang dibawa turun leh Adam ‘alaihis-salam dari surga
dan yang dijadikan pemandu ketika menjadi Khalifah di muka bumi. Manusia
yang keluar dari Islam ke jahiliyah untuk mengembalikan mereka dari
jahiliyah ke Islam.



 Harga yang sangat mahal adalah upaya pembebasan seluruh kemanusiaan dari
ketundukkan kepada manusia, dan usaha mengembalikan mereka pada ketundukkan
kepada Allah semata dalam semua urusan dan keperluan, se rta dalam seluruh
manhaj (methode) kehidupan mereka, baik untuk dunia maupun akhirat.



 Tauhid uluhiyah (peribadatan), tauhid rububiyah (kepmilikan), tauhid
qiwamah (kepemimpinan), tauhid hakimiyah (kekuasaan), tauhid mashdar syariah
(sumber syariat), tauhid manhaj hayah (manhaj kehidupan), dan tauhid jihad
(tujuan) yang menjadi tempat bermuaranya ketundukan manusia secara total.



 Tauhid-tauhid inilah yang berhak menjadi dasar diutusnya rasul-rasul itu,
dimobilisasinya seluruh jerih payah yang dimungkinkan, dan ditanggungnya
semua jenis azab dan siksa sepanjang masa. Kehidupan manusia tidak akan
baik, lurus, meningkat, atau menjadi kehidupan yang layak dengan manusia,
kecuali dengan tauhid, tauhid yang pengaruhnya terhadap kehidupan manusia
tidak punya batasan.



 Saat sekarang inilah manusia akan diuji. Apakah ia hanya tunduk kepada
Allah Ta’ala, atau sebaliknya manusia tunduk kepada manusia lainnya, yang
notabene mereka sudah menjadi budak orang-orang kafir musyrik, yang hanya
menjadikan kebathilan dan kemusyrikan sebagai manhaj hidupnya. Mengapa
golongan Yahudi dan Nasharani dikutuk dan dihinakan kehidupan mereka oleh
Allah Ta’ala, karena diantara mereka saling tolong-menolong dalam
kebathilan. Dan, mereka selalu menolak al-haq (kebenaran) yang datangnya
dari Alalh Ta’ala.



 Manusia modern menjadikan manusia lainnya sebagai sesembahan mereka, dan
menjadi tempat bergantung, meminta pertolongan, perlindungan, serta meminta
rezeki. Padalah manusia makhluk yang lemah. Inilah pangkal akan terjadinya
kehancuran yang akan dihadapi manusia modern. Dan, sekarang manusia
berlomba-lomba menyembah dan mengagungkan serta mengikuti manusia lainnya,
tanpa rasa malu dihadapan Sang Penciptanya.



 Wallahu’alam.




http://eramuslim.com/editorial/jangan-mengikuti-dan-menyembah-orang-kafir.htm

Jumat. 16:17


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore 
http://www.demimasa.co.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke