salam,

sedikit opini tentang isra miraj dari milis tetangga. bila sudah pernah
terima mohon maaf.

satriyo


-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28


---------- Forwarded message ----------
From: Verri
Date: 2009/7/17
Subject: [...] Rasionalitas Isra Mikraj
To:

Rasionalitas Isra Mikraj
Oleh : Ferry Djajaprana


Konsep Isra Mikraj ini sebenarnya sudah menjadi topik sejak dulu, hanya saja
banyak beda pendapat  apakah Rosul berisro mikraj dengan tubuh  atau hanya
dengan ruh  belaka. Muhammad bin Jarir Al Tabrari mengungkapkan bahwa
peristiwa itu hanya berupa mimpi (vision) atau semacam perjalanan mistik
yang tidak harus dengan menampakkan jasad. Pendapat ini didukung oleh hadits
yang diriwayatkan oleh Aisyah dari Muawiyah.

Teolog Muslim abad 12, Fakhr al Din Al Razi, memiliki pendapat unik bahwa
gerakan yang begitu cepat dalam peristiwa isra mikraj adalah mungkin dalam
dirinya (mumkinat fi nafsiha), dan Allah berkuasa atas segala kemungkinan
(Qadirun ala al Mumkinat). Alasan-alasan yang diberikan :

Seperti kurang mungkinnya menurut akal akan  naiknya tubuh kasar dari pusat
dunia ke atas Arasy, maka demikian juga sulit diterima akal turunnya tubuh
spiritual (halus) dari Arasy ke pusat dunia. Kalau ada yang keberatan mikraj
nya Nabi dalam satu malam itu mustahil (mumtani) menurut akal, maka demikian
juga turunnya  malaikat  Jibril dalam satu malam dari Arasy ke Mekah  juga
mustahil. Tapi, yang demikian itu telah kita terima dalam kenabiannya semua
nabi. Sedangkan afirmasi Isra mikraj adalah berdasarkan kemungkinan yang
mendasar tentang kenabian. Kalau Jibril AS  tidak digambarkan sebagai tubuh
dari satu tempat ke tempat lainnya, maka maksud penembusan Jibril adalah
menmbus dinding materi (hijab) dari ruh Nabi Muhammad, sehingga jelas  dalam
ruhnya apa yang diungkapkan Jibril dan apa yang disaksikan Nabi Muhammad SAW
(Al Mukasyafah dan al Musyahadah) namun penafsiran ini menurut Al Razi
merupakan penjelasan para filosof  (hukama) bukan orang kebanyakan. Kalau
orang awam berasumsi bahwa Jibril AS adalah tubuh dan turunnya adalah
perpindahan dari arsy ke Mekah.

Pendapat kedua, sebagian ulama ataupun pendeta agama Samawi menerima
keberadaan Iblis dan ia selalu melontarkan bisikan jahat dan jalan kesesatan
di hati umat manusia. Mereka juga memahami bahwa iblis bisa berpindah dengan
cepat  dari Masyriq ke Maghrib dalam usahanya membisikkan di hati umat
manusia. Kalau mereka menerima konsep pergerakan iblis, mengapa mereka tidak
percaya dengan pergerakan Nabi Muhammad SAW yang lebih pantas untuk itu,
padahal nabi Muhammad adalah nabi besar (Al Kabir al Anbiya). Kebanyakan
orang meyakini bahwa iblis adalah tubuh, sebagian lagi meyakini iblis bukan
jasad tetapi pendapat ini bukan berasal dari ulama atau pendeta. Gerakan
cepat bisa dilakukan oleh malaikat dan setan dengan asumsi bahwa tubuh
mereka adalah tubuh halus.

Pendapat ketiga, Al Quran menunjukkan bahwa  ahli kitab (red. Nabi
Sulaiman?)  bisa memindahkan  mahkota Ratu Bilqis dari Yaman ke negeri Syam
(Syria) dalam sekejap mata, kalau hal ini mungkin dilakukan pada sebagian
manusia, maka jelas mungkin Nabi Muhammad melakukan isra mikraj tidaklah
mustahil. Dengan demikian maka tetaplah melalui dalil bahwa Pencipta Alam
berkuasa atas segala yang mungkin dan tetaplah bahwa pencapaian gerakan yang
demikian cepat itu pada tubuh Nabi adalah mungkin, karena kekuaasan Allah
atas segala ciptaan-Nya.

Selanjutnya Al Razi juga memaparkan secara matematis, karena keterbatasan
pemahaman matematis saya dengan konsep matematika abad 12, maka
penjelasannya tidak dipaparkan.

Semoga membantu,
Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke