TERAPI PROBLEMATIKA

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya
kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbih dengan memuji Tuhanmu
ketika kamu berdiri”.(Qs. Ath-Thur:48).

Dalam dekapan masalah yang begitu berat menghimpit, terkadang hati
kecil sering lirih berujar, “Ya Allah hanya untuk inikah Engkau
menciptakan aku, entah berapa kali pintaku terucap diringi linangan air
mata yang kerap mengalir. Entah sudah berapa kali diri ini berharap
akan datangnya perubahan dalam perbaikan, tetapi kenapa belum juga
Engkau bukakan kepadaku pintu kemudahan, sehingga aku dapat merasakan
seperti yang dirasakan orang lain”, apalah artinya aku hidup jika
selalu didera kemalangan yang berkepanjangan” Mungkin ungkapan itu
terlontar karena kita belum membaca nasehat Rasulullah SAW ketika kita
ditimpa musibah. Sebuah hadits yang diriwayatjkan oleh Bukhari dan
muslim, Rasulullah bersabda:

“Janganlah seseorang dari kamu mengharapkan mati disebabkan oleh
penderitaan yang menimpa padanya, maka apabila keadaan memaksa, maka
berdoalah: ya Allah lanjutkanlah hidupku ini , selama hidup ini lebih
baik bagiku. Dan segerakanlah matikan diriku ini, apabila mati itu
lebih baik bagi ku” (muttafaq alaih)

Sahabat, Jika kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya
mencari nafkah dan belum datangnya jodoh adalah musibah. Maka
sesungguhnya kekayaan, kemewahan, kebersamaan bahkan kepopuleran adalah
musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya. Bahkan semuanya
itu adalah pintu datangnya kehinaan bagi mereka yang tak mampu bersabar
dalam kenikmatan. Renungankan firman Allah diatas. Semoga Allah membuka
pintu hati kita agar mampu menemukan hikmah dibalik setiap musibah yang
datang. Ketahuilah dibalik setiap musibah yang menyakitkan jika kita
bersabar dan bersyukur, tersimpan kebaikan yang begitu banyak.

Sesungguhnya jika saja kita mau membandingkan tentang musibah yang kita
derita dengan pemberian Allah yang tak terhingga, pasti hati kita
diselimuti pujian kepada-Nya, mulut kita tak henti-hentinya melantunkan
syukur. Bahkan jika kita membuka mata bathin kita untuk menatap
kemahabesaran Allah. Sungguh rasanya malu kita kepada Allah, ketika
musibah datang kita mengemis kasih Allah.

Agar Dia merubah penderitaan kita menjadi kebahagiaan, tetapi ketika
kebahagiaan itu telah kita raih, tidak jarang kita memperlihatkan
ketidak syukuran. Terkadang, betapa kita menjadi manusia yang tak tahu
berbalas budi. Sahabat, Kehidupan yang kita jalani adalah proses
perjuangan yang tak pernah henti. Ada saat dimana kebahagiaan begitu
akrab menemani, tetapi disaat yang lain penderitaan begitu senang
bersemayam didalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan
agar kita tetap bertahan pada kebenaran. Jika kita tidak memiliki
kekuatan maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari
demi hari akan selalu dihinggapi rasa ketakutan.

Bicara tentang kebahagiaan, siapa yang tidak mengharapkannya, semua
kita pasti selalu merindukan saat-saat seperti itu datang. Tetapi
dimana kita temukan kebahagiaan?, dirumah yang mewahkah?, atau saat
kita merasakan berkecukupan?, tetapi adakah manusia yang merasa cukup?.
Jangankan kita yang selalu berada dalam kekurangan setiap saat,
orang-orang yang sudah bergelimang kemewahanpun ternyata merasakan
kekurangan dan terus mengejar dan mencarinya. Apakah mereka bahagia
dengan apa yang sudah dimilkinya?, ternyata tidak. Karena tidak sedikit
diantara mereka justru selalu dihantui rasa ketakuatan kekhawatiran.
Bahkan ada yang sibuk mengumpulkan harta, sampai tak sempat
menikmatinya. Benar apa yang ungkapkan oleh para bijak: Bahwa kekayaan
itu bukan milik orang yang mengumpulkannya, tetapi miliki orang yang
menikmatinya” Itulah kenyataan yang kita saksikan. Jika orang miskin
khawatir dan takut menatap masa depan yang begitu memberatkan,
sementara orang kaya khawatir dan takut bahkan bingung kemana harta
mereka akan dihabiskan. Lantas, apa yang dapat kita katakan untuk
mereka yang hidupnya tak pernah puas dengan keadaan. Ada apa
sesungguhnya dengan makhluk yang bernama manusia ini ?. Diberi nikmat
dia tak pandai bersyukur, di beri cobaan keyakinan hidupnya semakin
kabur. Sungguh, kebanyakan kita memang tidak tahu berterimakasih kepada
Dzat yang maha memberi.

Janganlah bersedih dengan apa yang telah tiada, janganlah gelisah
dengan sesuatu yang belum ada, jangan merasa terhina karena deraan
kemiskinan, jangan merasa sepi dalam kesendirian, dan jangan kita
merasa papa dalam ketiadaan. Sebab perasaan-perasaan seperti ini hanya
akan menumpulkan mata bathin kita tentang kemahabesaran Allah.
Bersandarlah kepada-Nya. adukan nasib diri dengan penuh ketawadhuan,
intropeksilah, mungkin penyebab semua ini sesungguhnya adalah lahir
dari kesalahan diri yang begitu banyak melanggar larangan.

--
Posting oleh akhrudianto ke Komunitas Nurani Islam 107koma7fm Kota
Tangerang pada 7/24/2009 12:44:00 AM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke