Assalamualaikum
Warohmatullohi Wabarokatuh


Bissmillahirrohmaanirrohiim’


“Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya
Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada
yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. QS. 
Al-Imran (3) ayat 110


“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan
jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka
sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya
Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. QS.An-Nisa (4) ayat 29.


"Sungguh
kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali
tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.  Sesungguhnya
aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."QS.Al-Maidah ( 5) ayat 28.


“Dan
barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah
Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta
menyediakan azab yang besar baginya”. QS. An-Nisaa (4) ayat 93.


“Dan
orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak 
membunuh
jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar,
dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia
mendapat (pembalasan) dosa (nya)”, QS.Al-Furqon (25) ayat 68.


Saudaraku, ketika saya
menerima pesan singkat yang isinya pada intinya menghalalkan terjadinya
peledakan Hotel Marriott dan Ritz Carlton, sungguh saya sangat sedih, dan
bertanya tanya, betulkah yang mengirim pesan singkat pada saya adalah seorang
muslim.


Setahu saya (maaf Ilmu
Agama saya masih sangat minim, karena saya belajar Islam setelah saya berumah
tangga dan sudah memiliki dua orang anak) dan tidak satupun agama yang
mengajarkan pada pemeluknya untuk mengajarkan perbuatan tercela, terlebih
ajaran Islam, justru ajaran Islamlah yang paling menentang perbuatan tercela
tersebut, seperti membunuh, merusak dan bahkan bunuh diri, tidak satupun ayat
dalam Al-Qur’an yang membenarkan kita melakukan perbuatan tercela yang
mencelakakan orang lain, atau mencelakan diri sendiri, bahkan Islam mengajarkan
kita agar berakhlaq mulia, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW,
sebagaimana tertuang dalam QS dan Ayat ayat tersebut diatas, bahkan kita
seluruh kaum muslimin diajarkan :

 

Agar umat Islam memiliki sifat Kritis dan teliti.

QS. Al-Hujurat
(49) ayat 6. yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika datang
kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar
kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

“Suatu hari Rasullah berkata kepada Asyaj Abdul
Qais:”Sesungguhnya ada dua perkara di dalam dirimu yang disukai Allah, yaitu
kritis dan ketelitian”

(HR. Muslim).

 

Agar umat Islam bersikap Lembut dan Pemaaf.



QS. Al-Imran (3) ayat 159. “Maka disebabkan
rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”.


 “Rasulullah
bersabda:”Barangsiapa meninggalkan sikap lembut, maka ia telah meninggalkan
kebaikan semuanya”. (HR. Muslim).

 


Agar umat Islam berlaku Jujur


“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu)
orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta
dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka
mengurangi”. QS.Al-Muthafifin (83) ayat 1-3 


”sesunggunya
kejujuran membawa kepada kebaikan, kebaikan mengantarkan kepasa surga, dan 
seorang akan berbuat jujur sehingga ia dijuluki orang jujur”. (HR.
Bukhari Muslim).

 



Agar umat Islam bersikap Sabar.


“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan
(kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar”. QS.
Al-Baqarah (2) ayat 153.

 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”, QS. Al-Baqarah (2) 
ayat 155


“Barangsiapa bersabar
maka Allah akan bersabar untuknya, tidak ada pemberian Allah yang lebih kepada 
hambaNya kecuali kesabaran” (HR. Bukhari Muslim).

 



Agar Umat Islam Tawadlu’ atau rendah hati


QS.Lukman (31) ayat 18. “Dan janganlah kamu memalingkan
mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri”.


”Sesungguhnya Allah
mewahyukan kepadaku agar aku bertawadlu’,

sehingga tidak ada orang merasa sombong dan lebih tinggi dari lainnya dan tidak
ada orang menghianati lainnya”
(HR. Muslim).


“Tidak ada orang yang
bertawadlu kepada Allah, kecuali Allah akan

mengangkatnya” (HR. Muslim).


 

Agar umat Islam Amanah


QS.Al-Anfal (8) ayat 27. “Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah
kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu
mengetahui”.


”Tanda-tanda orang
munafik ada tiga, ketika bicara bohong, ketika

janji mengingkari dan ketika dipercayai menghianati”. (HR. Bukhari

Muslim).






Agar Umat Islam Memiliki rasa Malu yang tinggi



”Rasa malu itu selalu mendatangkan kebaikan” (HR. Bukhari Muslim)





“Malu itu bagian dari
iman” (HR. Bukhari Muslim).





Agar
umat Islam berkata manis dan muka yang ramah



”Takutkan kalian dari neraka walaupun dengan sebutir kurma, kalau

tidak bisa maka bisa dengan perkataan yang manis” (HR. Bukhari

Muslim).


”Kalimat yang baik
merupakan sedekah” (HR. Bukhari
Muslim).






Agar umat Islam Berbakti kepada kedua orang tua dan handai taulan


QS.An-Nisa (4) ayat 36. "Sembahlah Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang
ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang
dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri",


Ibnu Mas’ud bertanya
kepada Rasulullah s.a.w.;” Apa perbuatan yang paling disukai Allah?


Jawab
Rasulullah:”Sholat di waktunya”,


Ibnu Mas’ud:”Lalu
apa?”

Jawab
Rasulullah:”Berbuat baik kepada kedua orang tua” (HR. Bukhari Muslim).


Agar Umat Islam Memperbanyak hubungan Silaturrahim atau berhubungan
dengan halayak luas


“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang
telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan
istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)
nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. QS. An-Nisa 
(4)
ayat 1.


“Barangsiapa ingin
diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturrahmi”.
(HR. Bukhari).


Dasar
baik ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits diatas jelaslah bahwa agama Islam, agama yang
Rahmatan Lil’alamiin, serta masih banyak lagi ajaran ajaran Agama Islam yang
mangarahkan serta membuat pemeluk agama Islam yang mengajarkan umatnya agar
berbudi luhur, bukan mengajarkan untuk berprilaku yang menyimpang serta 
pengrusakan
baik Akhlak, mental serta prilaku penyimpangan lainya.

 

 

Wallahualam Bisawab ,  Hanya
Allah yang Tahu

 

 

 

Waassalam

 

 

 

Mujiarto Karuk




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke